RadarBangkalan.id - Kecerdasan anak memang dipengaruhi faktor genetik, tetapi bukan satu-satunya penentu. Dokter spesialis anak menegaskan bahwa perkembangan otak juga sangat dipengaruhi nutrisi, stimulasi, dan kasih sayang, terutama selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Periode sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun menjadi fase paling penting dalam pembentukan otak. Pada masa tersebut, sekitar 80 persen perkembangan otak manusia telah terbentuk sehingga orang tua perlu memberikan perhatian maksimal terhadap tumbuh kembang anak.
Baca Juga: Penyebab Peradangan Kulit yang Perlu Diwaspadai, dari Alergi hingga Penyakit Autoimun
Dokter Spesialis Anak dr. Kanya Ayu, Sp.A menjelaskan bahwa secara genetik kecerdasan memang banyak dikaitkan dengan faktor keturunan dari ibu. Namun, kemampuan intelektual anak tidak hanya ditentukan oleh faktor bawaan.
"Kecerdasan anak biasanya diturunkan dari ibunya. Tapi betul tidak hanya dari genetik saja. Dari dalam kandungan sampai setidaknya 1.000 hari pertama kehidupan atau sampai usia 2 tahun itu perkembangan otak manusia mencapai 80 persen otak dewasanya," ujar dr. Kanya dalam talkshow Early Life Nutrition - Next Gen(Re) Parenting yang digelar Morinaga di Jakarta Pusat.
Menurutnya, terdapat tiga faktor utama yang harus berjalan seimbang untuk mendukung perkembangan kecerdasan anak, yaitu asah, asih, dan asuh.
Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Paparan Berita Buruk, Hindari Doomscrolling Berlebihan
1. Asah: Pemenuhan Nutrisi yang Optimal
Aspek pertama adalah asah, yaitu pemenuhan nutrisi yang dibutuhkan otak dan tubuh anak agar berkembang secara optimal.
Beberapa nutrisi penting yang perlu dipenuhi meliputi:
Baca Juga: Hipoglikemia Bisa Terjadi pada Orang Tanpa Diabetes, Ini Penyebab dan Gejalanya
- Protein.
- Zat besi.
- DHA.
- Vitamin dan mineral.
- Mikronutrien serta makronutrien lainnya.
Nutrisi yang cukup sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun berperan besar dalam mendukung pembentukan sel-sel otak dan kemampuan belajar anak.
2. Asih: Kasih Sayang dan Dukungan Emosional
Faktor kedua adalah asih, yakni hubungan emosional yang terjalin antara orang tua dan anak.
Baca Juga: 4 Minuman yang Disebut Bisa Memperpanjang Umur, Teh Hijau hingga Air Putih
Kasih sayang, perhatian, serta cara orang tua merespons emosi anak akan memengaruhi perkembangan psikologisnya, termasuk kemampuan menghadapi stres, membangun rasa percaya diri, dan berinteraksi dengan lingkungan.
3. Asuh: Stimulasi yang Konsisten
Selain nutrisi dan kasih sayang, stimulasi juga menjadi bagian penting dalam pembentukan kecerdasan.
dr. Kanya menegaskan bahwa memberikan makanan bergizi saja tidak cukup apabila anak jarang diajak berinteraksi.
Orang tua dianjurkan untuk rutin:
- Mengajak anak berbicara.
- Membacakan buku cerita.
- Bermain bersama.
- Mengajak bernyanyi.
- Memberikan permainan edukatif sesuai usia.
Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik Jalan Kaki untuk Jantung? Studi Ungkap Pagi hingga Malam Punya Manfaat Berbeda
Aktivitas sederhana tersebut membantu membangun kemampuan bahasa, sosial, motorik, serta perkembangan kognitif anak.
Perkembangan Otak Terjadi Sangat Pesat pada 1.000 HPK
Masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan, mulai dari kehamilan hingga usia dua tahun, merupakan periode emas perkembangan otak.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Dokter Tegaskan Main Gadget Tidak Membuat Jantung Anak Lemah
Pada fase ini, otak berkembang sangat cepat sehingga pemenuhan nutrisi, stimulasi, dan lingkungan yang mendukung menjadi investasi penting bagi kesehatan serta kemampuan belajar anak di masa depan.
Karena itu, orang tua disarankan tidak hanya fokus pada faktor keturunan, tetapi juga memastikan kebutuhan fisik, emosional, dan perkembangan anak terpenuhi secara seimbang.
Editor : Ubaidillah