RadarBangkalan.id - Selebgram dan pengusaha kecantikan Valencia Nathania mengungkap dirinya baru saja menjalani operasi besar akibat jantung bocor di usia 30 tahun. Pendiri Harlette Beauty tersebut harus menjalani tindakan medis setelah dokter menemukan adanya kebocoran pada jantungnya dengan ukuran yang cukup besar.
Kondisi kesehatan Valencia pertama kali diungkap oleh sang suami, Julio Ekspor. Tak lama kemudian, Valencia turut menjelaskan kondisi yang dialaminya melalui media sosial pribadinya. Beruntung, operasi berjalan lancar dan kondisinya kini dilaporkan terus membaik dalam masa pemulihan.
Baca Juga: BPOM Resmi Terapkan Nutri-Level Mulai 2026, Ini Arti Kode Warna A-D pada Minuman Kemasan
"Jadi intinya jantung aku bocor dan ini bisa terjadi sama siapa aja, di usia berapa aja," ungkap Valencia melalui akun media sosialnya.
Awalnya Dikira Paru-paru Basah
Sebelum mendapatkan diagnosis jantung bocor, Valencia mengalami gejala yang cukup umum dan sering dianggap sepele, yakni tubuh yang mudah lelah atau fatigue.
Karena keluhannya tidak spesifik, kondisi tersebut sempat diduga sebagai gangguan paru-paru basah. Namun setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dokter menemukan bahwa sumber masalah berasal dari adanya kebocoran pada sekat jantung.
Baca Juga: Wanita Ini Minum 10 Cangkir Kopi Sehari, Berujung Didiagnosis Gangguan Irama Jantung
Kasus seperti ini bukanlah hal yang jarang terjadi. Banyak penderita jantung bocor baru mengetahui kondisinya saat memasuki usia dewasa karena sebelumnya tidak mengalami gejala yang berarti.
Mengapa Jantung Bocor Bisa Baru Terdeteksi Saat Dewasa?
Menurut penjelasan yang dikutip dari Mayo Clinic, jantung bocor pada orang dewasa umumnya disebabkan oleh kelainan jantung bawaan yang tidak terdiagnosis sejak kecil.
Kondisi tersebut biasanya berupa Atrial Septal Defect (ASD) atau Ventricular Septal Defect (VSD), yaitu adanya lubang atau celah pada sekat yang memisahkan ruang-ruang jantung.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Ngorok Saat Tidur, Dokter Sebut Sleep Apnea Bisa Sebabkan Kematian
Saat masih kecil, ukuran kebocoran yang kecil hingga sedang sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun seiring bertambahnya usia dan meningkatnya beban kerja jantung, dampak dari kebocoran tersebut mulai muncul dan menimbulkan keluhan kesehatan.
Gejala Jantung Bocor pada Orang Dewasa
Jantung bocor menyebabkan darah kaya oksigen bercampur dengan darah yang belum kaya oksigen. Akibatnya, suplai oksigen ke jaringan tubuh menjadi kurang optimal dan tekanan pada pembuluh darah paru-paru meningkat.
Kondisi tersebut dapat memicu berbagai gejala yang sering disalahartikan sebagai gangguan paru-paru atau kelelahan biasa.
Baca Juga: Fenomena Bediding Bikin Suhu di Jawa Makin Dingin, BMKG Ungkap Penyebab dan Daerah Terparah
Berikut beberapa gejala jantung bocor pada orang dewasa yang perlu diwaspadai:
1. Mudah Lelah Berlebihan
Penderita sering merasa sangat lelah meskipun tidak melakukan aktivitas berat. Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen yang optimal.
2. Sesak Napas
Sesak napas biasanya muncul saat berolahraga, berjalan jauh, naik tangga, atau bahkan saat berbaring.
Baca Juga: Penyebab Peradangan Kulit yang Perlu Diwaspadai, dari Alergi hingga Penyakit Autoimun
3. Jantung Berdebar
Detak jantung dapat terasa lebih cepat, tidak teratur, atau berdebar-debar tanpa sebab yang jelas.
Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Paparan Berita Buruk, Hindari Doomscrolling Berlebihan
4. Pembengkakan pada Kaki dan Perut
Gangguan fungsi jantung dapat menyebabkan penumpukan cairan yang memicu pembengkakan pada tungkai, pergelangan kaki, hingga area perut.
5. Infeksi Saluran Pernapasan Berulang
Penderita jantung bocor lebih rentan mengalami infeksi paru-paru berulang akibat meningkatnya tekanan pada pembuluh darah paru atau hipertensi pulmonal.
Baca Juga: Hipoglikemia Bisa Terjadi pada Orang Tanpa Diabetes, Ini Penyebab dan Gejalanya
Pentingnya Deteksi Dini
Dokter menekankan bahwa gejala seperti mudah lelah, sesak napas, atau jantung berdebar tidak boleh diabaikan, terutama jika berlangsung dalam waktu lama atau semakin memburuk.
Pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu mendeteksi kelainan jantung bawaan yang mungkin tidak menimbulkan gejala sejak masa kanak-kanak. Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, risiko komplikasi serius akibat jantung bocor dapat diminimalkan.
Editor : Ubaidillah