Fenomena Bediding Bikin Suhu di Jawa Makin Dingin, BMKG Ungkap Penyebab dan Daerah Terparah

Ubaidillah • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 06:26 WIB
Foto: ANTARA FOTO /Irfan Sumanjaya
Foto: ANTARA FOTO /Irfan Sumanjaya

 

RadarBangkalan.id - Fenomena bediding kembali dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Pulau Jawa. Dalam beberapa hari terakhir, suhu udara pada malam hingga pagi hari terasa lebih dingin dibanding biasanya. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi ini merupakan fenomena yang lazim terjadi saat musim kemarau akibat penguatan Monsun Australia.

BMKG menjelaskan, angin Monsun Australia membawa massa udara kering yang mengurangi kandungan uap air di atmosfer. Dampaknya, pembentukan awan menjadi lebih sedikit sehingga panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih mudah terlepas ke atmosfer pada malam hari. Kondisi inilah yang menyebabkan suhu udara turun cukup signifikan, terutama menjelang pagi.

Baca Juga: Penyebab Peradangan Kulit yang Perlu Diwaspadai, dari Alergi hingga Penyakit Autoimun

Berdasarkan data BMKG selama 10 tahun terakhir, penurunan suhu mulai terasa sejak Juli dan biasanya mencapai puncaknya pada Juli hingga Agustus.

Sebagai contoh, suhu udara di Kabupaten Malang dapat turun hingga di bawah 19,5 derajat Celsius, jauh lebih rendah dibandingkan Jakarta yang cenderung memiliki suhu lebih hangat dan stabil sepanjang malam.

BMKG juga menegaskan bahwa kondisi topografi menjadi faktor penting yang memengaruhi intensitas suhu dingin. Wilayah dataran tinggi dan pegunungan cenderung mengalami penurunan suhu lebih ekstrem dibanding daerah dataran rendah.

Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Paparan Berita Buruk, Hindari Doomscrolling Berlebihan

Hasil pemantauan menggunakan peta Land Surface Temperature (LST) malam dari sensor MODIS pada satelit cuaca menunjukkan zona bersuhu rendah membentang mengikuti kawasan pegunungan di Pulau Jawa. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa kawasan pegunungan menjadi wilayah yang paling terdampak fenomena bediding.

Dalam sebulan terakhir, BMKG mencatat suhu minimum di kawasan Gunung Bromo mencapai 3,9 derajat Celsius. Sementara itu, suhu terendah terjadi di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, yang menyentuh 0,7 derajat Celsius.

Pada kondisi yang sangat dingin, embun yang menempel di dedaunan dapat membeku menjadi kristal es. Fenomena yang dikenal masyarakat sebagai embun upas ini kerap muncul di kawasan Dieng saat suhu udara mendekati titik beku.

Baca Juga: Hipoglikemia Bisa Terjadi pada Orang Tanpa Diabetes, Ini Penyebab dan Gejalanya

BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang berada di wilayah dataran tinggi, untuk menjaga kondisi tubuh dengan mengenakan pakaian hangat dan tetap memantau informasi cuaca resmi selama musim kemarau berlangsung.

Editor : Ubaidillah
suhu dingin fenomena cuaca bmkg bediding pulau jawa