Kasus Cyclosporiasis Melonjak di AS, CDC Catat Lebih dari 4.000 Infeksi Terkonfirmasi

Ubaidillah • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 05:24 WIB
Foto: Getty Images/Md Babul Hosen
Foto: Getty Images/Md Babul Hosen

 

RadarBangkalan.id - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melaporkan lonjakan signifikan kasus cyclosporiasis di berbagai wilayah Amerika Serikat. Hingga Selasa (21/7/2026), lebih dari 4.000 kasus terkonfirmasi baru telah tercatat, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan laporan pekan sebelumnya yang mencatat 1.645 kasus.

Selain kasus yang telah terkonfirmasi, CDC juga sedang menyelidiki lebih dari 7.400 kasus tambahan yang masih memerlukan analisis untuk memastikan apakah infeksi tersebut diperoleh di dalam negeri. Jumlah ini meningkat sekitar 45 persen dibandingkan laporan sebelumnya yang mencatat sekitar 5.100 kasus suspek.

Baca Juga: Fenomena Bediding Bikin Suhu di Jawa Makin Dingin, BMKG Ungkap Penyebab dan Daerah Terparah

Lonjakan tersebut menjadikan wabah cyclosporiasis tahun ini sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah kasus terkonfirmasi bahkan telah melampaui total 3.955 kasus yang dilaporkan sepanjang tahun 2025.

Ribuan Kasus Dilaporkan di Sejumlah Negara Bagian

Departemen kesehatan di Michigan, Ohio, Indiana, Kentucky, West Virginia, dan New York melaporkan lebih dari 8.000 kasus penyakit ini selama musim panas 2026.

Michigan menjadi wilayah dengan jumlah laporan tertinggi. Hingga 21 Juli 2026, negara bagian tersebut mencatat 6.571 kasus cyclosporiasis.

Baca Juga: Penyebab Peradangan Kulit yang Perlu Diwaspadai, dari Alergi hingga Penyakit Autoimun

Meski demikian, peningkatan angka yang dilaporkan tidak berarti seluruh pasien baru terinfeksi dalam waktu singkat. CDC menjelaskan bahwa pelaporan penyakit ini sering mengalami keterlambatan karena gejala dapat muncul hingga dua minggu setelah paparan parasit. Proses pemeriksaan laboratorium dan investigasi epidemiologi juga membutuhkan waktu cukup lama.

Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Paparan Berita Buruk, Hindari Doomscrolling Berlebihan

Apa Itu Cyclosporiasis?

Cyclosporiasis adalah penyakit infeksi usus yang disebabkan oleh parasit Cyclospora cayetanensis. Parasit ini umumnya menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Baca Juga: Hipoglikemia Bisa Terjadi pada Orang Tanpa Diabetes, Ini Penyebab dan Gejalanya

Penderita biasanya mengalami sejumlah gejala seperti:

Gejala dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga: 4 Minuman yang Disebut Bisa Memperpanjang Umur, Teh Hijau hingga Air Putih

Selada Iceberg Diduga Jadi Sumber Wabah

Penyelidikan yang dilakukan otoritas kesehatan federal mengarah pada pasokan selada iceberg yang dipotong dan disajikan di restoran Taco Bell di lima negara bagian Amerika Serikat.

Investigasi menemukan bahwa produk tersebut berasal dari pemasok di Meksiko. Menyusul temuan tersebut, Taylor Farms de Mexico melakukan penarikan sukarela terhadap selada iceberg yang berasal dari wilayah Meksiko bagian tengah dan telah didistribusikan ke pasar Amerika Serikat.

Otoritas kesehatan masih terus menyelidiki kemungkinan sumber kontaminasi lainnya untuk memastikan penyebaran wabah dapat dikendalikan.

Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik Jalan Kaki untuk Jantung? Studi Ungkap Pagi hingga Malam Punya Manfaat Berbeda

CDC Imbau Masyarakat Waspada

CDC mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kebersihan makanan dan segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti diare berkepanjangan, kram perut, atau kelelahan setelah mengonsumsi makanan mentah.

Penyelidikan wabah masih berlangsung untuk memastikan sumber utama penyebaran dan mencegah bertambahnya jumlah kasus di berbagai negara bagian.

Editor : Ubaidillah
diare massal cyclosporiasis cdc kasus cyclosporiasis di AS kesehatan masyarakat