Dokter Ungkap Mi Instan Bisa Picu Hipertensi, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Ubaidillah • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 06:30 WIB
Mi instan punya kandungan natrium yang tinggi. Foto: Getty Images/OrraweeT
Mi instan punya kandungan natrium yang tinggi. Foto: Getty Images/OrraweeT

 

RadarBangkalan.id - Mi instan menjadi makanan favorit banyak masyarakat karena praktis, murah, dan memiliki cita rasa yang lezat. Namun, di balik kemudahannya, konsumsi mi instan berlebihan berpotensi meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Badai Bhatara Tiksnadi, MM, SpJP(K), menjelaskan bahwa kandungan natrium yang tinggi dalam mi instan menjadi faktor utama yang dapat memicu kenaikan tekanan darah jika dikonsumsi terlalu sering.

Baca Juga: Diabetes Tak Hanya Naikkan Gula Darah, Bisa Picu Stroke dan Gangguan Otak

Menurut dr Badai, hubungan antara asupan natrium dan hipertensi telah terbukti secara ilmiah. Satu bungkus mi instan bahkan dapat mengandung sekitar 1.400 miligram natrium, sedangkan batas konsumsi natrium harian yang dianjurkan hanya sekitar 2.000 miligram per hari.

"Jawabannya berpotensi (memicu hipertensi). Karena hubungan antara asupan natrium dengan tekanan darah tinggi itu cukup jelas," ujar dr Badai.

Tingginya kandungan natrium tidak hanya berasal dari mi instan. Berbagai makanan lain seperti saus, kecap, sambal, mayones, makanan cepat saji, dan makanan olahan juga menyumbang asupan garam yang cukup besar dalam pola makan sehari-hari.

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang, Bisa Jadi Tanda Saraf Kejepit L4-L5

Karena itu, masyarakat disarankan untuk lebih bijak dalam mengonsumsi mi instan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengurangi penggunaan bumbu bawaan yang menjadi sumber natrium tertinggi.

"Kalau perlu seperempat saja bumbunya digunakan," kata dr Badai.

Selain mengurangi bumbu, masyarakat juga dapat mengganti penyedap dengan rempah-rempah alami saat memasak. Cara ini dinilai lebih sehat sekaligus membantu mengurangi konsumsi natrium berlebih.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Telur Disebut Bikin Bisulan, Ini Penjelasan Dokter

Sementara itu, spesialis gizi klinis dr Diana Suganda, M.Kes., SpGK menyarankan agar konsumsi mi instan tidak dilakukan terlalu sering. Idealnya, mi instan hanya dikonsumsi sesekali, misalnya satu kali dalam sebulan.

Ia juga menyarankan agar air rebusan pertama dibuang dan diganti dengan air baru sebelum disajikan. Selain itu, mi instan sebaiknya dipadukan dengan sumber protein dan sayuran agar kandungan gizinya lebih seimbang.

"Tambahkan telur, sawi, kol, atau sayuran lainnya supaya tidak hanya mengandung karbohidrat," ujar dr Diana.

Meski demikian, dr Badai menilai sumber karbohidrat seperti nasi, kentang, dan singkong tetap lebih baik dibandingkan mi instan karena minim proses pengolahan dan memiliki kandungan natrium yang jauh lebih rendah.

Menurutnya, ada dua alasan utama mengapa konsumsi mi instan perlu dibatasi, yaitu karena termasuk makanan olahan serta memiliki kandungan natrium yang tinggi yang dapat meningkatkan risiko hipertensi dalam jangka panjang.

Baca Juga: BPOM Resmi Terapkan Nutri-Level Mulai 2026, Ini Arti Kode Warna A-D pada Minuman Kemasan

Editor : Ubaidillah
natrium hidden sodium sodium hipertensi mi instan