10 Kebiasaan Sederhana untuk Bantu Kurangi Lemak Perut, Bukan Diet Ekstrem

Ubaidillah • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Foto: Ilustrasi perut buncit (Getty Images/herstockart)
Foto: Ilustrasi perut buncit (Getty Images/herstockart)

 

RadarBangkalan.id - Lemak perut sering menjadi salah satu masalah yang ingin diatasi ketika seseorang berusaha menurunkan berat badan. Namun, mengurangi lemak perut tidak selalu harus dilakukan dengan diet ekstrem atau pola makan yang sulit dipertahankan.

Ahli nutrisi klinis Shreya Shah membagikan sejumlah kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan untuk mendukung penurunan berat badan dan membantu mengurangi lemak perut. Kebiasaan tersebut mencakup pola makan, aktivitas fisik, pengelolaan stres, hingga kualitas tidur.

Baca Juga: Studi Ungkap Wajah Orang Kaya Bisa Terlihat Berbeda, Ini Penjelasannya

 

1. Kurangi Karbohidrat Olahan dan Makanan Manis

Kebiasaan pertama adalah membatasi karbohidrat olahan seperti tepung putih, camilan manis, serta minuman tinggi gula.

Makanan dan minuman tersebut dapat menambah asupan kalori tanpa memberikan banyak nutrisi. Konsumsi gula berlebihan juga dapat membuat asupan kalori meningkat dan menyulitkan pengelolaan berat badan.

Sebagai alternatif, air putih dapat menjadi pilihan utama. Pilihan lainnya antara lain air kelapa, jus lemon buatan sendiri, buttermilk, serta infused water dengan mint, lemon, atau buah.

Baca Juga: Atletico Madrid Menang 2-0 atas Malaga, Lee Kang-in Cetak Gol Debut di LaLiga

2. Batasi Makanan Olahan dan Kemasan

Makanan olahan dan makanan kemasan juga perlu diperhatikan. Beberapa produk dapat mengandung kombinasi karbohidrat olahan, gula tambahan, garam dalam jumlah tinggi, dan lemak jenuh.

Karena itu, lebih sering memilih makanan segar dan minim proses dapat membantu mengontrol kualitas pola makan secara keseluruhan.

Baca Juga: Lee Kang-in Cetak Gol Debut, Atletico Madrid Menang 2-0 atas Malaga di La Liga

3. Perbanyak Asupan Protein

Protein merupakan salah satu nutrisi penting dalam program penurunan berat badan. Konsumsi protein dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, mengurangi keinginan ngemil, serta mendukung pemeliharaan massa otot.

Beberapa sumber protein yang dapat dimasukkan ke dalam menu antara lain telur, ikan, dan produk susu.

Shreya Shah menyarankan target asupan protein sekitar 0,8-1 gram per kilogram berat badan. Kebutuhan setiap orang dapat berbeda, terutama berdasarkan usia, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan.

Baca Juga: Thailand Lolos ke Final Piala AFF 2026 Meski Kalah 1-2 dari Singapura

Baca Juga: Persib Comeback Dramatis, Kalahkan Bali United 3-2 di Dewata Challenge Series 2026

4. Pilih Lemak yang Lebih Sehat

Tidak semua lemak harus dihindari ketika sedang menurunkan berat badan. Yang perlu diperhatikan adalah jenis dan jumlah lemak yang dikonsumsi.

Baca Juga: Sassuolo Hajar Cesena 3-0 di Coppa Italia, Jay Idzes Cuma Duduk di Bangku Cadangan

Sumber lemak yang lebih sehat antara lain telur utuh, kelapa, alpukat, minyak zaitun, ghee, kacang-kacangan, biji-bijian, serta ikan berlemak seperti makarel dan salmon.

Sebaliknya, konsumsi makanan ultra-proses dan sumber lemak yang kurang sehat sebaiknya dibatasi.

5. Perhatikan Respons Tubuh terhadap Makanan

Setiap orang dapat memiliki respons yang berbeda terhadap makanan tertentu. Shreya menyarankan untuk memperhatikan apakah makanan tertentu menimbulkan keluhan atau membuat tubuh terasa kurang nyaman.

