RadarBangkalan.id - Pola asuh atau parenting ala Generasi Z semakin banyak menjadi perhatian. Salah satu ciri yang menonjol adalah meningkatnya perhatian orang tua muda terhadap kesehatan mental anak sejak usia dini.
Salah satu yang menerapkan pendekatan tersebut adalah Alicia Chanzia. Perempuan berusia 27 tahun yang akrab disapa Acha itu mengaku menjadikan kesehatan mental putrinya, Claire yang kini berusia satu tahun, sebagai salah satu prioritas utama dalam pengasuhan.
Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik Jalan Kaki untuk Jantung? Studi Ungkap Pagi hingga Malam Punya Manfaat Berbeda
Menurut Acha, orang tua saat ini semakin menyadari bahwa cara memperlakukan anak sejak kecil dapat memengaruhi tumbuh kembang mereka di masa depan.
"Kesehatan mental anak sebetulnya sangat menjadi perhatian. Sekarang banyak orang berpikir bahwa kesalahan kecil saja bisa berdampak pada perkembangan anak," ujar Acha saat ditemui dalam acara Morinaga Door of Future "Dunia Generasi Platinum" di Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026).
Baca Juga: Dokter Jelaskan Perbedaan Penyakit Jantung Bawaan pada Anak dan Sakit Jantung Orang Dewasa
Acha mengatakan dirinya berusaha memenuhi kebutuhan emosional maupun perkembangan anak agar sang buah hati merasa nyaman di lingkungan keluarga.
Ia berharap anak tidak perlu mencari pelampiasan di luar rumah karena merasa kurang mendapatkan perhatian dari orang tua.
Baca Juga: Hotman Paris Lepas Kuasa Hukum Febrie Adriansyah karena Kondisi Kesehatan Memburuk
Bebas Bereksplorasi, tetapi Tetap Diberi Batasan
Selain memperhatikan kesehatan mental, Acha juga menerapkan pola asuh yang memberi ruang bagi anak untuk bereksplorasi.
Namun, kebebasan tersebut tetap disertai pendampingan dan arahan dari orang tua agar anak memahami batasan yang tepat.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Dokter Tegaskan Main Gadget Tidak Membuat Jantung Anak Lemah
"Anak tetap saya bebaskan, tetapi tetap diarahkan. Kami memberi tahu jalur yang benar, sementara keputusan sederhana kami biarkan ia belajar memilih sendiri," jelasnya.
Pendekatan ini dinilai dapat membantu anak belajar mandiri sekaligus membangun rasa percaya diri sejak dini tanpa mengabaikan pengawasan orang tua.
Bermain Sekaligus Menstimulasi Tumbuh Kembang
Acha juga menilai kegiatan bermain dapat menjadi sarana penting untuk mendukung perkembangan anak.
Menurutnya, acara Morinaga Door of Future menjadi salah satu tempat yang memungkinkan anak belajar melalui berbagai aktivitas interaktif.
Baca Juga: IDAI: 1 dari 3 Remaja di Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kenali Tandanya
Senada dengan itu, Group Brand Manager Morinaga, Gregorius Daru Smaragiri, mengatakan seluruh permainan yang tersedia dirancang sebagai media stimulasi motorik dan kognitif anak.
Ia menjelaskan aktivitas tersebut tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membantu mengoptimalkan proses belajar dan tumbuh kembang anak melalui pengalaman bermain.
Editor : Ubaidillah