Viral di Singapura, Lansia Belajar Parkour untuk Jaga Keseimbangan dan Cegah Cedera

Ubaidillah • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 06:18 WIB
Momen para lansia saat latihan parkour (Foto: REUTERS/Edgar Su)
Momen para lansia saat latihan parkour (Foto: REUTERS/Edgar Su)

 

RadarBangkalan.id - Sebuah kelas parkour khusus lansia di Singapura menjadi sorotan publik setelah videonya meraih jutaan penayangan di media sosial. Olahraga yang selama ini identik dengan aksi ekstrem anak muda ternyata dimanfaatkan untuk membantu orang lanjut usia meningkatkan keseimbangan, kekuatan tubuh, dan kepercayaan diri saat bergerak.

Fenomena ini muncul di tengah tantangan Singapura sebagai negara dengan populasi menua. Pada 2025, Singapura resmi masuk kategori super-aged society, yaitu ketika lebih dari 20 persen penduduknya berusia 65 tahun ke atas.

Baca Juga: IDI Buka Suara soal Konten Fahira Almira, Tegaskan Kritik Pasien Tidak Perlu Dibawa ke Ranah Hukum

Salah satu peserta, Betty Boon (69), mengaku merasakan perubahan besar setelah mengikuti latihan parkour selama tiga tahun. Ia kini mampu membawa sendiri koper menaiki tangga curam saat bepergian ke Jepang tanpa bantuan keluarga.

"Rasanya luar biasa, saya baru menyadari bahwa saya ternyata bisa melakukan itu," ujar Betty.

Selain meningkatkan kemampuan fisik, Betty menilai kelas tersebut menjadi sarana untuk tetap aktif bersosialisasi dengan teman-temannya. Ia juga merasakan manfaat berupa peningkatan kekuatan otot, fleksibilitas tubuh, dan kesehatan jantung.

Baca Juga: Bansos Dihentikan untuk Rekening Terindikasi Judi Online, Ribuan KPM Dicoret

Berawal dari Keluhan Masalah Keseimbangan

Kelas parkour bernama Movement Singapore didirikan oleh pelatih Tan Shie Boon pada November 2017. Ide tersebut muncul setelah seorang perempuan berusia 64 tahun ingin belajar parkour untuk mengatasi gangguan keseimbangan.

Baca Juga: Benarkah Makan Telur Bikin Bisulan? Kepala BGN dan Dokter Gizi Beri Penjelasan Ilmiah

Hasilnya di luar dugaan. Setelah dua bulan berlatih secara rutin, perempuan tersebut mampu berhenti menggunakan troli sebagai alat bantu berjalan dan kembali beraktivitas secara mandiri.

Keberhasilan itu mendorong Tan untuk mengembangkan program latihan bagi lansia yang kini semakin diminati masyarakat.

Baca Juga: Usia 111 Tahun dan Tetap Bugar, Ini Rahasia Sehat Nenek Wang dari China

Parkour Ajarkan Cara Jatuh dengan Aman

Menurut Tan, parkour bukan sekadar melompat atau memanjat rintangan. Olahraga ini juga mengajarkan teknik bergerak yang efisien, menjaga keseimbangan, serta cara jatuh yang aman untuk mengurangi risiko cedera.

Kemampuan tersebut dinilai sangat penting bagi lansia karena cedera akibat jatuh sering menjadi penyebab menurunnya mobilitas dan rasa percaya diri.

"Saya melihat banyak murid mengalami peningkatan kekuatan. Mereka mampu melakukan hal-hal yang mungkin tidak biasa dilakukan orang berusia 60 hingga 70 tahun," kata Tan.

Baca Juga: BPOM Temukan MinyaKita Berbau Solar, Masyarakat Diminta Jangan Gunakan dan Segera Lapor

Viral di Media Sosial

Popularitas kelas parkour lansia semakin meningkat setelah sejumlah video latihan mereka viral di Instagram. Perpaduan antara olahraga yang dikenal ekstrem dengan peserta berusia lanjut menarik perhatian banyak pengguna media sosial.

Bagi Tan, tujuan utama program ini bukan sekadar olahraga, tetapi membantu lansia menyadari bahwa kemampuan mereka masih bisa berkembang meski usia terus bertambah.

Baca Juga: Apakah Hantu Benar-Benar Ada? Profesor Psikologi Jelaskan dari Sudut Pandang Ilmiah

"Teruslah membuktikan kepada diri sendiri bahwa Anda bisa melakukan lebih dari yang selama ini Anda kira," ujarnya.

Editor : Ubaidillah
kesehatan lansia olahraga parkour lansia keseimbangan