Usus Buntu Tak Selalu Butuh Operasi, Ini Kondisi yang Bisa Diobati dengan Antibiotik

Ubaidillah • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:30 WIB
Ilustrasi (Foto: Getty Images/sirawit99)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/sirawit99)

 

RadarBangkalan.id - Penyakit usus buntu atau apendisitis selama ini identik dengan tindakan operasi. Banyak masyarakat menganggap setiap kasus usus buntu pasti harus menjalani pembedahan untuk mengangkat apendiks yang meradang.

Namun, dokter menjelaskan bahwa tidak semua kasus usus buntu memerlukan operasi. Pada kondisi tertentu, pengobatan dengan antibiotik dapat menjadi pilihan, meski tetap harus melalui evaluasi medis yang menyeluruh.

Baca Juga: Viral di Singapura, Lansia Belajar Parkour untuk Jaga Keseimbangan dan Cegah Cedera

Spesialis Penyakit Dalam, dr Vardian Mahardika, M.Biomed, SpPD, AIFO-K, menjelaskan bahwa secara umum apendisitis terbagi menjadi dua kategori, yakni uncomplicated appendicitis (sederhana) dan complicated appendicitis (berkomplikasi).

Usus Buntu Ringan Bisa Ditangani Tanpa Operasi

Menurut dr Vardian, pasien dengan usus buntu yang masih tergolong sederhana atau belum mengalami komplikasi dapat dipertimbangkan untuk menjalani terapi antibiotik tanpa operasi.

"Kalau uncomplicated, artinya meradang tetapi belum pecah atau membentuk abses. Pada pasien terpilih, antibiotik tanpa operasi bisa menjadi pilihan," ujarnya.

Baca Juga: IDI Buka Suara soal Konten Fahira Almira, Tegaskan Kritik Pasien Tidak Perlu Dibawa ke Ranah Hukum

Meski demikian, metode ini bukan solusi permanen karena masih terdapat kemungkinan peradangan kembali terjadi di kemudian hari.

"Tetap ada risiko kambuh dan suatu saat membutuhkan operasi," tambahnya.

Usus Buntu Pecah Harus Ditangani Lebih Agresif

Berbeda dengan kasus ringan, usus buntu yang sudah mengalami komplikasi membutuhkan penanganan lebih serius.

Baca Juga: Benarkah Makan Telur Bikin Bisulan? Kepala BGN dan Dokter Gizi Beri Penjelasan Ilmiah

Kondisi complicated appendicitis dapat berupa:

Pada kondisi tersebut, operasi pengangkatan usus buntu menjadi tindakan yang umumnya direkomendasikan.

"Operasi pengangkatan apendiks, terutama dengan teknik laparoskopi, tetap merupakan terapi bedah standar," jelas dr Vardian.

Baca Juga: Usia 111 Tahun dan Tetap Bugar, Ini Rahasia Sehat Nenek Wang dari China

Tanda Usus Buntu pada Pemeriksaan CT Scan

Untuk membantu memastikan diagnosis, dokter biasanya menggunakan pemeriksaan pencitraan seperti USG atau CT Scan.

Salah satu tanda khas yang sering ditemukan pada CT Scan adalah doughnut sign atau target sign, yaitu gambaran berbentuk lingkaran berlapis yang menyerupai donat.

"Tanda ini mendukung diagnosis appendicitis atau radang usus buntu," kata dr Vardian.

Baca Juga: BPOM Temukan MinyaKita Berbau Solar, Masyarakat Diminta Jangan Gunakan dan Segera Lapor

Ia menjelaskan bahwa apendiks normal umumnya berbentuk tabung kecil dengan diameter kurang dari 6 milimeter, tidak menebal, dan masih dapat ditekan saat pemeriksaan.

Namun, diagnosis usus buntu tidak boleh hanya didasarkan pada satu tanda pencitraan saja. Dokter juga akan mempertimbangkan gejala klinis, hasil pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan laboratorium.

Baca Juga: Apakah Hantu Benar-Benar Ada? Profesor Psikologi Jelaskan dari Sudut Pandang Ilmiah

Jangan Menunda Pemeriksaan Jika Muncul Gejala

Gejala usus buntu yang perlu diwaspadai meliputi:

Jika mengalami gejala tersebut, pasien disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Baca Juga: ChatGPT Sebut Kanker Sangat Tidak Mungkin, Pria Ini Justru Divonis Kanker Stadium 4

Editor : Ubaidillah
apendisitis antibiotik pengobatan tanpa operasi usus buntu