RadarBangkalan.id - Micin atau Monosodium Glutamat (MSG) menjadi salah satu bahan penyedap yang banyak digunakan dalam masakan Indonesia maupun hidangan oriental. MSG dikenal mampu memberikan rasa gurih atau umami yang membuat makanan terasa lebih lezat. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang mempertanyakan asal-usul micin dan dampaknya terhadap kesehatan.
Secara ilmiah, micin merupakan garam natrium dari asam amino L-glutamat yang diproduksi melalui proses fermentasi. Bahan bakunya dapat berasal dari sumber karbohidrat seperti tebu, singkong, atau bahan alami lainnya yang difermentasi menggunakan mikroorganisme tertentu hingga menghasilkan glutamat.
Baca Juga: Wanita Ini Minum 10 Cangkir Kopi Sehari, Berujung Didiagnosis Gangguan Irama Jantung
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa MSG aman dikonsumsi selama digunakan dalam jumlah wajar. Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat bahkan menetapkan MSG sebagai bahan yang masuk kategori Generally Recognized as Safe (GRAS). Penilaian serupa juga didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Food and Agriculture Organization (FAO), serta diakui oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Salah satu mitos yang paling sering beredar adalah anggapan bahwa micin dapat menyebabkan seseorang menjadi bodoh atau menurunkan fungsi otak. Namun hingga kini, tidak ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan bahwa konsumsi MSG dalam jumlah normal dapat merusak otak atau menurunkan kecerdasan.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Ngorok Saat Tidur, Dokter Sebut Sleep Apnea Bisa Sebabkan Kematian
Para ahli menjelaskan bahwa penurunan fungsi kognitif lebih sering dipengaruhi oleh faktor lain seperti kurang tidur, stres berkepanjangan, kelelahan, pola makan tidak seimbang, hingga gangguan kesehatan tertentu. MSG bukan penyebab utama seseorang mengalami penurunan kemampuan berpikir.
Di Indonesia, penggunaan MSG diatur melalui Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 23 Tahun 2013 tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Penguat Rasa. Secara umum, konsumsi MSG sekitar 4 hingga 6 gram per hari masih dianggap aman bagi orang dewasa.
Baca Juga: Fenomena Bediding Bikin Suhu di Jawa Makin Dingin, BMKG Ungkap Penyebab dan Daerah Terparah
Sementara itu, WHO menetapkan batas asupan harian yang dapat diterima hingga 120 mg per kilogram berat badan. Dengan demikian, penggunaan MSG dalam masakan rumah tangga masih tergolong aman selama tidak berlebihan.
Baca Juga: Penyebab Peradangan Kulit yang Perlu Diwaspadai, dari Alergi hingga Penyakit Autoimun
MSG banyak digunakan pada berbagai hidangan seperti nasi goreng, rendang, gulai, sup, tumisan, hingga makanan olahan lainnya. Selain memberikan rasa gurih yang khas, MSG juga dapat membantu mengurangi penggunaan garam berlebih dalam beberapa jenis masakan.
Meski aman, masyarakat tetap disarankan mengonsumsi MSG secara bijak sebagai bagian dari pola makan sehat dan seimbang. Mengatur asupan makanan bergizi, cukup tidur, serta menjalani gaya hidup aktif tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan tubuh dan fungsi otak.
Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Paparan Berita Buruk, Hindari Doomscrolling Berlebihan
Editor : Ubaidillah