RadarBangkalan.id - Peradangan kulit merupakan kondisi yang ditandai dengan kemerahan, gatal, bengkak, ruam, hingga lepuhan. Penyebabnya beragam, mulai dari reaksi alergi, infeksi bakteri atau jamur, paparan sinar matahari, hingga gangguan sistem imun seperti psoriasis dan lupus.
Mengenali penyebab peradangan kulit sejak dini penting dilakukan agar penanganan yang tepat dapat segera diberikan. Dengan begitu, risiko komplikasi maupun kerusakan kulit yang lebih serius dapat diminimalkan.
Baca Juga: Hipoglikemia Bisa Terjadi pada Orang Tanpa Diabetes, Ini Penyebab dan Gejalanya
Peradangan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh merespons rangsangan atau ancaman tertentu. Menurut Healthline, proses tersebut melibatkan pelepasan berbagai zat kimia yang membuat pembuluh darah melebar dan lebih permeabel sehingga memunculkan tanda khas berupa kemerahan, rasa hangat, pembengkakan, dan nyeri.
Berikut beberapa penyebab utama peradangan kulit yang perlu diketahui.
1. Reaksi Alergi
Reaksi alergi menjadi salah satu penyebab paling umum terjadinya peradangan pada kulit. Kondisi ini muncul ketika sistem imun bereaksi berlebihan terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya, seperti debu, makanan, sabun, kosmetik, atau bahan kimia tertentu.
Baca Juga: 4 Minuman yang Disebut Bisa Memperpanjang Umur, Teh Hijau hingga Air Putih
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Ruri D. Pamela, Sp.DVE, FINSDV, menjelaskan bahwa pelepasan histamin dan zat peradangan lainnya menyebabkan kulit menjadi merah, bengkak, gatal, terasa hangat, bahkan perih.
Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik Jalan Kaki untuk Jantung? Studi Ungkap Pagi hingga Malam Punya Manfaat Berbeda
Beberapa bentuk alergi kulit yang sering ditemukan antara lain:
- Eksim (dermatitis atopik), ditandai ruam bersisik dan gatal.
- Biduran (urtikaria), berupa bentol atau bercak merah yang terasa gatal.
Penanganan umumnya meliputi menghindari alergen, penggunaan pelembap, antihistamin, hingga salep kortikosteroid sesuai anjuran dokter.
Baca Juga: Hotman Paris Lepas Kuasa Hukum Febrie Adriansyah karena Kondisi Kesehatan Memburuk
2. Infeksi Bakteri, Virus, atau Jamur
Infeksi mikroorganisme juga dapat menyebabkan peradangan kulit dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Beberapa contohnya meliputi:
- Impetigo, infeksi bakteri yang mudah menular dan sering diawali dari luka kecil.
- Selulitis, infeksi bakteri yang menyerang lapisan kulit lebih dalam sehingga menimbulkan nyeri, bengkak, dan kemerahan.
- Kurap (tinea), infeksi jamur yang menyebabkan bercak melingkar, bersisik, dan terasa gatal.
Infeksi bakteri biasanya memerlukan antibiotik, sedangkan infeksi jamur diobati menggunakan krim atau salep antijamur. Pada kasus berat, pasien mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit.
Baca Juga: Dokter Jelaskan Perbedaan Penyakit Jantung Bawaan pada Anak dan Sakit Jantung Orang Dewasa
3. Fotosensitivitas Akibat Paparan Sinar Matahari
Fotosensitivitas merupakan reaksi berlebihan kulit terhadap sinar ultraviolet (UV). Kondisi ini dapat dipicu oleh penggunaan obat-obatan tertentu, produk perawatan kulit, maupun gangguan autoimun.
Gejalanya meliputi:
- Ruam merah.
- Gatal.
- Lepuhan.
- Luka atau lesi pada area yang terkena sinar matahari.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Dokter Tegaskan Main Gadget Tidak Membuat Jantung Anak Lemah
Pada kasus ringan, penderita dianjurkan menghindari paparan sinar matahari langsung, memperbanyak minum air putih, serta menggunakan pelembap. Jika disertai demam, kelelahan berat, atau gejala menyerupai flu, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.
Baca Juga: IDAI: 1 dari 3 Remaja di Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kenali Tandanya
4. Gangguan Sistem Imun (Autoimun)
Peradangan kulit juga dapat terjadi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri.
Beberapa penyakit autoimun yang sering memengaruhi kulit antara lain:
- Psoriasis, ditandai kulit menebal, bersisik, dan mudah mengelupas.
- Lupus, yang dapat menyebabkan ruam terutama pada area yang terkena sinar matahari.
- Penyakit celiac, yang pada sebagian penderita menimbulkan ruam kulit sangat gatal akibat respons terhadap gluten.
Penyakit autoimun bersifat kronis dan belum dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, gejalanya dapat dikendalikan melalui obat-obatan, salep, terapi, serta perubahan gaya hidup sesuai anjuran dokter.
Baca Juga: Sering Menyundul Bola Saat Bermain Sepak Bola, Apakah Bisa Merusak Otak?
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri apabila peradangan kulit disertai:
- Demam tinggi.
- Nyeri hebat.
- Bengkak yang semakin meluas.
- Keluar nanah.
- Lepuhan yang menyebar.
- Sulit bernapas akibat reaksi alergi.
- Tidak membaik setelah beberapa hari pengobatan mandiri.
Penanganan yang cepat dapat mencegah komplikasi serta mempercepat proses penyembuhan.
Baca Juga: Prancis Setujui RUU Euthanasia, Pasien Penyakit Terminal Bisa Akhiri Hidup Secara Medis
Editor : Ubaidillah