Gen Z Disebut Terlihat Lebih Tua dari Milenial, Ini Penyebabnya Menurut Ahli

Ubaidillah • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:00 WIB
Foto ilustrasi: Getty Images/twinsterphoto
Foto ilustrasi: Getty Images/twinsterphoto

RadarBangkalan.id - Pada 2026, kelompok tertua Generasi Z (Gen Z) mulai memasuki usia 30 tahun. Bersamaan dengan fase tersebut, fenomena "visual age gap" antara Gen Z dan Milenial ramai diperbincangkan karena sebagian Gen Z dinilai terlihat lebih tua dibandingkan usia sebenarnya.

Di sisi lain, Milenial yang mulai mendekati usia 40 tahun justru kerap dianggap memiliki penampilan lebih muda. Fenomena tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai faktor yang membuat tampilan usia kedua generasi terlihat berbeda.

Baca Juga: RSUD Ruteng Rusak Akibat Gempa, Menkes Kerahkan Dokter Ortopedi dan Bangun RS Lapangan

Sejumlah ahli menilai perbedaan tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari tingkat stres, gaya hidup, kualitas tidur, kebiasaan perawatan kulit, hingga penggunaan prosedur estetika.

1. Stres dan Hormon Kortisol

Dokter spesialis kulit asal Amerika Serikat, Dr Kellie Reed, menyebut tingkat stres yang tinggi dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi kulit.

Stres kronis dapat menyebabkan peningkatan hormon kortisol. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memengaruhi produksi kolagen serta meningkatkan peradangan pada tubuh.

Baca Juga: Lomba 17 Agustus Bisa Picu Cedera, Dokter Ortopedi Ungkap Risiko yang Perlu Diwaspadai

Kolagen berperan penting dalam menjaga elastisitas dan struktur kulit. Ketika produksinya terganggu, tanda-tanda penuaan seperti garis halus dan perubahan tekstur kulit dapat lebih mudah terlihat.

Baca Juga: Jarang Olahraga Bikin Gampang Baper? Ini Penjelasan Psikolog

2. Prosedur Estetika Terlalu Dini

Media sosial juga dinilai berperan dalam membentuk standar penampilan di kalangan Gen Z. Paparan terhadap berbagai tren kecantikan dapat meningkatkan tekanan untuk memiliki penampilan tertentu.

Akibatnya, sebagian orang memilih melakukan prosedur estetika seperti filler, Botox, maupun perawatan laser sejak usia relatif muda.

Baca Juga: Viral di Singapura, Lansia Belajar Parkour untuk Jaga Keseimbangan dan Cegah Cedera

Dr Reed menjelaskan bahwa prosedur tersebut dapat memberikan manfaat apabila dilakukan sesuai indikasi. Namun, penggunaan filler secara berlebihan atau terlalu dini berpotensi mengubah tampilan dan struktur wajah.

Alih-alih membuat wajah terlihat lebih muda, prosedur yang tidak tepat justru dapat menghilangkan kesan alami wajah dan membuat seseorang tampak lebih dewasa.

3. Kurang Tidur dan Gaya Hidup Tidak Sehat

Kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi kondisi kulit. Gen Z menghadapi sejumlah tantangan gaya hidup, termasuk kurang tidur, pola makan yang kurang sehat, tingginya durasi screen time, serta minimnya aktivitas fisik.

Penggunaan rokok elektrik atau vaping juga banyak ditemukan pada kelompok usia muda. Berbagai kebiasaan tersebut dapat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan dan pada akhirnya tercermin pada kondisi kulit.

Baca Juga: Benarkah Makan Telur Bikin Bisulan? Kepala BGN dan Dokter Gizi Beri Penjelasan Ilmiah

Kurang tidur, misalnya, dapat membuat kulit tampak lebih kusam dan lelah. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat memperburuk tampilan wajah.

Mengapa Milenial Dinilai Lebih Awet Muda?

Sementara itu, Milenial yang kini mendekati usia 40 tahun justru kerap dianggap memiliki proses penuaan visual yang lebih lambat.

Salah satu faktor yang disoroti adalah kebiasaan melakukan perawatan kulit. Riset menunjukkan Milenial cenderung mengalokasikan anggaran lebih besar untuk produk dan perawatan skincare.

Baca Juga: Berapa Langkah Sehari yang Ideal? Riset Ungkap Target Jalan Kaki untuk Tiap Usia

Selain itu, sebagian Milenial telah terbiasa menggunakan sunscreen sejak usia muda. Kebiasaan tersebut dinilai memberikan perlindungan jangka panjang terhadap paparan sinar ultraviolet (UV).

Paparan sinar UV merupakan salah satu faktor utama yang dapat menyebabkan kerusakan kulit dan mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan. Penggunaan sunscreen secara rutin dapat membantu mengurangi risiko kerusakan akibat sinar matahari.

Meski demikian, fenomena "visual age gap" tidak berarti seluruh Gen Z terlihat lebih tua atau semua Milenial tampak lebih muda. Penampilan seseorang dipengaruhi banyak faktor, termasuk genetik, paparan sinar matahari, kebiasaan hidup, kondisi kesehatan, perawatan kulit, serta lingkungan.

 Baca Juga: Kondisi Terkini Pria di Lumajang yang Kemaluannya Dipotong Istri, Masih Jalani Perawatan

Editor : Ubaidillah
penuaan visual milenial kesehatan kulit stres Gen Z