Berat Badan Sempat 190 Kg, Pria Ini Divonis Gagal Ginjal Stadium Akhir akibat Gaya Hidup

Ubaidillah • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 07:30 WIB
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Creativalmages)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Creativalmages)

 

RadarBangkalan.id - Kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji, minuman manis, dan makanan ultra olahan (ultra-processed food/UPF) dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk gagal ginjal. Kisah Muhd Idzwan Syafiq Mohd Johari, pria asal Malaysia yang sempat memiliki berat badan 190 kilogram, menjadi gambaran nyata bagaimana pola hidup tidak sehat dapat berdampak serius pada kesehatan.

Setelah bertahun-tahun menjalani pola makan tinggi garam, gula, lemak, dan perasa buatan, Idzwan didiagnosis mengalami gagal ginjal stadium akhir. Kondisinya kemudian membaik setelah mengubah pola makan dan gaya hidup secara drastis, hingga fungsi ginjalnya meningkat ke stadium tiga.

Baca Juga: Fenomena Bediding Bikin Suhu di Jawa Makin Dingin, BMKG Ungkap Penyebab dan Daerah Terparah

Idzwan mengaku selama bertahun-tahun tidak memperhatikan kandungan nutrisi makanan yang dikonsumsinya. Menu hariannya didominasi makanan cepat saji, minuman manis, serta berbagai jenis saus yang tinggi garam dan gula.

Kondisinya semakin memburuk setelah mengalami cedera tulang belakang akibat terjatuh pada 2019. Saat itu berat badannya mencapai sekitar 150 kilogram dan ia harus menjalani tirah baring selama hampir tiga tahun. Selain obesitas, ia juga mengalami asam urat dan pembekuan darah di paru-paru sebelum akhirnya didiagnosis menderita penyakit ginjal stadium akhir.

Baca Juga: Penyebab Peradangan Kulit yang Perlu Diwaspadai, dari Alergi hingga Penyakit Autoimun

Pada November 2023, Idzwan sempat menjalani enam kali prosedur hemodialisis atau cuci darah. Namun, terapi tersebut dihentikan setelah muncul infeksi bakteri.

Sejak saat itu, ia mulai menerapkan pola hidup sehat dengan memperbanyak konsumsi sayur, menghindari makanan olahan, membatasi gula, serta mengurangi protein hewani. Dalam waktu enam bulan, berat badannya turun drastis menjadi sekitar 55 kilogram dan kondisi ginjalnya membaik hingga masuk stadium tiga.

Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Paparan Berita Buruk, Hindari Doomscrolling Berlebihan

Mengapa Obesitas Bisa Menyebabkan Gagal Ginjal?

Pola makan tinggi garam, gula tambahan, lemak jenuh, dan makanan ultra olahan memang tidak secara langsung menyebabkan gagal ginjal. Namun, kebiasaan tersebut dapat memicu obesitas, hipertensi, diabetes tipe 2, dan gangguan metabolisme yang merupakan faktor risiko utama penyakit ginjal kronis.

Baca Juga: Hipoglikemia Bisa Terjadi pada Orang Tanpa Diabetes, Ini Penyebab dan Gejalanya

1. Hiperfiltrasi Glomerulus

Pada orang dengan obesitas, ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaring darah karena kebutuhan metabolisme tubuh meningkat. Kondisi yang dikenal sebagai hiperfiltrasi glomerulus ini menyebabkan tekanan pada unit penyaring ginjal terus meningkat.

Jika berlangsung lama, glomerulus akan mengalami kerusakan sehingga kemampuan ginjal menyaring limbah tubuh terus menurun. Penelitian yang diterbitkan dalam Nature Reviews Nephrology tahun 2017 menyebut hiperfiltrasi sebagai salah satu mekanisme utama hubungan antara obesitas dan penyakit ginjal kronis.

2. Peradangan Kronis

Jaringan lemak berlebih menghasilkan berbagai zat pemicu peradangan atau sitokin proinflamasi. Peradangan kronis yang berlangsung bertahun-tahun dapat merusak jaringan ginjal, memicu terbentuknya jaringan parut (fibrosis), dan mempercepat penurunan fungsi ginjal.

Baca Juga: 4 Minuman yang Disebut Bisa Memperpanjang Umur, Teh Hijau hingga Air Putih

3. Stres Oksidatif

Konsumsi makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan UPF meningkatkan pembentukan radikal bebas di dalam tubuh. Ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan menyebabkan stres oksidatif yang dapat merusak sel-sel ginjal serta pembuluh darah kecil di organ tersebut.

Kerusakan akan semakin cepat apabila disertai hipertensi atau diabetes yang tidak terkontrol.

4. Resistensi Insulin

Obesitas juga meningkatkan risiko resistensi insulin sehingga kadar gula darah lebih sulit dikendalikan. Dalam jangka panjang, gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal dan menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara bertahap.

Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik Jalan Kaki untuk Jantung? Studi Ungkap Pagi hingga Malam Punya Manfaat Berbeda

Diabetes tipe 2 sendiri merupakan salah satu penyebab utama penyakit ginjal kronis di seluruh dunia.

Baca Juga: Hotman Paris Lepas Kuasa Hukum Febrie Adriansyah karena Kondisi Kesehatan Memburuk

Studi: Makanan Ultra Olahan Tingkatkan Risiko Penyakit Ginjal

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Nutrition pada 2024 menemukan bahwa kelompok yang paling banyak mengonsumsi makanan ultra olahan memiliki risiko 18 persen lebih tinggi mengalami penyakit ginjal kronis dibanding kelompok dengan konsumsi paling rendah.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa setiap peningkatan konsumsi UPF sebesar 10 persen berkaitan dengan kenaikan risiko penyakit ginjal kronis sebesar 7 persen. Kandungan natrium, gula tambahan, fosfat, dan berbagai zat aditif diduga berkontribusi terhadap kerusakan ginjal dalam jangka panjang.

Baca Juga: Dokter Jelaskan Perbedaan Penyakit Jantung Bawaan pada Anak dan Sakit Jantung Orang Dewasa

Cara Menjaga Kesehatan Ginjal

Untuk menjaga fungsi ginjal tetap optimal, masyarakat dianjurkan menerapkan pola makan sehat dan gaya hidup aktif, antara lain:

Penerapan gaya hidup sehat sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan ginjal dan menurunkan risiko berkembangnya penyakit ginjal kronis hingga gagal ginjal.

Editor : Ubaidillah
pola makan buruk makanan cepat saji obesitas gagal ginjal kesehatan ginjal