Jangan Anggap Sepele Ngorok Saat Tidur, Dokter Sebut Sleep Apnea Bisa Sebabkan Kematian

Ubaidillah • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 05:27 WIB
lustrasi (Foto: Getty Images/Mvitcelik)
lustrasi (Foto: Getty Images/Mvitcelik)

 

RadarBangkalan.id - Banyak orang menganggap kebiasaan ngorok atau mendengkur saat tidur sebagai hal yang normal, terutama ketika tubuh sedang lelah. Padahal, ngorok yang disertai henti napas berulang dapat menjadi tanda sleep apnea, gangguan tidur serius yang berpotensi mengancam nyawa jika tidak ditangani.

Dokter spesialis kesehatan tidur, dr. Andreas Prasadja, RPSGT, mengingatkan bahwa sleep apnea dapat menyebabkan seseorang mengalami henti napas berulang saat tidur. Kondisi tersebut membuat tubuh kekurangan oksigen dan memaksa organ vital, terutama jantung, bekerja lebih keras sepanjang malam.

Baca Juga: Fenomena Bediding Bikin Suhu di Jawa Makin Dingin, BMKG Ungkap Penyebab dan Daerah Terparah

Karena bahayanya yang sering tidak disadari, sleep apnea bahkan dikenal sebagai silent killer atau pembunuh senyap.

Apa Itu Sleep Apnea?

Sleep apnea adalah gangguan tidur yang terjadi ketika saluran napas tersumbat atau menyempit sehingga aliran udara terhenti sementara saat seseorang sedang tidur.

Penderita dapat mengalami henti napas berkali-kali dalam semalam tanpa menyadarinya. Akibatnya, kualitas tidur menurun dan tubuh tidak mendapatkan istirahat yang optimal.

Baca Juga: Penyebab Peradangan Kulit yang Perlu Diwaspadai, dari Alergi hingga Penyakit Autoimun

Gejala yang sering muncul meliputi:

Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Paparan Berita Buruk, Hindari Doomscrolling Berlebihan

Faktor Penyebab Sleep Apnea

Menurut dr. Andreas, penyebab sleep apnea pada masyarakat Indonesia tidak selalu sama dengan populasi di negara lain.

Baca Juga: Hipoglikemia Bisa Terjadi pada Orang Tanpa Diabetes, Ini Penyebab dan Gejalanya

Faktor anatomi seperti rahang yang relatif lebih sempit dan leher yang lebih pendek pada sebagian masyarakat Asia dapat meningkatkan risiko penyempitan saluran napas saat tidur.

Selain itu, beberapa faktor yang dapat memperburuk kondisi tersebut antara lain:

Saat seseorang tertidur, otot-otot tubuh menjadi lebih rileks. Pada penderita sleep apnea, kondisi ini dapat menyebabkan saluran napas menutup sehingga aliran udara terhenti sementara.

Baca Juga: 4 Minuman yang Disebut Bisa Memperpanjang Umur, Teh Hijau hingga Air Putih

Bisa Memicu Serangan Jantung

Dr. Andreas menyoroti bahwa banyak orang mengira penyebab utama ngorok hanya karena kelebihan berat badan. Akibatnya, mereka langsung meningkatkan aktivitas fisik tanpa mengetahui kondisi kesehatan yang sebenarnya.

Padahal, penderita sleep apnea mengalami tekanan berat pada sistem kardiovaskular setiap malam akibat berulang kali kekurangan oksigen saat tidur.

Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik Jalan Kaki untuk Jantung? Studi Ungkap Pagi hingga Malam Punya Manfaat Berbeda

Ketika kondisi tersebut dikombinasikan dengan aktivitas fisik berat tanpa pemeriksaan medis terlebih dahulu, risiko gangguan jantung dapat meningkat.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan sangat dianjurkan sebelum memulai program olahraga intensif, terutama bagi mereka yang memiliki kebiasaan mendengkur berat atau mengalami gejala sleep apnea.

Baca Juga: Dokter Jelaskan Perbedaan Penyakit Jantung Bawaan pada Anak dan Sakit Jantung Orang Dewasa

Kapan Harus ke Dokter?

Seseorang disarankan segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami:

Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi serius, termasuk tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, hingga kematian mendadak saat tidur.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Dokter Tegaskan Main Gadget Tidak Membuat Jantung Anak Lemah

Editor : Ubaidillah
sleep apnea silent killer ngorok obesitas serangan jantung