Good Food Good Mood, Benarkah Makanan dan Porsi Bisa Pengaruhi Suasana Hati?

Ubaidillah • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 07:30 WIB
Foto: Getty Images/bymuratdeniz
Foto: Getty Images/bymuratdeniz

 

RadarBangkalan.id - Istilah "good food, good mood" ternyata bukan sekadar ungkapan. Pilihan makanan dan pola makan yang tepat dapat berpengaruh terhadap suasana hati sekaligus membantu menjaga kondisi tubuh tetap sehat.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, membenarkan bahwa makanan memiliki kaitan dengan mood seseorang. Menurutnya, bukan hanya jenis makanan yang perlu diperhatikan, tetapi juga porsi dan jumlah kalori yang dikonsumsi harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

Baca Juga: Ingin Hidup sampai 100 Tahun? Dokter Ungkap 6 Kebiasaan yang Jadi Tandanya

"Iya benar. Sebenarnya, 'good food sama dengan good mood' ada benarnya. Jadi kalau misalnya kamu makannya bagus, ya itu mood-nya pasti oke," ujar dr Yaze dalam live TikTok detikHealth, Kamis (13/8/2026).

Makanan yang Tepat Dukung Mood dan Kesehatan

Menurut dr Yaze, makanan yang dikonsumsi setiap hari memiliki peran penting dalam menjaga berbagai fungsi tubuh. Ketika kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan baik, kondisi kesehatan secara keseluruhan juga dapat lebih terjaga.

Sebaliknya, pola makan yang kurang tepat dapat memberikan dampak negatif bagi tubuh. Salah satu contohnya adalah terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi natrium atau garam.

Baca Juga: Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Rahasia Kebugarannya di Usia 39 Tahun

"Terus selain mood kamu juga oke, ya pasti kesehatannya juga terpantau tuh. Kalau misalnya kita makan yang tinggi natrium (garam), kan sudah pasti tensi akan naik. Enggak good dong untuk tubuhnya," jelasnya.

Karena itu, konsep "good food, good mood" tidak hanya berkaitan dengan makanan yang terasa enak atau membuat seseorang senang setelah menyantapnya. Kualitas makanan dan keseimbangan nutrisi juga penting untuk mendukung kesehatan tubuh.

Baca Juga: Dokter Ungkap Hubungan Berat Badan dan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi

Kenapa Lapar Bisa Bikin Mudah Marah?

Selain jenis makanan, rasa lapar juga dapat memengaruhi suasana hati. Sebagian orang mungkin pernah mengalami kondisi ketika menjadi lebih mudah tersinggung, kesal, atau uring-uringan saat belum makan.

Dr Yaze menjelaskan, respons tersebut dapat terjadi karena tubuh sedang memberikan sinyal bahwa dirinya membutuhkan asupan energi.

"Kalau misalnya lapar, ya pasti uring-uringan. Karena sebenarnya tubuh kita kasih sinyal mau makan, tapi kita malah nahan-nahan untuk enggak makan. Atau malah makan cuma sedikit, ya pasti uring-uringan," paparnya.

Menahan lapar terlalu lama atau memangkas porsi makan secara berlebihan dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman dan akhirnya memengaruhi kondisi emosional.

Baca Juga: Cara Menjaga Berat Badan Tetap Stabil Setelah Diet, Dokter Ungkap 4 Kuncinya

Porsi Makan Perlu Disesuaikan Kebutuhan

Menurut dr Yaze, menjaga mood bukan berarti seseorang harus makan sebanyak-banyaknya. Hal yang lebih penting adalah memastikan jumlah makanan dan kalori yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan tubuh.

"Jadi sebenarnya, dengan porsi yang sesuai dan dengan kalori yang memang juga sudah kita hitung, sesuai juga nih sama kebutuhan tubuh kita," ungkapnya.

Dengan demikian, menjaga suasana hati melalui pola makan bukan hanya soal memilih makanan yang disukai. Memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi dalam jumlah yang sesuai juga menjadi bagian penting.

Ketika tubuh mendapatkan asupan yang cukup dan seimbang, rasa lapar berlebihan dapat dihindari sekaligus membantu menjaga kondisi tubuh dan suasana hati sepanjang hari.

Baca Juga: Bayi 1 Tahun Didiagnosis Sembelit, Ternyata Idap Kanker Langka dengan Tumor 30 Cm

Jadi, "good food, good mood" memang memiliki dasar yang masuk akal. Namun, kuncinya bukan sekadar makanan yang enak, melainkan pola makan bergizi dengan porsi dan kalori yang sesuai kebutuhan masing-masing orang.

Editor : Ubaidillah
good food good mood uring-uringan lapar kesehatan mental