RadarBangkalan.id - Merasa mudah tersinggung, sedih, atau terlalu memikirkan hal-hal kecil? Kondisi tersebut sering disebut sebagai gampang baper atau terbawa perasaan. Menurut psikolog olahraga, kurangnya aktivitas fisik bisa menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi kondisi emosional seseorang.
Psikolog Olahraga Dian Wisnuwardhani menjelaskan, kebiasaan jarang berolahraga dapat berkaitan dengan kondisi suasana hati. Aktivitas fisik diketahui berpengaruh terhadap berbagai hormon dan neurotransmiter yang berperan dalam menjaga mood.
Baca Juga: 202 Siswa Ikuti MPLS Sekolah Rakyat Kota Blitar, 71 Anak dari Malang dan Batu
Kurang Olahraga Bisa Memengaruhi Suasana Hati
Menurut Dian, orang yang jarang melakukan aktivitas fisik cenderung lebih mudah mengalami berbagai keluhan, termasuk perubahan suasana hati.
"Kalau yang jarang olahraga, maaf, dia lebih sering sakit, lebih sering baper," kata Dian saat berbincang di detikSore, dikutip Minggu (16/8/2026).
Baca Juga: Kekeringan Malang Selatan Makin Parah, BPBD Distribusikan 105 Ribu Liter Air
Olahraga tidak hanya bermanfaat bagi kebugaran tubuh. Aktivitas fisik juga dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi psikologis dan cara seseorang merespons situasi di sekitarnya.
Baca Juga: Viral di Singapura, Lansia Belajar Parkour untuk Jaga Keseimbangan dan Cegah Cedera
Olahraga Berkaitan dengan Hormon Kebahagiaan
Saat seseorang berolahraga, tubuh mengalami berbagai perubahan fisiologis. Aktivitas fisik dapat memengaruhi pelepasan endorfin serta neurotransmiter seperti serotonin dan dopamin.
Zat-zat tersebut memiliki peran dalam pengaturan suasana hati, sehingga aktivitas fisik secara rutin dapat membantu seseorang menjaga kondisi emosional tetap lebih positif.
Baca Juga: IDI Buka Suara soal Konten Fahira Almira, Tegaskan Kritik Pasien Tidak Perlu Dibawa ke Ranah Hukum
Dian mengamati bahwa orang yang memiliki kebiasaan berolahraga cenderung menunjukkan respons yang lebih positif ketika berinteraksi dengan orang lain.
"Kalau kita lihat orang-orang yang suka olahraga, kalau ketemu tuh mereka biasanya responsnya lebih positif karena emosinya lebih positif, lebih open minded yang saya perhatikan ya," ujar Dian.
Baper Tidak Selalu Disebabkan Kurang Olahraga
Meski demikian, mudah terbawa perasaan tidak semata-mata disebabkan kurang aktivitas fisik. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi banyak faktor, seperti pengalaman hidup, pola pikir, kondisi psikologis, dan situasi yang sedang dihadapi seseorang.
Baca Juga: Bansos Dihentikan untuk Rekening Terindikasi Judi Online, Ribuan KPM Dicoret
Karena itu, olahraga sebaiknya dipandang sebagai salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan fisik dan emosional, bukan sebagai satu-satunya solusi untuk mengatasi masalah perasaan.
Melakukan aktivitas fisik secara rutin sesuai kemampuan dapat menjadi kebiasaan positif untuk membantu menjaga kebugaran sekaligus mendukung suasana hati yang lebih baik.
Editor : Ubaidillah