Jika seseorang mencurigai adanya alergi atau intoleransi makanan, sebaiknya tidak melakukan eliminasi makanan secara sembarangan. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat membantu menentukan penyebab keluhan secara tepat.

Baca Juga: Eliano Reijnders Siap Bela Persib Bandung Lawan Bali United di Dewat Challenge Series

Baca Juga: Liverpool Menang 2-0 atas Como, Gakpo dan Jacquet Jadi Penentu di Pramusim

6. Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan metabolik sekaligus mendukung pengelolaan berat badan.

Baca Juga: Real Madrid Menang 3-0 atas Schalke, Mourinho Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan

Shreya menyarankan aktivitas seperti berjalan kaki secara rutin. Ia juga merekomendasikan latihan kardio selama 30-45 menit dan latihan kekuatan selama 10-30 menit, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Tidak harus langsung melakukan olahraga berat. Konsistensi dan peningkatan aktivitas secara bertahap lebih penting untuk membangun kebiasaan jangka panjang.

7. Lebih Banyak Bergerak Sepanjang Hari

Selain olahraga terjadwal, kebiasaan bergerak sepanjang hari juga penting. Terlalu lama duduk dan minim aktivitas dapat membuat pengeluaran energi harian menjadi rendah.

Berjalan kaki, berdiri secara berkala, menggunakan tangga, atau melakukan aktivitas ringan di sela pekerjaan dapat menjadi cara sederhana untuk meningkatkan aktivitas harian.

Baca Juga: Viral di Singapura, Lansia Belajar Parkour untuk Jaga Keseimbangan dan Cegah Cedera

Baca Juga: Bansos Dihentikan untuk Rekening Terindikasi Judi Online, Ribuan KPM Dicoret

8. Kelola Stres

Stres kronis juga perlu diperhatikan ketika seseorang sedang berusaha mengelola berat badan.

Baca Juga: Real Madrid Menang 3-0 atas Schalke, Mourinho Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan

Stres berkepanjangan dapat memengaruhi hormon, pola makan, kualitas tidur, dan kebiasaan sehari-hari. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat membuat seseorang lebih sulit mengontrol berat badan.

Karena itu, mengelola stres melalui aktivitas yang menyenangkan, relaksasi, olahraga, interaksi sosial, atau teknik pengelolaan stres lainnya dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat.

9. Batasi Konsumsi Alkohol

Alkohol dapat menambah asupan kalori harian. Konsumsi berlebihan juga dapat membuat seseorang kurang memperhatikan pilihan makanan sehingga total kalori yang masuk semakin tinggi.

Membatasi atau menghindari alkohol dapat membantu mengontrol asupan kalori sekaligus mendukung pola hidup yang lebih sehat.

Baca Juga: Liverpool Menang 2-0 atas Como, Gakpo dan Jacquet Jadi Penentu di Pramusim

Baca Juga: Viral di Singapura, Lansia Belajar Parkour untuk Jaga Keseimbangan dan Cegah Cedera

10. Tidur yang Cukup

Kualitas dan durasi tidur juga berperan dalam pengelolaan berat badan. Kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang berkaitan dengan nafsu makan sehingga seseorang lebih mudah menginginkan makanan manis atau tinggi karbohidrat.

Kurang tidur juga dapat memengaruhi regulasi metabolisme dan sensitivitas insulin.

Karena itu, tidur cukup dan menjaga jadwal tidur yang konsisten menjadi bagian penting dalam upaya menjaga berat badan.

Lemak Perut Tidak Bisa Hilang Hanya dengan Satu Kebiasaan

Mengurangi lemak perut tidak bisa dilakukan hanya dengan satu jenis makanan, olahraga tertentu, atau metode diet instan. Penurunan lemak tubuh secara umum membutuhkan kombinasi pola makan seimbang, aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan pengelolaan stres.

Yang tidak kalah penting, hasil setiap orang dapat berbeda. Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, target penurunan berat badan sebaiknya dibicarakan dengan dokter atau ahli gizi agar metode yang dipilih tetap aman dan sesuai kebutuhan tubuh.

Editor : Ubaidillah
kebiasaan menurunkan berat badan olahraga lemak perut diet sehat