RSUD Ruteng Rusak Akibat Gempa, Menkes Kerahkan Dokter Ortopedi dan Bangun RS Lapangan

Ubaidillah • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:06 WIB
Foto: Dokumetasi kemenkes RI
Foto: Dokumetasi kemenkes RI

 

RadarBangkalan.id - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung pelayanan kesehatan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan korban gempa bumi tetap mendapatkan penanganan medis meski fasilitas rumah sakit mengalami kerusakan.

Gempa menyebabkan bangunan utama RSUD Ruteng rusak sehingga pelayanan pasien, termasuk tindakan pembedahan darurat, sementara dipindahkan ke tenda-tenda darurat di area luar rumah sakit. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu menyiapkan fasilitas medis tambahan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Lucu-lucuan, Lomba Istri Ngomel Suami di Gresik Singgung Perceraian

Saat meninjau lokasi, Budi Gunadi Sadikin menyempatkan diri melihat kondisi para korban cedera. Salah satunya Yosef, bocah berusia 12 tahun yang mengalami patah tulang paha setelah tertimpa reruntuhan rumah tetangganya yang roboh akibat gempa.

Menkes mengatakan cedera tersebut membutuhkan tindakan operasi agar tidak menimbulkan gangguan pada kondisi fisik Yosef di kemudian hari.

"Kalau tidak dioperasi, nanti sembuhnya bisa cacat. Dia tidak bisa main bola lagi, padahal dia senang main bola dan cita-citanya ingin menjadi pemain tim nasional," kata Budi dalam keterangan resmi yang diterima detikcom, Rabu (19/8/2026).

Dokter Ortopedi Dikerahkan ke NTT

Kasus trauma dan patah tulang menjadi salah satu dampak kesehatan yang banyak ditemukan setelah gempa melanda wilayah NTT. Untuk mempercepat penanganan korban, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengerahkan dokter spesialis ortopedi dari sejumlah rumah sakit rujukan dan perguruan tinggi.

Baca Juga: Berapa Langkah Sehari yang Ideal? Riset Ungkap Target Jalan Kaki untuk Tiap Usia

Tim medis tersebut berasal dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, RSUP dr Ben Mboi Kupang, hingga Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Baca Juga: Lomba 17 Agustus Bisa Picu Cedera, Dokter Ortopedi Ungkap Risiko yang Perlu Diwaspadai

Budi menyampaikan apresiasi kepada para dokter yang bersedia datang ke wilayah terdampak untuk membantu menangani korban gempa yang membutuhkan tindakan medis, khususnya pasien dengan cedera tulang.

"Kita berterima kasih kepada teman-teman dari rumah sakit yang sudah datang membantu. Para dokter ortopedi ini sudah mau membantu menyembuhkan pasien-pasien yang membutuhkan penanganan," ujarnya.

Kemenkes Bangun Rumah Sakit Lapangan dengan Ruang Operasi

Kerusakan fasilitas RSUD Ruteng membuat Kemenkes menyiapkan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai. Fasilitas tersebut dibangun untuk mengatasi keterbatasan ruang pelayanan sekaligus memastikan prosedur operasi dapat dilakukan dengan standar kebersihan dan keamanan yang memadai.

Rumah sakit lapangan itu akan dilengkapi ruang operasi mandiri sehingga dokter dapat melakukan tindakan bedah, termasuk operasi patah tulang korban gempa.

Selain di Manggarai, penguatan fasilitas kesehatan juga dilakukan di RSUD Nagekeo yang turut terdampak bencana.

Baca Juga: Jarang Olahraga Bikin Gampang Baper? Ini Penjelasan Psikolog

"Karena rumah sakitnya sekarang tidak aman digunakan, kita sedang membangun rumah sakit lapangan. Di sana nanti dokter-dokter bisa melakukan operasi dengan baik," kata Budi.

Tim Kesehatan Sisir Desa Terdampak Gempa

Penanganan korban gempa tidak hanya dilakukan di rumah sakit. Kemenkes juga menginstruksikan tim kesehatan dan relawan untuk melakukan penyisiran atau sweeping kesehatan hingga ke puskesmas dan desa-desa terdampak di wilayah Flores Utara.

Baca Juga: Viral di Singapura, Lansia Belajar Parkour untuk Jaga Keseimbangan dan Cegah Cedera

Langkah tersebut dilakukan untuk menemukan korban yang belum memperoleh layanan kesehatan serta mengidentifikasi pasien yang membutuhkan pertolongan darurat atau harus segera dirujuk ke rumah sakit lapangan.

"Kita perlu sekali mengirim tim relawan ke seluruh puskesmas yang ada di Flores Utara untuk menyapu bersih semua desa, mengidentifikasi pasien-pasien mana yang harus segera kita rawat dan dirujuk ke rumah sakit," tegas Budi.

Dengan pengerahan dokter spesialis, pembangunan rumah sakit lapangan, serta penyisiran hingga ke desa-desa, pemerintah berupaya memastikan korban gempa NTT tetap mendapatkan pelayanan medis meski sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan.

Baca Juga: Benarkah Makan Telur Bikin Bisulan? Kepala BGN dan Dokter Gizi Beri Penjelasan Ilmiah

Editor : Ubaidillah
dokter ortopedi rsud ruteng rumah sakit lapangan ntt gempa bumi