RadarBangkalan.id - Monosodium Glutamat (MSG) atau micin telah lama menjadi bahan penyedap rasa yang populer di berbagai masakan. Namun, di balik penggunaannya yang luas, masih banyak masyarakat yang percaya bahwa micin dapat menyebabkan seseorang menjadi bodoh atau menurunkan kecerdasan.
Faktanya, hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa konsumsi MSG dalam batas wajar dapat menurunkan fungsi otak atau menyebabkan penurunan tingkat kecerdasan. Sejumlah penelitian justru menunjukkan bahwa anggapan tersebut merupakan mitos yang berkembang selama puluhan tahun.
Baca Juga: Wanita Ini Minum 10 Cangkir Kopi Sehari, Berujung Didiagnosis Gangguan Irama Jantung
Asal Mula Mitos Micin Bikin Bodoh
Mitos mengenai bahaya MSG berawal dari laporan kasus pada akhir 1960-an yang dikenal sebagai "Chinese Restaurant Syndrome" (CRS). Saat itu, beberapa orang melaporkan gejala seperti sakit kepala, mual, dan rasa tidak nyaman setelah mengonsumsi makanan di restoran China.
Laporan tersebut kemudian mendapat perhatian luas dari media yang langsung mengaitkan gejala tersebut dengan MSG tanpa penelitian mendalam mengenai faktor lain, seperti kandungan garam, lemak, atau bahan makanan lainnya. Sejak saat itu, stigma negatif terhadap MSG terus berkembang dan melahirkan berbagai anggapan yang tidak didukung bukti ilmiah, termasuk mitos bahwa micin dapat membuat seseorang menjadi bodoh.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Ngorok Saat Tidur, Dokter Sebut Sleep Apnea Bisa Sebabkan Kematian
Baca Juga: Fenomena Bediding Bikin Suhu di Jawa Makin Dingin, BMKG Ungkap Penyebab dan Daerah Terparah
Apa Sebenarnya Micin atau MSG?
Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan, MSG merupakan penyedap rasa berbentuk kristal putih yang dihasilkan melalui proses fermentasi bahan alami.
Produksi MSG umumnya melibatkan bakteri yang diberi sumber karbohidrat seperti tebu, kentang, ampas sayuran, atau bahan alami lainnya. Melalui proses fermentasi dan teknologi produksi modern, bakteri menghasilkan glutamat yang kemudian diolah menjadi monosodium glutamat.
Baca Juga: Fenomena Bediding Bikin Suhu di Jawa Makin Dingin, BMKG Ungkap Penyebab dan Daerah Terparah
Glutamat sendiri merupakan salah satu asam amino yang secara alami juga terdapat dalam berbagai makanan seperti tomat, keju, jamur, daging, dan ASI.
Penelitian Tidak Menemukan Hubungan MSG dengan Penurunan IQ
Hingga kini, tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa konsumsi MSG menyebabkan seseorang menjadi kurang cerdas. Justru negara-negara dengan konsumsi MSG tinggi seperti Jepang, Korea Selatan, dan China memiliki rata-rata tingkat kecerdasan yang termasuk tinggi di dunia.
Masyarakat Jepang dan Korea Selatan diketahui mengonsumsi sekitar 1,2 hingga 1,7 gram MSG per hari. Sementara beberapa wilayah di China memiliki tingkat konsumsi yang bahkan lebih tinggi dibandingkan negara-negara Barat.
Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Paparan Berita Buruk, Hindari Doomscrolling Berlebihan
Meski demikian, ketiga negara tersebut tetap mencatat rata-rata skor IQ yang tinggi dan memiliki sistem pendidikan yang maju. Fakta ini menunjukkan bahwa konsumsi MSG tidak memiliki hubungan langsung dengan tingkat kecerdasan penduduk.
Dokter spesialis gizi dr. Johanes Chandrawinata, SpGK, menegaskan bahwa anggapan micin membuat bodoh hanyalah mitos yang tidak didukung bukti ilmiah.
Menurutnya, kecerdasan seseorang dipengaruhi banyak faktor seperti pendidikan, lingkungan, pola asuh, nutrisi secara keseluruhan, kualitas tidur, dan aktivitas belajar, bukan karena konsumsi MSG.
Studi pada Pasien Demensia
Sebuah penelitian berjudul "Effect of Monosodium L-Glutamate (Umami Substance) on Cognitive Function in People with Dementia" juga menunjukkan bahwa konsumsi MSG dalam jumlah wajar tidak menyebabkan penurunan fungsi kognitif pada pasien demensia.
Baca Juga: 4 Minuman yang Disebut Bisa Memperpanjang Umur, Teh Hijau hingga Air Putih
Penelitian tersebut bahkan menemukan indikasi bahwa MSG dapat membantu mempertahankan atau sedikit meningkatkan beberapa fungsi kognitif tertentu melalui peningkatan nafsu makan dan kualitas asupan makanan.
MSG Bukan Zat Berbahaya Jika Dikonsumsi Wajar
Ahli gizi dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, menjelaskan bahwa MSG bukan merupakan zat beracun apabila digunakan sesuai takaran yang dianjurkan.
MSG mengandung glutamat, yaitu asam amino yang juga ditemukan secara alami dalam berbagai bahan makanan. Karena itu, tubuh manusia sebenarnya sudah terbiasa memproses glutamat dari makanan sehari-hari.
Baca Juga: Dokter Jelaskan Perbedaan Penyakit Jantung Bawaan pada Anak dan Sakit Jantung Orang Dewasa
Meski aman, konsumsi MSG tetap perlu dibatasi agar pola makan tetap seimbang dan tidak berlebihan.
Batas Aman Konsumsi MSG
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa asupan MSG yang dapat diterima tubuh berada pada kisaran 0 hingga 120 mg per kilogram berat badan per hari.
Selain itu, penelitian mengenai konsumsi glutamat di berbagai negara menunjukkan rata-rata total asupan glutamat dari makanan berkisar antara 5 hingga 12 gram per hari.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Dokter Tegaskan Main Gadget Tidak Membuat Jantung Anak Lemah
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap penggunaan MSG dalam masakan sehari-hari. Yang lebih penting adalah menjaga pola makan bergizi seimbang, mengurangi konsumsi makanan ultra-proses, serta memperhatikan asupan garam, gula, dan lemak secara keseluruhan.
Editor : Ubaidillah