RadarBangkalan.id - Anggota grup K-Pop SHINee, Minho, mendapat peringatan serius dari tim medis setelah hasil pemeriksaan kesehatannya menunjukkan tanda-tanda kerusakan otot akibat olahraga berlebihan. Idol yang dikenal memiliki gaya hidup aktif dan gemar berolahraga itu diminta mengurangi intensitas latihan serta memperbanyak waktu pemulihan.
Kondisi tersebut terungkap dalam video berjudul "Why Minho is Good at Exercising: We Explored Through the 8-Constitutions" yang diunggah melalui kanal YouTube resmi Minho pada 29 Juli 2026. Dalam video itu, Minho menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes konstitusi tubuh di sebuah klinik pengobatan tradisional Korea.
Baca Juga: BPOM Resmi Terapkan Nutri-Level Mulai 2026, Ini Arti Kode Warna A-D pada Minuman Kemasan
Dokter Temukan Tanda Kerusakan Otot
Saat meninjau hasil tes darah, dokter yang memeriksa Minho langsung menanyakan apakah ia menjalani latihan fisik berat dalam beberapa hari terakhir. Minho mengaku rutin berolahraga dengan intensitas tinggi hampir setiap hari.
Baca Juga: Wanita Ini Minum 10 Cangkir Kopi Sehari, Berujung Didiagnosis Gangguan Irama Jantung
Dokter kemudian menemukan bahwa kadar enzim AST dalam darah Minho meningkat jauh di atas batas normal. AST (Aspartate Aminotransferase) merupakan enzim yang dapat meningkat akibat kerusakan sel otot maupun gangguan hati.
Namun dalam kasus Minho, dokter menilai peningkatan AST lebih berkaitan dengan kerusakan otot (muscle damage) akibat latihan fisik yang terlalu berat atau overtraining.
Menurut tim medis, kondisi seperti ini biasanya ditemukan pada atlet profesional yang sedang menjalani latihan intensif atau baru menyelesaikan kompetisi berat.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Ngorok Saat Tidur, Dokter Sebut Sleep Apnea Bisa Sebabkan Kematian
Latihan Minho Disebut Setara Atlet Profesional
Dokter menjelaskan bahwa pola latihan yang dijalani Minho setiap hari memiliki tingkat intensitas yang sangat tinggi.
Baca Juga: Fenomena Bediding Bikin Suhu di Jawa Makin Dingin, BMKG Ungkap Penyebab dan Daerah Terparah
Bahkan, beban latihan tersebut dinilai setara dengan program yang biasa dijalani atlet profesional yang rutin mengikuti pertandingan atau kompetisi dalam waktu berdekatan.
Meski tubuh Minho memiliki kualitas otot yang sangat baik, dokter mengingatkan bahwa kemampuan tubuh untuk terus menerima tekanan fisik memiliki batas tertentu.
Indeks Pengerasan Pembuluh Darah Ikut Jadi Sorotan
Selain temuan terkait kerusakan otot, pemeriksaan kesehatan juga menunjukkan adanya peningkatan indeks arteriosklerosis atau pengerasan pembuluh darah.
Saat menjalani pemeriksaan tekanan darah dalam posisi berbaring, indeks arteriosklerosis Minho tercatat berada di angka 7,7.
Baca Juga: Penyebab Peradangan Kulit yang Perlu Diwaspadai, dari Alergi hingga Penyakit Autoimun
Tim medis menilai angka tersebut sedikit lebih tinggi dari yang diharapkan untuk pria seusianya. Kondisi ini diduga dapat dipengaruhi oleh stres fisik berkepanjangan akibat olahraga yang terlalu intens tanpa pemulihan yang cukup.
Risiko Overtraining yang Perlu Diwaspadai
Overtraining terjadi ketika tubuh menerima beban latihan yang melebihi kemampuan pemulihan. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gejala seperti:
- Nyeri otot berkepanjangan.
- Kelelahan ekstrem.
- Penurunan performa olahraga.
- Gangguan tidur.
- Penurunan daya tahan tubuh.
- Peningkatan risiko cedera.
Dalam kasus yang lebih berat, overtraining dapat memicu kerusakan otot yang signifikan dan memengaruhi fungsi organ tertentu.
Dokter Sarankan Minho Perbanyak Istirahat
Melihat hasil pemeriksaan tersebut, dokter menyarankan Minho untuk segera mengurangi intensitas olahraga dan memberikan waktu pemulihan yang lebih memadai bagi tubuhnya.
Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Paparan Berita Buruk, Hindari Doomscrolling Berlebihan
Tim medis juga meminta pelantun SHINee itu untuk menjaga pola makan yang seimbang, memperbanyak waktu istirahat, serta mengatur kembali jadwal aktivitas fisiknya agar tidak terus-menerus membebani tubuh.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah komplikasi kesehatan yang lebih serius di masa depan sekaligus menjaga kondisi fisiknya tetap optimal dalam jangka panjang.
Editor : Ubaidillah