Kanker Payudara dan Serviks Sering Tanpa Gejala, Pentingnya Skrining Rutin bagi Perempuan

Ubaidillah • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 07:30 WIB
Foto: Magnific
Foto: Magnific

 

RadarBangkalan.id - Banyak perempuan merasa dirinya sehat karena tidak mengalami keluhan apa pun. Namun, kondisi tersebut tidak selalu berarti terbebas dari risiko penyakit serius. Kanker payudara dan kanker serviks, misalnya, sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal sehingga kerap terlambat terdeteksi.

Karena itu, para ahli kesehatan menekankan pentingnya skrining rutin untuk mendeteksi kanker sejak dini. Semakin cepat kanker ditemukan, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan dan kualitas hidup pasien dapat dipertahankan.

Baca Juga: ChatGPT Sebut Kanker Sangat Tidak Mungkin, Pria Ini Justru Divonis Kanker Stadium 4

Kanker Payudara dan Serviks Masih Jadi Ancaman Serius

Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan kanker payudara masih menjadi jenis kanker dengan kasus terbanyak di Indonesia. Pada tahun 2020 tercatat sekitar 68.858 kasus baru kanker payudara.

Sementara itu, kanker serviks juga menjadi masalah kesehatan utama perempuan Indonesia dengan lebih dari 36.000 kasus baru setiap tahun. Yang mengkhawatirkan, sekitar 70 persen kasus baru diketahui setelah memasuki stadium lanjut sehingga peluang pengobatan menjadi lebih terbatas.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar tidak takut menjalani pemeriksaan kanker.

"Kanker sekarang itu bisa disembuhkan. Cancer is curable. Jadi tidak usah takut bahwa, aduh, kalau kena kanker lebih baik saya tidak diperiksa saja," ujar Budi Gunadi Sadikin.

Baca Juga: Jangan Abaikan Race Flag Saat Marathon, Ini Fungsi dan Makna Setiap Warnanya

Kanker Payudara Sering Tidak Menimbulkan Keluhan Awal

Dokter spesialis bedah onkologi, dr. Bajuadji Sp.B(K) Onk, menjelaskan banyak pasien baru memeriksakan diri setelah muncul benjolan atau perubahan pada payudara.

Padahal, pada stadium awal, kanker payudara sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas. Karena itu, skrining rutin dan pemeriksaan yang disesuaikan dengan usia maupun faktor risiko menjadi langkah penting untuk menemukan kelainan lebih cepat.

Baca Juga: KKI Kantongi 10 Tenaga Kesehatan yang Diduga Hina Pasien BPJS, Investigasi Masih Berjalan

Deteksi dini memungkinkan dokter memberikan penanganan pada tahap yang lebih awal sehingga peluang kesembuhan menjadi lebih tinggi.

Kanker Serviks Juga Kerap Tanpa Gejala

Hal serupa terjadi pada kanker serviks. Menurut dr. Denny Sanjaya, Sp.OG, Subsp. Onk, kanker serviks umumnya tidak menimbulkan gejala khas pada fase awal.

Oleh sebab itu, perempuan dianjurkan menjalani skrining rutin melalui Pap Smear atau pemeriksaan HPV untuk mendeteksi perubahan sel abnormal sebelum berkembang menjadi kanker.

Pemeriksaan yang dilakukan secara berkala dapat membantu menemukan kelainan sejak dini dan memungkinkan tindakan pencegahan maupun pengobatan dilakukan lebih cepat.

Baca Juga: KKI Kantongi 10 Tenaga Kesehatan yang Diduga Hina Pasien BPJS, Investigasi Masih Berjalan

Pemeriksaan Rutin Penting untuk Deteksi Dini

Pemeriksaan kesehatan berkala merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan perempuan. Selain membantu mendeteksi kanker payudara dan kanker serviks, skrining juga dapat mengidentifikasi berbagai faktor risiko penyakit sebelum muncul gejala.

Untuk deteksi kanker payudara, pemeriksaan yang umum dilakukan meliputi:

Sedangkan untuk deteksi kanker serviks, metode yang direkomendasikan meliputi:

Pemeriksaan tersebut dapat disesuaikan dengan usia, riwayat kesehatan, serta faktor risiko masing-masing individu.

Baca Juga: IDI Tunggu Hasil Pemeriksaan Etik Dokter yang Diduga Hina Pasien BPJS, Ini Tahapan dan Sanksinya

Jangan Tunggu Gejala Muncul

Banyak kasus kanker baru terdiagnosis setelah penyakit memasuki stadium lanjut karena pasien menunggu hingga muncul keluhan.

Padahal, kanker payudara maupun kanker serviks memiliki peluang penanganan yang jauh lebih baik apabila ditemukan sejak stadium awal. Oleh karena itu, perempuan dianjurkan memahami faktor risiko, menjalani skrining sesuai rekomendasi dokter, dan tidak menunda pemeriksaan kesehatan meskipun merasa sehat.

Deteksi dini tetap menjadi salah satu cara paling efektif untuk menurunkan risiko komplikasi dan meningkatkan peluang kesembuhan pada pasien kanker.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Telur Disebut Bikin Bisulan, Ini Penjelasan Dokter

Editor : Ubaidillah
skrining kanker kanker serviks bethsaida kanker payudara deteksi dini