RadarBangkalan.id - Pernah mengalami mimpi yang terasa sangat nyata, aneh, atau bahkan menakutkan ketika sedang demam? Kondisi tersebut dikenal sebagai fever dreams atau mimpi demam. Mimpi seperti ini dapat terasa lebih intens dan emosional dibandingkan mimpi yang biasanya dialami saat kondisi tubuh sehat.
Demam tidak hanya menyebabkan suhu tubuh meningkat, tetapi juga dapat memengaruhi tidur, suasana hati, kemampuan berpikir, hingga pola mimpi seseorang. Perubahan kondisi tubuh selama demam diduga menjadi salah satu faktor yang membuat mimpi terasa lebih jelas dan mengganggu.
Baca Juga: Bayi 1 Tahun Didiagnosis Sembelit, Ternyata Idap Kanker Langka dengan Tumor 30 Cm
"Biasanya, mimpi demam terasa lebih jelas, intens, atau mengganggu dibandingkan mimpi pada umumnya," kata Chelsie Rohrscheib, PhD, ahli saraf sekaligus pakar tidur, dikutip dari Very Well Mind, Selasa (25/8/2026).
Apa Itu Fever Dreams?
Fever dreams merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan mimpi yang muncul ketika seseorang sedang mengalami demam.
Mimpi tersebut umumnya terasa lebih jelas, intens, emosional, aneh, atau bahkan menakutkan. Beberapa orang juga dapat mengalami mimpi yang berulang selama tubuh berada dalam kondisi demam.
Baca Juga: Sering Alami Iyup Saat Pakai Behel? Dokter Ungkap Penyebab dan Kapan Hilang
Menurut Rohrscheib, mimpi demam sering memiliki nuansa emosional yang kuat, termasuk perasaan sedih, negatif, atau takut.
Perubahan neurokimia yang terjadi selama demam dapat memengaruhi pusat emosi di otak. Kondisi tersebut kemudian dapat membuat respons fight or flight menjadi lebih aktif sehingga isi mimpi terasa lebih mengganggu.
Baca Juga: Studi Ungkap Wajah Orang Kaya Bisa Terlihat Berbeda, Ini Penjelasannya
Mengapa Demam Bisa Bikin Mimpi Lebih Aneh?
Salah satu penjelasannya berkaitan dengan perubahan suhu tubuh.
Ketika seseorang mengalami demam, suhu tubuh meningkat. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi suhu otak sehingga fungsi otak tidak bekerja seoptimal ketika tubuh berada pada suhu normal.
Demam juga dapat mengganggu kemampuan otak dalam mengatur tidur.
Rohrscheib menjelaskan bahwa peningkatan suhu tubuh dapat memengaruhi empat tahap tidur, termasuk fase Rapid Eye Movement atau REM.
Fase REM merupakan salah satu tahap tidur ketika aktivitas otak meningkat dan mimpi umumnya lebih sering terjadi.
Baca Juga: Kolesterol Normal Bukan Jaminan Bebas Serangan Jantung, Ini Faktor Risikonya
"Demam dapat menyebabkan fase Rapid Eye Movement (REM), yaitu tahap tidur ketika kita bermimpi, dimulai lebih awal atau membuat seseorang menghabiskan lebih banyak waktu dalam fase REM," jelas Rohrscheib.
Perubahan tersebut dapat membuat pengalaman bermimpi terasa lebih intens atau lebih mudah diingat ketika seseorang terbangun.
Demam Juga Bisa Memicu Halusinasi
Selain mimpi yang lebih jelas, demam dalam kondisi tertentu juga dapat disertai pengalaman seperti halusinasi atau persepsi yang tidak biasa.
Baca Juga: Berapa Langkah Sehari yang Ideal? Riset Ungkap Target Jalan Kaki untuk Tiap Usia
Sebuah penelitian pada 2013 menemukan bahwa halusinasi atau mimpi yang sangat jelas dapat menjadi salah satu gejala yang muncul saat demam.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa perubahan suhu tubuh yang relatif kecil dapat memengaruhi suasana hati dan kemampuan berpikir.
Karena itu, perubahan perilaku, emosi, dan pengalaman tidur selama demam tidak sepenuhnya terlepas dari perubahan fisiologis yang terjadi di dalam tubuh.
Gejala Lain Saat Tubuh Mengalami Demam
Demam dapat disertai berbagai gejala lain. Seseorang dapat merasa kedinginan dan kepanasan secara bergantian.
Baca Juga: Lomba 17 Agustus Bisa Picu Cedera, Dokter Ortopedi Ungkap Risiko yang Perlu Diwaspadai
Beberapa keluhan yang juga dapat muncul antara lain:
- sakit kepala;
- mual;
- nyeri tubuh;
- gangguan pernapasan;
- perubahan suasana hati;
- tidur terganggu.
Kombinasi gejala tersebut dapat membuat tidur menjadi kurang nyaman dan semakin memengaruhi pengalaman bermimpi.
Obat dan Kondisi Tertentu Bisa Memengaruhi Mimpi
Perubahan mimpi ketika demam tidak selalu hanya dipengaruhi oleh peningkatan suhu tubuh.
Rohrscheib menjelaskan bahwa obat-obatan tertentu yang memengaruhi sistem saraf dan otak juga dapat memberikan efek serupa terhadap pola tidur atau mimpi.
Baca Juga: Karnaval Sound Horeg di Banyuwangi Dihentikan, Peserta Ambruk dan Meninggal Dunia
Selain itu, orang dengan kondisi psikologis tertentu, seperti depresi, atau mereka yang mengalami gangguan tidur tertentu, mungkin lebih sensitif terhadap perubahan yang terjadi selama demam.
Dengan demikian, fever dreams merupakan pengalaman yang dapat berkaitan dengan kombinasi perubahan suhu tubuh, kualitas tidur, aktivitas otak, kondisi emosional, serta faktor lain seperti obat-obatan.
Fever Dreams Umumnya Bersifat Sementara
Mimpi yang terasa aneh atau menakutkan ketika demam dapat menjadi pengalaman yang mengganggu. Namun, kondisi tersebut berkaitan dengan perubahan tubuh yang terjadi ketika seseorang sakit.
Ketika kondisi tubuh dan suhu kembali membaik, pola tidur dan pengalaman bermimpi biasanya juga dapat kembali seperti sebelumnya.
Jika demam disertai gejala berat, berlangsung lama, atau muncul kebingungan maupun gangguan kesadaran ketika sudah terbangun, sebaiknya kondisi tersebut tidak hanya dianggap sebagai mimpi demam dan perlu mendapatkan perhatian medis.
Baca Juga: Rebutan 300 Kupon Berkat Maulid Nabi di Banyuwangi Berujung Saling Pukul
Editor : Ubaidillah