RadarBangkalan.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap alasan di balik pernyataannya yang sempat viral terkait konsumsi telur dan bisul. Ia mengaku sengaja melontarkan pernyataan tersebut untuk memancing para ahli gizi memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat telur sebagai sumber protein hewani.
Sudaryono menegaskan dirinya memahami bahwa secara medis tidak ada hubungan langsung antara konsumsi telur dan munculnya bisul. Namun, menurutnya, mitos tersebut masih banyak dipercaya masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.
Baca Juga: Usia 111 Tahun dan Tetap Bugar, Ini Rahasia Sehat Nenek Wang dari China
Dalam keterangannya di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026), Sudaryono mengatakan dirinya sengaja memunculkan topik tersebut agar para ahli gizi dan tenaga kesehatan turut meluruskan informasi yang keliru.
Menurut Sudaryono, masih banyak orang tua yang khawatir memberikan telur dalam jumlah cukup kepada anak karena takut menyebabkan bisul. Padahal, telur merupakan salah satu sumber protein berkualitas tinggi yang mudah diperoleh dan relatif terjangkau dibandingkan sumber protein hewani lainnya.
Ia berharap perdebatan yang muncul di media sosial justru menjadi momentum untuk meningkatkan literasi gizi masyarakat. Dengan begitu, masyarakat dapat memahami pentingnya asupan protein bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Baca Juga: BPOM Temukan MinyaKita Berbau Solar, Masyarakat Diminta Jangan Gunakan dan Segera Lapor
Sementara itu, dokter spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK menegaskan bahwa bisul bukan disebabkan oleh konsumsi telur. Bisul terjadi akibat infeksi bakteri Staphylococcus aureus pada folikel rambut yang menyebabkan peradangan dan pembentukan nanah.
Menurut dr Yaze, faktor yang meningkatkan risiko bisul antara lain kebersihan kulit yang kurang terjaga, diabetes yang tidak terkontrol, daya tahan tubuh yang lemah, obesitas, serta gesekan berulang pada kulit.
Ia menjelaskan bahwa sebagian masyarakat mungkin mengaitkan telur dengan bisul karena adanya reaksi alergi telur pada beberapa orang. Reaksi alergi dapat memicu gatal dan ruam pada kulit. Jika area yang gatal terus digaruk hingga menimbulkan luka, bakteri dapat masuk dan menyebabkan infeksi yang kemudian berkembang menjadi bisul.
Baca Juga: Apakah Hantu Benar-Benar Ada? Profesor Psikologi Jelaskan dari Sudut Pandang Ilmiah
Meski demikian, kondisi tersebut bukan berarti telur menjadi penyebab langsung bisul. Alergi dan bisul merupakan dua kondisi medis yang berbeda.
Telur sendiri dikenal sebagai sumber protein hewani yang kaya nutrisi. Berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI), satu butir telur ayam mengandung sekitar 6-7 gram protein berkualitas tinggi serta berbagai vitamin dan mineral penting seperti vitamin A, vitamin D, vitamin B12, kolin, selenium, dan fosfor.
Kandungan protein dan kolin dalam telur berperan penting untuk pertumbuhan jaringan tubuh, perkembangan otak, fungsi saraf, serta menjaga kesehatan secara umum. Karena itu, konsumsi telur secara rutin pada orang sehat dinilai aman dan bermanfaat.
Baca Juga: ChatGPT Sebut Kanker Sangat Tidak Mungkin, Pria Ini Justru Divonis Kanker Stadium 4
Para ahli gizi menilai edukasi mengenai manfaat telur perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak lagi terjebak pada mitos yang tidak memiliki dasar ilmiah. Dengan pemahaman yang benar, telur dapat menjadi salah satu solusi pemenuhan kebutuhan protein masyarakat Indonesia.
Editor : Ubaidillah