RadarBangkalan.id - Kisah Naya Nika Mulyani (30), perempuan asal Tangerang yang berhasil melewati kanker limfoma atau kanker kelenjar getah bening stadium 4, viral di media sosial. Naya bahkan sempat mendapat vonis harapan hidup hanya sekitar tiga bulan setelah kanker yang dialaminya menyebar hingga ke otak.
Perjalanan Naya menghadapi kanker bermula pada 2024. Salah satu gejala awal yang dirasakannya adalah munculnya benjolan kecil di area ketiak. Benjolan tersebut muncul secara tiba-tiba, tidak terasa nyeri, dan cukup keras.
Baca Juga: Cara Menjaga Berat Badan Tetap Stabil Setelah Diet, Dokter Ungkap 4 Kuncinya
Gejala Awal Kanker Limfoma yang Dialami Naya
Naya awalnya tidak menyangka berbagai keluhan yang dialaminya berkaitan dengan kanker.
Selain benjolan di ketiak, ia mengalami nyeri punggung hingga ulu hati serta kesulitan bernapas. Saat itu, Naya mengira keluhan tersebut hanya berkaitan dengan masalah asam lambung.
"Gejala itu disertai nyeri punggung sampai ulu hati dan susah napas yang aku waktu itu pikir itu adalah asam lambung," cerita Naya melalui salah satu kontennya di Instagram, dikutip detikcom dengan izin yang bersangkutan.
Naya juga mengaku sering berkeringat pada malam hari dan lebih mudah merasa lelah.
Baca Juga: Sering Alami Iyup Saat Pakai Behel? Dokter Ungkap Penyebab dan Kapan Hilang
"Nah, ketika malam aku tuh sering keringatan dan aku juga gampang kecapekan. Jujur, aku tuh nggak pernah berpikir kalau itu kanker," lanjutnya.
Baca Juga: Studi Ungkap Wajah Orang Kaya Bisa Terlihat Berbeda, Ini Penjelasannya
Diagnosis tersebut akhirnya menjadi pukulan berat bagi Naya. Ia mengaku tidak pernah menyangka akan mengalami kanker karena selama ini merasa menjalani gaya hidup yang cukup sehat.
Rutin Olahraga dan Menjaga Pola Hidup
Sebelum mendapatkan diagnosis kanker limfoma, Naya mengaku rutin berolahraga dan memperhatikan asupan makanan.
Ia juga tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, dan jarang begadang. Karena itu, diagnosis kanker membuatnya mengalami penurunan mental yang cukup berat.
"Jadi ketika aku didiagnosis kanker, jujur dunia aku hancur. Kenapa harus aku? Karena banyak orang yang hidupnya nggak cukup baik, tapi mereka baik-baik aja. Di situ aku mulai belajar bahwa kanker itu nggak pandang bulu," ungkapnya.
Baca Juga: Kolesterol Normal Bukan Jaminan Bebas Serangan Jantung, Ini Faktor Risikonya
Perjalanan pengobatan yang harus dijalani Naya juga tidak mudah. Ia menghadapi kanker limfoma stadium 4 yang telah menyebar hingga ke otak dan sempat mendapat perkiraan harapan hidup sekitar tiga bulan.
Namun, Naya terus menjalani rangkaian perawatan dan mendapatkan dukungan selama proses tersebut.
Kini Kondisi Naya Jauh Lebih Baik
Setelah melalui perjalanan pengobatan yang panjang, kondisi Naya kini jauh lebih baik. Ia bahkan sudah kembali melakukan aktivitas olahraga di gym.
Naya mengatakan kanker yang dialaminya kini sudah bersih dan dirinya hanya perlu menjalani kontrol secara berkala kepada dokter sebagai penyintas kanker.
Baca Juga: Berapa Langkah Sehari yang Ideal? Riset Ungkap Target Jalan Kaki untuk Tiap Usia
Kisah tersebut kemudian dibagikannya melalui media sosial dengan harapan dapat memberikan semangat kepada pasien kanker lain yang sedang menjalani perjuangan serupa.
Dukungan Orang Terdekat Jadi Sumber Kekuatan
Selain pengobatan medis, Naya menilai dukungan orang-orang di sekitarnya memiliki peran penting dalam perjalanan menghadapi kanker.
Ia bersyukur mendapatkan dukungan dari pasangan serta tenaga medis yang mendampinginya selama menjalani pengobatan.
Namun, tidak semua orang yang diharapkannya memberikan dukungan tetap berada di sisinya.
Baca Juga: Lomba 17 Agustus Bisa Picu Cedera, Dokter Ortopedi Ungkap Risiko yang Perlu Diwaspadai
"Di sisi lain, keluargaku kurang peduli dan beberapa teman yang aku anggap dekat juga menjauh, sehingga secara mental itu cukup berat," ungkap Naya.
Menurutnya, keberadaan tenaga medis yang memberikan dukungan juga menjadi salah satu sumber kekuatan untuk terus menjalani pengobatan.
Baca Juga: Bayi 1 Tahun Didiagnosis Sembelit, Ternyata Idap Kanker Langka dengan Tumor 30 Cm
"Aku juga bersyukur dengan para tenaga medis yang sangat baik selama proses pengobatan. Mereka semua menjadi alasan aku tetap kuat dan terus berjuang," tandasnya.
Pesan Naya untuk Pasien Kanker
Pengalaman Naya menunjukkan panjangnya perjalanan yang dapat dihadapi seseorang setelah mendapatkan diagnosis kanker. Ia berharap kisahnya dapat menjadi pengingat bahwa pasien kanker membutuhkan dukungan, baik dalam bentuk perawatan medis maupun dukungan emosional.
Kini, setelah melewati masa sulit tersebut, Naya kembali menjalani aktivitas sehari-hari dan tetap melakukan kontrol medis.
Baca Juga: Karnaval Sound Horeg di Banyuwangi Dihentikan, Peserta Ambruk dan Meninggal Dunia
Kisahnya menjadi pengalaman pribadi seorang penyintas dan bukan gambaran bahwa semua pasien kanker akan mengalami perjalanan atau hasil pengobatan yang sama. Diagnosis dan peluang kesembuhan setiap pasien dapat berbeda sehingga penanganan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Editor : Ubaidillah