RadarBangkalan.id - Seorang perempuan asal Samarinda, Kalimantan Timur, viral di media sosial setelah membagikan perjalanan panjangnya memulihkan kondisi kulit wajah yang rusak akibat penggunaan skincare mengandung merkuri. Meski telah berhenti menggunakan produk tersebut sejak bertahun-tahun lalu, dampaknya masih dirasakan hingga kini.
Perempuan bernama Nur Lenny Astia atau yang akrab disapa Tya mengaku mulai menggunakan skincare mengandung merkuri pada 2014. Namun, setahun kemudian ia memutuskan menghentikan pemakaian setelah menyadari risiko yang ditimbulkan. Sayangnya, kerusakan pada kulit wajahnya terus berkembang bahkan setelah produk tersebut tidak lagi digunakan.
Baca Juga: Apakah Hantu Benar-Benar Ada? Profesor Psikologi Jelaskan dari Sudut Pandang Ilmiah
Tya menceritakan bahwa warna kulit wajahnya perlahan berubah menjadi lebih gelap. Setelah berkonsultasi dengan sejumlah dokter, ia menerima beberapa diagnosis berbeda. Salah satu dokter yang menanganinya menduga kondisi tersebut merupakan okronosis, yaitu gangguan kulit yang ditandai perubahan warna menjadi kebiruan, keabu-abuan, atau kehitaman akibat kerusakan jaringan kulit tertentu.
Menurut Tya, dokter menjelaskan bahwa proses pemulihan okronosis membutuhkan waktu yang sangat lama. Bahkan, kemungkinan perbaikan kondisi kulit tidak bisa kembali sepenuhnya seperti semula karena kerusakan yang sudah cukup berat.
Meski menghadapi kondisi tersebut, Tya tidak menyerah. Ia terus menjalani perawatan kulit secara rutin dan konsisten selama bertahun-tahun. Selain perawatan medis, ia menilai penerimaan diri menjadi faktor penting yang membantunya bertahan menjalani proses pemulihan yang panjang.
Baca Juga: ChatGPT Sebut Kanker Sangat Tidak Mungkin, Pria Ini Justru Divonis Kanker Stadium 4
Dengan menerima kondisi dirinya, Tya merasa lebih termotivasi untuk merawat kulit tanpa terbebani ekspektasi hasil instan. Ia juga mengaku tidak lagi terlalu memikirkan komentar negatif yang muncul di media sosial.
Seiring berjalannya waktu, kondisi kulit wajahnya menunjukkan perbaikan. Tekstur kulit menjadi lebih baik, rasa tidak nyaman berkurang, dan kepercayaan dirinya meningkat. Meski warna kulit belum sepenuhnya pulih, perubahan yang terjadi membuat kualitas hidupnya menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Kasus yang dialami Tya kembali menjadi pengingat mengenai bahaya penggunaan produk skincare yang mengandung merkuri. Bahan ini dilarang digunakan dalam kosmetik karena dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari iritasi kulit, hiperpigmentasi, kerusakan jaringan kulit, hingga gangguan kesehatan yang lebih serius jika terpapar dalam jangka panjang.
Baca Juga: Jangan Abaikan Race Flag Saat Marathon, Ini Fungsi dan Makna Setiap Warnanya
Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan produk perawatan kulit yang digunakan telah memiliki izin edar resmi dan terdaftar di BPOM guna menghindari risiko efek samping berbahaya seperti yang dialami Tya.
Editor : Ubaidillah