Bayi 1 Tahun Didiagnosis Sembelit, Ternyata Idap Kanker Langka dengan Tumor 30 Cm

Ubaidillah • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 08:17 WIB
Foto: Ilustrasi anak kanker (Getty Images/iStockphoto/AgFang)
Foto: Ilustrasi anak kanker (Getty Images/iStockphoto/AgFang)

 

RadarBangkalan.id - Seorang bayi perempuan asal Inggris, Florence Wilde, mengalami kondisi serius yang awalnya hanya didiagnosis sebagai sembelit. Ketika perutnya terus membesar dan kondisinya semakin lemas, pemeriksaan lebih lanjut akhirnya mengungkap bahwa Florence mengidap neuroblastoma, jenis kanker langka yang menyerang anak-anak.

Florence pertama kali dibawa orang tuanya ke dokter umum ketika perutnya mulai membengkak. Ia juga berulang kali terlihat lemas dan kelelahan. Namun, dokter saat itu mendiagnosis Florence mengalami sembelit dan memberikan obat pencahar.

Baca Juga: Sering Alami Iyup Saat Pakai Behel? Dokter Ungkap Penyebab dan Kapan Hilang

Obat tersebut justru membuat Florence menangis kesakitan. Meski demikian, diagnosis yang diberikan dokter tetap sama ketika ibunya, Anna Chattaway, kembali membawa Florence untuk diperiksa karena ukuran perut anaknya terus membesar.

Menurut Anna, seorang dokter bahkan sempat mengatakan bahwa kondisi yang dialami putrinya tidak dianggap sebagai kanker.

Kondisi Florence Makin Memburuk

Kondisi Florence semakin mengkhawatirkan. Ia bahkan tidak dapat tidur sendiri karena mengalami rasa sakit dan harus digendong ibunya dalam posisi tegak.

Keluarga kemudian mendesak agar Florence menjalani tes darah. Pemeriksaan tersebut akhirnya mengungkap kondisi sebenarnya.

Baca Juga: Studi Ungkap Wajah Orang Kaya Bisa Terlihat Berbeda, Ini Penjelasannya

Florence didiagnosis mengalami neuroblastoma pada November 2024, sekitar satu bulan setelah ulang tahun pertamanya.

Neuroblastoma merupakan kanker langka yang berkembang dari sel saraf yang belum matang dan paling sering ditemukan pada anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah lima tahun.

Baca Juga: Kolesterol Normal Bukan Jaminan Bebas Serangan Jantung, Ini Faktor Risikonya

Tumor Berukuran 30 Cm dan Berat 2 Kg

Florence kemudian menjalani operasi untuk mengangkat tumor berukuran sekitar 30 sentimeter. Tumor tersebut memiliki berat mencapai 2 kilogram.

Saat itu, berat badan Florence sekitar 13 kilogram. Artinya, berat tumor mencapai sekitar 15 persen dari total berat badannya.

Awalnya, dokter memperkirakan penyakit tersebut hanya berada di bagian perut dan masih terlokalisasi. Namun, pemeriksaan lanjutan pada Januari 2025 menunjukkan bahwa kanker telah menyebar hingga ke tulang belakang.

Anna dan keluarganya merasa terpukul mengetahui penyakit tersebut berkembang dengan cepat.

Baca Juga: RSUD Ruteng Rusak Akibat Gempa, Menkes Kerahkan Dokter Ortopedi dan Bangun RS Lapangan

"Penyakit itu menyebar dengan cepat dalam beberapa minggu, itulah mengapa kami sangat marah karena jika seseorang melihatnya saat pertama kali kami pergi ke dokter umum, kami bisa mendeteksinya lebih cepat," kata Anna.

Jalani Operasi, Kemoterapi hingga Imunoterapi

Florence menjalani operasi pada Maret 2025. Dalam prosedur tersebut, hingga 95 persen tumor berhasil diangkat.

Sekitar tiga minggu kemudian, Florence menjalani kemoterapi dosis tinggi untuk melanjutkan pengobatan kanker yang dideritanya.

Perawatan kemudian berlanjut dengan imunoterapi. Florence memulai siklus imunoterapi pada Oktober 2025.

Baca Juga: Berapa Langkah Sehari yang Ideal? Riset Ungkap Target Jalan Kaki untuk Tiap Usia

Perkembangan positif akhirnya terlihat pada April 2026. Dokter menyatakan tumor Florence sudah berhenti berkembang.

Meski harus menjalani rangkaian pengobatan panjang sejak masih berusia satu tahun, Florence disebut tetap menunjukkan semangat yang luar biasa.

"Sepanjang waktu kami diberitahu bahwa dia baik-baik saja. Setiap kali dirawat, dia selalu penuh semangat, dia sungguh luar biasa," ujar Anna.

Baca Juga: Lomba 17 Agustus Bisa Picu Cedera, Dokter Ortopedi Ungkap Risiko yang Perlu Diwaspadai

Editor : Ubaidillah
bayi kanker kanker langka neuroblastoma diagnosis kanker