RadarBangkalan.id - Sebuah penelitian terbaru mengungkap tingginya kadar mikroplastik dan nanoplastik dalam darah pasien yang mengalami serangan jantung. Meski temuan ini memunculkan kekhawatiran baru mengenai dampak polusi plastik terhadap kesehatan, para peneliti menegaskan bahwa hubungan tersebut belum membuktikan mikroplastik sebagai penyebab langsung serangan jantung.
Studi yang dipublikasikan dalam European Heart Journal menemukan hampir 84 persen pasien serangan jantung akut memiliki mikroplastik dan nanoplastik di dalam darah arteri koroner. Temuan ini jauh lebih tinggi dibandingkan pasien penyakit jantung kronis maupun orang dengan pembuluh darah normal.
Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik Jalan Kaki untuk Jantung? Studi Ungkap Pagi hingga Malam Punya Manfaat Berbeda
Mikroplastik Lebih Banyak Ditemukan pada Pasien Serangan Jantung
Penelitian yang dilakukan di Italia menganalisis sampel darah dari arteri koroner 61 pasien yang menjalani prosedur angiogram atau pemeriksaan pembuluh darah jantung.
Hasil penelitian menunjukkan:
- Hampir 84 persen pasien serangan jantung akut memiliki mikroplastik dan nanoplastik dalam darah.
- Partikel plastik ditemukan pada 40 persen pasien penyakit jantung kronis.
- Sebanyak 32 persen orang dengan pembuluh darah normal juga terdeteksi memiliki partikel plastik.
Jenis mikroplastik yang paling banyak ditemukan adalah polietilen, bahan yang umum digunakan untuk membuat kantong belanja dan botol plastik sekali pakai. Polietilen terdeteksi pada sekitar 97 persen pasien yang dinyatakan positif mengandung mikroplastik.
Baca Juga: Dokter Jelaskan Perbedaan Penyakit Jantung Bawaan pada Anak dan Sakit Jantung Orang Dewasa
Belum Terbukti Menjadi Penyebab Langsung
Ahli diet kardiologi preventif Michelle Routhenstein mengatakan penelitian ini memperkuat dugaan bahwa paparan polusi lingkungan dapat berperan dalam proses peradangan dan kerusakan pembuluh darah.
Baca Juga: Hotman Paris Lepas Kuasa Hukum Febrie Adriansyah karena Kondisi Kesehatan Memburuk
Namun, ia menegaskan penelitian tersebut masih bersifat observasional sehingga hanya menunjukkan adanya hubungan, bukan membuktikan sebab-akibat secara langsung.
Menurutnya, diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan apakah mikroplastik benar-benar berkontribusi terhadap terjadinya serangan jantung.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Dokter Tegaskan Main Gadget Tidak Membuat Jantung Anak Lemah
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa riwayat merokok menjadi faktor yang paling kuat berkaitan dengan ditemukannya partikel plastik dalam aliran darah.
Cara Mengurangi Paparan Mikroplastik
Meski bukti ilmiah masih terus berkembang, para ahli menyarankan masyarakat mulai mengurangi paparan mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari melalui beberapa langkah sederhana, antara lain:
- Menggunakan wadah makanan berbahan kaca atau keramik.
- Tidak memanaskan makanan dalam wadah plastik menggunakan microwave.
- Mengurangi penggunaan botol minum plastik sekali pakai, terutama yang sering terpapar panas.
Baca Juga: IDAI: 1 dari 3 Remaja di Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kenali Tandanya
Langkah-langkah tersebut dapat membantu mengurangi paparan mikroplastik sekaligus mendukung gaya hidup yang lebih sehat.
Editor : Ubaidillah