Radang Usus Buntu Tidak Selalu Harus Operasi, Ini Gejala dan Cara Dokter Menegakkan Diagnosis

Ubaidillah • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:00 WIB
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Chinnapong)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Chinnapong)

 

RadarBangkalan.id - Kasus yang dialami selebgram Fahira Almira kembali memicu perhatian publik terhadap penyakit radang usus buntu atau apendisitis. Kondisi ini selama ini sering dikaitkan dengan tindakan operasi, padahal diagnosis radang usus buntu tidak hanya ditentukan dari satu pemeriksaan atau keluhan pasien semata.

Dokter biasanya menegakkan diagnosis apendisitis melalui kombinasi gejala klinis, pemeriksaan fisik, tes laboratorium, hingga pemeriksaan penunjang seperti USG abdomen. Tujuannya untuk memastikan adanya peradangan pada usus buntu serta menilai tingkat keparahan kondisi pasien.

Baca Juga: Viral di Singapura, Lansia Belajar Parkour untuk Jaga Keseimbangan dan Cegah Cedera

Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Prof Ari Fahrial Syam, menjelaskan bahwa apendisitis merupakan peradangan pada appendix atau usus buntu yang dapat muncul secara akut maupun kronis.

Pada kasus akut, pasien umumnya mengalami nyeri tekan di perut kanan bawah. Rasa nyeri tersebut bisa menjadi sangat hebat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk berjalan. Keluhan biasanya semakin terasa ketika pasien bergerak atau mendapat tekanan pada area yang mengalami peradangan.

Selain nyeri perut, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan darah untuk mendukung diagnosis. Salah satu indikator yang sering ditemukan pada pasien apendisitis adalah peningkatan jumlah sel darah putih atau leukosit.

Dalam kondisi normal, kadar leukosit berkisar antara 5.000 hingga 10.000 sel per mikroliter darah. Pada pasien dengan radang usus buntu, angka tersebut dapat meningkat sebagai respons tubuh terhadap infeksi atau peradangan.

Baca Juga: IDI Buka Suara soal Konten Fahira Almira, Tegaskan Kritik Pasien Tidak Perlu Dibawa ke Ranah Hukum

Pemeriksaan lain yang juga kerap dilakukan adalah tes C-reactive protein (CRP). Pemeriksaan ini membantu dokter mendeteksi adanya proses inflamasi atau infeksi yang sedang berlangsung di dalam tubuh.

Untuk memperkuat diagnosis, pasien biasanya menjalani pemeriksaan USG abdomen. Melalui USG, dokter dapat melihat adanya pembengkakan pada appendix yang menjadi salah satu tanda khas apendisitis.

Prof Ari menjelaskan bahwa salah satu gambaran yang sering ditemukan pada USG adalah "donut sign" atau "sausage sign", yaitu tampilan yang menunjukkan adanya pembesaran usus buntu akibat peradangan.

Baca Juga: Bansos Dihentikan untuk Rekening Terindikasi Judi Online, Ribuan KPM Dicoret

Diameter appendix juga menjadi salah satu parameter penting dalam pemeriksaan. Pada umumnya, diameter appendix normal berada di bawah 6 milimeter. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan ukuran sekitar 8 milimeter atau lebih, kondisi tersebut dapat mengarah pada dugaan radang usus buntu.

Meski demikian, diagnosis apendisitis tidak boleh hanya didasarkan pada satu hasil pemeriksaan saja. Dokter tetap harus mempertimbangkan seluruh gejala, hasil pemeriksaan fisik, laboratorium, serta pencitraan sebelum menentukan diagnosis akhir.

Baca Juga: Benarkah Makan Telur Bikin Bisulan? Kepala BGN dan Dokter Gizi Beri Penjelasan Ilmiah

Prof Ari juga menegaskan bahwa kondisi radang usus buntu dapat mengalami perubahan setelah pasien mendapatkan pengobatan. Pada sebagian kasus, gejala akut dapat mereda dalam beberapa minggu setelah terapi diberikan.

Namun, hilangnya gejala bukan berarti peradangan pada usus buntu telah sepenuhnya sembuh. Sebagian pasien dapat memasuki fase apendisitis kronis yang sewaktu-waktu berpotensi kambuh dan berkembang kembali menjadi serangan akut.

Baca Juga: Usia 111 Tahun dan Tetap Bugar, Ini Rahasia Sehat Nenek Wang dari China

Karena itu, masyarakat yang mengalami nyeri perut kanan bawah, terutama jika disertai demam, mual, atau kesulitan bergerak akibat rasa sakit, disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang tepat.

Editor : Ubaidillah
apendisitis gejala radang usus buntu diagnosis apendisitis Radang Usus Buntu