Bukan Sekadar Suka Dipuji, Ini 9 Ciri NPD yang Perlu Diketahui

Ubaidillah • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Foto: Ilustrasi NPD (Getty Images/Nastassia Samal)
Foto: Ilustrasi NPD (Getty Images/Nastassia Samal)

 

RadarBangkalan.id - Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsistik merupakan kondisi kesehatan mental yang memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri dan berhubungan dengan orang lain. NPD bukan sekadar seseorang yang suka tampil atau ingin mendapatkan pujian, tetapi merupakan kondisi dengan pola perilaku dan perasaan tertentu yang dapat mengganggu kehidupan serta hubungan sosial.

NPD juga tidak selalu berkaitan dengan penampilan fisik. Seseorang dengan kondisi ini dapat merasa perlu mendapatkan pengakuan atas kecerdasan, kemampuan, kekayaan, kekuasaan, karisma, atau berbagai kualitas lain yang dimilikinya.

Baca Juga: Sering Alami Iyup Saat Pakai Behel? Dokter Ungkap Penyebab dan Kapan Hilang

 

9 Ciri NPD yang Perlu Diketahui

Berdasarkan kriteria dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) dari American Psychiatric Association, terdapat sembilan karakteristik yang berkaitan dengan NPD.

Namun, memiliki satu atau beberapa sifat narsistik tidak otomatis berarti seseorang mengalami NPD. Diagnosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga profesional kesehatan mental berdasarkan penilaian menyeluruh.

Berikut sejumlah cirinya:

Baca Juga: Studi Ungkap Wajah Orang Kaya Bisa Terlihat Berbeda, Ini Penjelasannya

1. Memiliki Rasa Diri yang Berlebihan

Seseorang dapat melebih-lebihkan kemampuan, pencapaian, atau prestasi yang dimilikinya. Mereka juga dapat menetapkan standar yang sangat tinggi terhadap diri sendiri dan sering membanggakan pencapaian.

Baca Juga: Kolesterol Normal Bukan Jaminan Bebas Serangan Jantung, Ini Faktor Risikonya

2. Sering Berfantasi tentang Kesuksesan

Fantasi dapat berkaitan dengan kesuksesan, kekuasaan, kecantikan, kecerdasan, cinta, atau pemenuhan diri. Mereka dapat memiliki keyakinan kuat bahwa dirinya pantas mendapatkan hal-hal tersebut.

3. Menganggap Diri Lebih Unggul

Seseorang dengan NPD dapat menganggap dirinya istimewa atau unik dibandingkan orang lain.

Mereka juga dapat merasa hanya pantas bergaul dengan orang-orang yang dianggap memiliki status atau kualitas tertentu.

Baca Juga: RSUD Ruteng Rusak Akibat Gempa, Menkes Kerahkan Dokter Ortopedi dan Bangun RS Lapangan

Baca Juga: Berapa Langkah Sehari yang Ideal? Riset Ungkap Target Jalan Kaki untuk Tiap Usia

4. Membutuhkan Kekaguman

Kebutuhan mendapatkan pujian dan pengakuan dari orang lain dapat menjadi sangat kuat. Di balik kepercayaan diri yang terlihat, seseorang dapat memiliki harga diri yang rapuh, sering meragukan diri sendiri, atau merasa hampa.

Mereka juga dapat sangat memperhatikan bagaimana dirinya dinilai oleh orang lain.

Baca Juga: Lomba 17 Agustus Bisa Picu Cedera, Dokter Ortopedi Ungkap Risiko yang Perlu Diwaspadai

5. Merasa Berhak Mendapat Perlakuan Khusus

Seseorang dapat mengharapkan perlakuan istimewa atau merasa orang lain seharusnya memenuhi keinginannya.

Ketika harapan tersebut tidak terpenuhi, mereka dapat menunjukkan kemarahan atau rasa kecewa yang berlebihan.

6. Memanfaatkan Orang Lain

Hubungan dengan orang lain dapat digunakan untuk meningkatkan harga diri atau status. Dalam kondisi tertentu, seseorang dapat secara sadar maupun tidak sadar mengeksploitasi orang lain demi kepentingan pribadi.

Baca Juga: Jarang Olahraga Bikin Gampang Baper? Ini Penjelasan Psikolog

7. Kurang Empati

Kurangnya kemampuan untuk memahami atau mempertimbangkan perasaan dan kebutuhan orang lain juga dapat menjadi karakteristik NPD.

Hal ini dapat terlihat dari ucapan atau perilaku yang menyakiti orang lain, menganggap kebutuhan orang lain sebagai kelemahan, atau tidak menunjukkan timbal balik atas perhatian yang diberikan.

