News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Dokter Ungkap Risiko Weightlifting Asal-asalan, Bisa Picu Tulang Geser (Spondylolisthesis)

Ubaidillah • Minggu, 19 Juli 2026 | 08:10 WIB
Weightifting punya banyak manfaat jika dilakukan dengan benar dan terukur. Foto: Getty Images/skynesher
Weightifting punya banyak manfaat jika dilakukan dengan benar dan terukur. Foto: Getty Images/skynesher

 

RadarBangkalan.id - Weightlifting atau angkat beban menjadi salah satu olahraga yang semakin populer karena mampu meningkatkan kekuatan otot, massa otot, hingga kebugaran tubuh. Namun, manfaat tersebut hanya bisa diperoleh jika latihan dilakukan dengan teknik yang benar dan beban yang sesuai kemampuan. Sebaliknya, kesalahan teknik saat mengangkat beban dapat meningkatkan risiko cedera tulang belakang, termasuk spondylolisthesis atau kondisi tulang belakang bergeser.

Dokter spesialis bedah saraf dari Lamina Clinic, dr Victorio, SpBS, menjelaskan bahwa kasus spondylolisthesis memang dapat terjadi setelah seseorang melakukan latihan weightlifting. Meski begitu, kondisi tersebut umumnya bukan disebabkan oleh satu kali latihan, melainkan akibat akumulasi kesalahan teknik atau adanya cedera sebelumnya pada tulang belakang.

Baca Juga: Dokter Anjurkan Orang Tua Ajak Anak Bermain Sepak Bola Usai Nonton Piala Dunia, Ini Manfaatnya

Menurut dr Victorio, risiko tulang bergeser biasanya muncul akibat gerakan yang dilakukan berulang kali dengan posisi yang salah atau penggunaan beban yang terlalu berat.

"Biasanya itu repetisi atau pengulangan dari gerakan-gerakan yang salah, atau mungkin sebelumnya sudah ada cedera tulang belakang," ujar dr Victorio dalam perbincangan dengan detikcom.

Ia menambahkan, pada titik tertentu kombinasi antara teknik yang keliru dan beban berlebih dapat menyebabkan pergeseran tulang belakang.

"Jadi ada satu masa di mana memang bebannya terlalu berat, posisinya salah, sehingga tulangnya bergeser," lanjutnya.

Baca Juga: Sering Menyundul Bola Saat Bermain Sepak Bola, Apakah Bisa Merusak Otak?

Apa Itu Spondylolisthesis?

Spondylolisthesis merupakan kondisi ketika salah satu ruas tulang belakang bergeser dari posisi normalnya. Pergeseran ini dapat menekan saraf di sekitar tulang belakang sehingga memicu berbagai keluhan, mulai dari nyeri punggung hingga gangguan fungsi saraf.

Tingkat keparahan spondylolisthesis dibagi berdasarkan besarnya pergeseran tulang. Pada grade 1, pergeseran masih kurang dari 25 persen sehingga umumnya dapat ditangani tanpa operasi.

Baca Juga: Tanda-Tanda Kematian yang Muncul di Tangan dan Kaki, Ini Penjelasan Ahli

Namun, apabila pergeseran sudah melebihi 25 persen dan menyebabkan gangguan yang signifikan, tindakan operasi dapat menjadi pilihan untuk mengembalikan posisi tulang.

"Kalau sudah lebih dari 25 persen dan itu sudah sangat mengganggu, baru dipertimbangkan untuk dilakukan operasi mengembalikan tulang yang bergeser," jelas dr Victorio.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Spondylolisthesis dapat menyebabkan tekanan pada saraf tulang belakang. Akibatnya, penderita bisa mengalami nyeri hebat yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

"Karena saraf-saraf yang ada di tulang belakang itu terjepit. Mungkin secara visual tidak terlihat dari luar, tapi pasien akan mengalami nyeri yang luar biasa," kata dr Victorio.

Selain nyeri punggung, penderita juga dapat mengalami kaku pada punggung, kesemutan, mati rasa, hingga kelemahan pada tungkai apabila tekanan saraf semakin berat.

Baca Juga: BPOM Rilis Daftar 14 Kosmetik Berbahaya 2026, Mengandung Merkuri hingga Hidrokuinon

Cara Aman Melakukan Weightlifting

Meski memiliki risiko cedera, weightlifting tetap menjadi olahraga yang bermanfaat jika dilakukan dengan benar. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko cedera antara lain:

Baca Juga: 10 Hewan yang Dianggap Punya Tingkat Kecerdasan Paling Rendah, Ada Koala hingga Ikan Mola-mola

Dengan teknik yang tepat, weightlifting tidak hanya membantu meningkatkan kekuatan otot, tetapi juga memperkuat otot inti yang berperan penting dalam menopang tulang belakang dan menjaga postur tubuh.

Editor : Ubaidillah
viral angkat beban spondylolisthesis weightlifting saraf kejepit