BGN Ancam Tutup SPPG yang Langgar Standar Keamanan Pangan dan Gizi MBG

Ubaidillah • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 08:30 WIB
Kepala BGN Sudaryono. (Foto: Brigitta Belia)
Kepala BGN Sudaryono. (Foto: Brigitta Belia)

 

RadarBangkalan.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan akan menutup operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar keamanan pangan, mutu gizi, kebersihan, dan prosedur operasional dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tegas tersebut diambil untuk menjaga kualitas layanan dan keselamatan penerima manfaat program.

Sudaryono menjelaskan bahwa BGN tetap mengedepankan pembinaan dan evaluasi sebelum menjatuhkan sanksi. Namun, apabila pengelola SPPG tidak menunjukkan komitmen untuk memperbaiki kekurangan, operasional fasilitas tersebut akan dihentikan.

Baca Juga: 4 Minuman yang Disebut Bisa Memperpanjang Umur, Teh Hijau hingga Air Putih

"Kita akan perbaiki, akan kita tegur. Kalau memang tidak bisa memperbaiki, kita tutup. Kalau memang tidak bisa memenuhi standar keamanan, standar gizi, standar mutu dan juga operasional yang baik," ujar Sudaryono dalam keterangan resminya, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, ketegasan diperlukan agar pelanggaran yang dilakukan segelintir pihak tidak merusak citra Program Makan Bergizi Gratis secara keseluruhan.

"Jangan sampai nila setitik, rusak susu sebelanga," katanya.

Baca Juga: Hipoglikemia Bisa Terjadi pada Orang Tanpa Diabetes, Ini Penyebab dan Gejalanya

 

BGN Terapkan Reward dan Punishment

Sudaryono menegaskan BGN akan menerapkan sistem penghargaan dan sanksi kepada seluruh SPPG. Fasilitas yang menjalankan operasional sesuai standar akan diberikan apresiasi, sedangkan pelanggaran akan ditindak tegas.

"Mungkin kalau SPPG-nya bandel, SPPG-nya tidak disiplin, atau petugasnya tidak disiplin dan tidak bekerja dengan baik, ya kita mesti hentikan. Kita harus berani. Yang bagus kita reward, yang jelek kita kasih punishment," tegasnya.

Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik Jalan Kaki untuk Jantung? Studi Ungkap Pagi hingga Malam Punya Manfaat Berbeda

Sidak Acak Dilakukan Tanpa Pemberitahuan

Untuk memastikan standar pelayanan tetap terjaga, BGN rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara acak tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah lokasi, seperti SPPG Pasir Kuda 03, SPPG Cipaku 02, dan SPPG Tegal Bundil 5, mayoritas fasilitas telah menjalankan operasional sesuai petunjuk teknis dan standar yang ditetapkan.

Meski demikian, BGN mengingatkan bahwa pengelola SPPG tidak boleh lengah. Konsistensi dalam menjaga kualitas layanan menjadi tantangan utama seiring bertambahnya cakupan penerima manfaat MBG.

Baca Juga: Dokter Jelaskan Perbedaan Penyakit Jantung Bawaan pada Anak dan Sakit Jantung Orang Dewasa

Variasi Menu Jadi Tantangan Berikutnya

Selain memastikan keamanan pangan dan mutu gizi, Sudaryono menilai variasi menu menjadi aspek penting yang harus terus ditingkatkan agar penerima manfaat tidak merasa bosan.

"Tantangan terbesar bagi SPPG yang telah menerapkan SOP adalah menjaga kualitas dan variasi menu agar penerima manfaat tidak merasa bosan," ujarnya.

Ia berharap seluruh pengelola SPPG terus berinovasi dalam menyusun menu bergizi tanpa mengabaikan standar keamanan pangan dan kualitas bahan makanan.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Dokter Tegaskan Main Gadget Tidak Membuat Jantung Anak Lemah

Masyarakat Diminta Ikut Mengawasi

Sudaryono juga mengajak masyarakat dan media untuk berperan aktif mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, laporan dan masukan dari publik menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan serta memastikan seluruh SPPG menjalankan operasional sesuai ketentuan.

Baca Juga: IDAI: 1 dari 3 Remaja di Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kenali Tandanya

Dengan pengawasan yang ketat, BGN berharap kualitas Program Makan Bergizi Gratis tetap terjaga sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Editor : Ubaidillah
sudaryono Kepala BGN Program Makan Bergizi badan gizi nasional SPPG