Baca Juga: Viral di Singapura, Lansia Belajar Parkour untuk Jaga Keseimbangan dan Cegah Cedera

8. Sering Merasa Iri

Seseorang dengan NPD dapat merasa iri ketika melihat keberhasilan orang lain. Sebaliknya, mereka juga dapat meyakini bahwa orang lain iri terhadap dirinya.

Pencapaian orang lain bahkan dapat diremehkan atau dianggap tidak penting.

9. Menunjukkan Sikap Sombong

Sikap angkuh, merendahkan orang lain, atau memperlakukan orang lain secara meremehkan juga dapat muncul.

Baca Juga: Benarkah Makan Telur Bikin Bisulan? Kepala BGN dan Dokter Gizi Beri Penjelasan Ilmiah

Perilaku Lain yang Bisa Menyertai NPD

Selain sembilan karakteristik utama tersebut, seseorang dengan NPD dapat menunjukkan sejumlah perilaku lain, seperti:

Apa Penyebab NPD?

Penyebab pasti NPD belum sepenuhnya diketahui. Para ahli meyakini kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik dan pengalaman hidup, terutama pengalaman selama masa kanak-kanak.

Beberapa pengalaman masa kecil yang dikaitkan dengan perkembangan NPD antara lain:

Faktor-faktor tersebut tidak berarti setiap orang yang mengalaminya pasti akan mengalami NPD. Perkembangan gangguan kepribadian dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan.

Apakah NPD Bisa Diobati?

NPD dapat ditangani melalui psikoterapi atau terapi bicara bersama profesional kesehatan mental. Terapi dapat dilakukan secara individual dan dalam kondisi tertentu melibatkan pasangan atau keluarga.

Tujuan terapi antara lain membantu seseorang memahami pola pikir dan perilakunya serta membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang lain.

Tidak ada obat yang secara khusus menyembuhkan NPD. Namun, obat tertentu dapat digunakan untuk menangani kondisi lain yang muncul bersamaan, seperti depresi atau kecemasan.

Cara Menghadapi Orang dengan Perilaku Narsistik

Berinteraksi dengan seseorang yang menunjukkan perilaku narsistik dapat menjadi tantangan. Beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental antara lain:

Baca Juga: Polres Bangkalan Amankan Ustaz Diduga Lecehkan Anak di Madrasah Tragah

1. Tetapkan Batasan

Tentukan perilaku yang dapat dan tidak dapat diterima. Sampaikan batasan dengan jelas, tegas, dan tetap tenang.

2. Kendalikan Respons Emosional

Berusaha tetap tenang ketika menghadapi provokasi dapat membantu mencegah konflik semakin besar. Mengendalikan respons bukan berarti menekan emosi, melainkan mengelolanya dengan cara yang sehat.

3. Pertimbangkan Metode Gray Rock

Gray rock merupakan strategi untuk memberikan respons yang singkat, tenang, dan tidak terlalu emosional ketika menghadapi perilaku provokatif atau manipulatif.

Baca Juga: Bansos Dihentikan untuk Rekening Terindikasi Judi Online, Ribuan KPM Dicoret

Strategi ini tidak harus digunakan dalam setiap situasi. Keamanan dan kondisi hubungan tetap perlu menjadi pertimbangan utama.

4. Cari Dukungan

Jangan menghadapi situasi sulit seorang diri. Berbicara dengan teman, keluarga, atau profesional kesehatan mental yang dipercaya dapat membantu mendapatkan perspektif dan dukungan.

Baca Juga: Lomba 17 Agustus Bisa Picu Cedera, Dokter Ortopedi Ungkap Risiko yang Perlu Diwaspadai

5. Tidak Perlu Terjebak dalam Perdebatan

Hindari perdebatan yang tidak produktif atau keinginan untuk terus membuktikan diri. Jika percakapan berubah menjadi konflik yang merugikan, mengambil jarak dan menghentikan interaksi dapat menjadi pilihan yang lebih sehat.

NPD Tidak Bisa Didiagnosis Hanya dari Perilaku

Penting untuk tidak memberikan label NPD kepada seseorang hanya karena mereka terlihat egois, suka dipuji, atau memiliki beberapa sifat narsistik.

NPD merupakan diagnosis kesehatan mental yang membutuhkan penilaian profesional. Jika perilaku seseorang menimbulkan masalah serius dalam hubungan, pekerjaan, atau kehidupan sehari-hari, konsultasi dengan psikolog atau psikiater dapat menjadi langkah yang tepat.

Editor : Ubaidillah
empati perilaku narsisistik ciri-ciri npd kesehatan mental