Sering Alami Iyup Saat Pakai Behel? Dokter Ungkap Penyebab dan Kapan Hilang

Ubaidillah • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:06 WIB
Pengguna behel sering mengalami momen iyup. Foto: Getty Images/sasirin pamai
Pengguna behel sering mengalami momen iyup. Foto: Getty Images/sasirin pamai

 

RadarBangkalan.id - Pengguna behel mungkin pernah mengalami apa yang belakangan ramai disebut sebagai "iyup moment". Kondisi ini terjadi ketika bibir atas tersangkut atau tertarik bracket behel saat tersenyum, tertawa, berbicara, atau ketika hendak menutup mulut.

Fenomena tersebut umumnya muncul pada minggu-minggu awal setelah pemasangan behel. Meski dapat mengganggu penampilan dan membuat pengguna merasa kurang percaya diri, dokter ortodonti menyebut kondisi ini bukan sesuatu yang permanen.

Baca Juga: Studi Ungkap Wajah Orang Kaya Bisa Terlihat Berbeda, Ini Penjelasannya

Apa Itu Iyup Moment pada Pengguna Behel?

Istilah "iyup moment" populer di media sosial untuk menggambarkan gerakan bibir pengguna behel ketika berusaha melepaskan bibir yang tersangkut atau tertarik bracket.

Gerakan tersebut terlihat seperti seseorang sedang mengucapkan kata "iyup". Kondisi ini dapat terjadi ketika pengguna tersenyum, tertawa, berbicara, maupun saat mencoba menutup mulut.

Fenomena tersebut lebih sering dirasakan pada masa awal penggunaan behel ketika mulut masih dalam tahap beradaptasi dengan keberadaan bracket dan kawat gigi.

Baca Juga: Kolesterol Normal Bukan Jaminan Bebas Serangan Jantung, Ini Faktor Risikonya

Baca Juga: RSUD Ruteng Rusak Akibat Gempa, Menkes Kerahkan Dokter Ortopedi dan Bangun RS Lapangan

Iyup Moment Tidak Bersifat Permanen

Ahli ortodontik drg Rini Susanti, SpOrt menjelaskan bahwa iyup moment pada pengguna behel umumnya hanya bersifat sementara.

Baca Juga: Polres Bangkalan Amankan Ustaz Diduga Lecehkan Anak di Madrasah Tragah

Menurutnya, kondisi tersebut juga tidak selalu dialami oleh setiap orang yang menggunakan behel. Lama atau tidaknya fase tersebut dapat berbeda, tergantung kondisi gigi dan struktur mulut masing-masing pasien.

"Menurut pengalaman saya, ini (iyup) temporer. Lagi-lagi, ya, tergantung permasalahan giginya," ujar drg Rini.

Dengan demikian, pengguna behel tidak perlu langsung khawatir jika mengalami iyup moment setelah pemasangan kawat gigi.

Kondisi Gigi dan Rahang Bisa Memengaruhi

Menurut drg Rini, terdapat sejumlah faktor yang dapat membuat iyup moment berlangsung lebih lama. Kondisi tersebut antara lain berkaitan dengan rahang, gigi, dan bentuk bibir pengguna behel.

Salah satu kondisi yang dapat berpengaruh adalah gigi tonggos atau posisi gigi depan yang tumbuh terlalu maju.

Baca Juga: Lomba 17 Agustus Bisa Picu Cedera, Dokter Ortopedi Ungkap Risiko yang Perlu Diwaspadai

Pada kondisi tersebut, seseorang memang cenderung lebih sulit menutup mulut. Keberadaan bracket yang menempel pada gigi dapat membuat bibir semakin membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Karena itu, pasien dengan kondisi gigi tonggos berpotensi mengalami fase iyup lebih lama dibandingkan pengguna behel dengan kondisi gigi lainnya.

Baca Juga: Bansos Dihentikan untuk Rekening Terindikasi Judi Online, Ribuan KPM Dicoret

Butuh Waktu untuk Beradaptasi

Selain kondisi gigi dan rahang, kemampuan pasien beradaptasi juga menjadi faktor penting. Pengguna behel perlu membiasakan diri dengan posisi baru pada gigi serta keberadaan bracket dan kawat di dalam mulut.

Salah satu bentuk adaptasi yang diperlukan adalah ketika menutup mulut dan mengatupkan bibir.

"Yang penting adalah memang pasien itu beradaptasi. Antara lain itu pada saat menutup mulut, mengatupkan bibirnya, dia perlu beradaptasi," jelas drg Rini.

Seiring berjalannya waktu, gerakan bibir biasanya menjadi lebih terbiasa dengan keberadaan behel. Dengan demikian, iyup moment tidak perlu dianggap sebagai perubahan permanen pada bentuk wajah.

Baca Juga: Jarang Olahraga Bikin Gampang Baper? Ini Penjelasan Psikolog

Baca Juga: Viral di Singapura, Lansia Belajar Parkour untuk Jaga Keseimbangan dan Cegah Cedera

Tidak Semua Pengguna Behel Mengalaminya

Fenomena iyup bukan merupakan kondisi yang pasti dialami setiap pengguna behel. Pengalaman setiap pasien dapat berbeda tergantung permasalahan gigi, struktur rahang, kondisi bibir, serta proses adaptasi terhadap alat ortodonti.

Baca Juga: Benarkah Makan Telur Bikin Bisulan? Kepala BGN dan Dokter Gizi Beri Penjelasan Ilmiah

Jadi, bagi pengguna behel yang sedang mengalami iyup moment pada awal perawatan, kondisi tersebut pada umumnya merupakan bagian dari proses adaptasi. Jika keluhan terasa mengganggu, bracket sering melukai bibir, atau terdapat masalah lain selama perawatan, konsultasi dengan dokter ortodonti dapat dilakukan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Editor : Ubaidillah
behel kawat gigi gigi dan mulut