Cara Mencegah Penyakit Jantung Bawaan pada Anak, Dokter Anjurkan Deteksi Sejak Masa Kehamilan

Ubaidillah • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 07:37 WIB
Foto: Getty Images/Weerayut Chaiwanna
Foto: Getty Images/Weerayut Chaiwanna

 

RadarBangkalan.id - Pencegahan penyakit jantung bawaan pada anak dapat dimulai sejak masa kehamilan. Dokter jantung anak mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan ibu hamil, menerapkan gaya hidup sehat, serta melakukan deteksi dini agar kelainan jantung pada janin dapat diketahui lebih cepat.

Dokter Jantung Anak BraveHeart Brawijaya Hospital, dr Anisa Rahmadhany, SpA, Subsp.Kardio, menjelaskan bahwa ibu hamil perlu menghindari faktor-faktor yang dapat mengganggu pembentukan organ janin, termasuk penggunaan obat-obatan tanpa pengawasan tenaga medis. Pemeriksaan fetal echocardiography juga dapat menjadi pilihan untuk mendeteksi kelainan jantung sejak bayi masih berada dalam kandungan apabila fasilitas kesehatan mendukung.

Baca Juga: Dokter Jelaskan Perbedaan Penyakit Jantung Bawaan pada Anak dan Sakit Jantung Orang Dewasa

Menurut dr Anisa, menjaga kesehatan selama kehamilan menjadi langkah utama untuk menurunkan risiko penyakit jantung bawaan pada bayi.

"Kalau mulai dari masa kehamilan, kita harus menjaga selama kehamilan. Gaya hidupnya sehat, tidak ada penyakit tertentu, konsumsi obat-obatan juga hati-hati. Mungkin juga deteksi dini ya, fetal echocardiography, kalau memang ada fasilitasnya," ujarnya.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Dokter Tegaskan Main Gadget Tidak Membuat Jantung Anak Lemah

Meski demikian, tidak semua kasus penyakit jantung bawaan dapat terdeteksi saat kehamilan. Karena itu, orang tua perlu mengenali gejala yang muncul setelah bayi lahir agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

dr Anisa menjelaskan bahwa gejala penyakit jantung bawaan berbeda tergantung jenis kelainannya. Pada penyakit jantung bawaan tipe sianotik atau "biru", bayi akan tampak kebiruan akibat rendahnya kadar oksigen dalam darah.

Baca Juga: IDAI: 1 dari 3 Remaja di Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kenali Tandanya

Sementara pada penyakit jantung bawaan tipe non-sianotik atau "tidak biru", gejalanya lebih sulit dikenali. Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah kemampuan bayi saat menyusu.

"Kalau yang tidak biru, beda lagi. Kalau bayi kan aktivitas adalah minum susu. Minum susu itu sudah seperti berlari," jelasnya.

Baca Juga: Tidak Pernah Menstruasi Sejak Pubertas, Ternyata Remaja Ini Terlahir Tanpa Serviks dan Vagina

Orang tua perlu waspada apabila bayi mudah lelah saat menyusu, membutuhkan waktu sangat lama untuk menghabiskan susu, atau tidak mampu menyusu dengan baik seperti biasanya.

Selain itu, bayi dengan penyakit jantung bawaan tipe tidak biru umumnya mengalami kesulitan menaikkan berat badan karena asupan susu yang tidak optimal akibat cepat lelah saat menyusu.

Baca Juga: Kenali Manfaat Vitamin B Kompleks, dari Cegah Anemia hingga Jaga Fungsi Otak

Dokter menekankan bahwa semakin cepat penyakit jantung bawaan dikenali, semakin besar peluang anak memperoleh penanganan yang tepat sehingga pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas hidupnya dapat tetap optimal.

Editor : Ubaidillah
penyakit jantung bawaan kehamilan sehat fetal echocardiography pencegahan deteksi dini