BGN Ungkap Alasan Tunjuk dr Prima Yosephine, Eks Pejabat Kemenkes Dipercaya Benahi Tata Kelola MBG

Ubaidillah • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 07:00 WIB
Foto: Gilang Faturahman/detikfoto
Foto: Gilang Faturahman/detikfoto

 

RadarBangkalan.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menjelaskan alasan penunjukan mantan pejabat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Prima Yosephine, sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola. Pengalaman panjang Prima dalam mengelola program imunisasi nasional dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk pembenahan data penerima manfaat.

Penunjukan dr Prima dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sesuai ketentuan Pasal 59. BGN meyakini keahlian Prima di bidang epidemiologi dan manajemen program kesehatan nasional akan membantu meningkatkan efektivitas pelaksanaan MBG di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Dokter Jelaskan Perbedaan Penyakit Jantung Bawaan pada Anak dan Sakit Jantung Orang Dewasa

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjelaskan bahwa dr Prima merupakan dokter dengan gelar Magister Kesehatan Masyarakat yang memiliki pengalaman luas di bidang kesehatan masyarakat. Sebelum bergabung dengan BGN, Prima menjabat sebagai Direktur Penyakit Menular di Kementerian Kesehatan dan sebelumnya pernah memimpin Direktorat Pengelolaan Imunisasi.

Menurut Agustina, pengalaman tersebut memiliki banyak kesamaan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang sama-sama menjangkau jutaan masyarakat di berbagai daerah.

"Pengalaman beliau mengelola program imunisasi nasional memiliki komparasi dengan Program MBG yang juga bersifat nasional," ujar Agustina.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Dokter Tegaskan Main Gadget Tidak Membuat Jantung Anak Lemah

BGN menilai kemampuan Prima dalam membangun sistem kerja mulai dari perencanaan sasaran, penetapan target, distribusi secara berjenjang hingga fasilitas pelayanan, menjadi keahlian yang dibutuhkan untuk memperkuat tata kelola MBG.

Baca Juga: IDAI: 1 dari 3 Remaja di Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kenali Tandanya

Salah satu fokus utama yang akan ditangani dr Prima adalah pembenahan data penerima manfaat MBG. BGN menyebut penetapan sasaran akan diperbaiki, termasuk memvalidasi jumlah penerima manfaat yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik, seperti angka 63,2 juta penerima.

Baca Juga: Tidak Pernah Menstruasi Sejak Pubertas, Ternyata Remaja Ini Terlahir Tanpa Serviks dan Vagina

Selain itu, pengalaman Prima dalam mengelola data penerima imunisasi menggunakan sistem by name by address dinilai sangat relevan untuk mendukung akurasi penyaluran program MBG.

BGN berharap sistem pendataan yang lebih baik dapat memastikan bantuan makanan bergizi tepat sasaran sekaligus mempermudah proses pemantauan pelaksanaan program di seluruh Indonesia.

Tidak hanya bertugas menyusun target penerima, dr Prima juga akan memperkuat sistem monitoring dan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis agar pemerintah dapat mengukur efektivitas setiap intervensi yang dilakukan.

Baca Juga: Kenali Manfaat Vitamin B Kompleks, dari Cegah Anemia hingga Jaga Fungsi Otak

Melalui pengalaman mengelola program kesehatan nasional, BGN optimistis dr Prima Yosephine mampu meningkatkan kualitas tata kelola MBG, mulai dari perencanaan, distribusi, hingga evaluasi, sehingga program dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Editor : Ubaidillah
Agustina Arumsari dr Prima Yosephine kemenkes Makan Bergizi Gratis Mbg