RadarBangkalan.id - Kasus medis langka terjadi di Bologna, Italia, ketika seorang perempuan berusia 82 tahun harus menjalani operasi darurat akibat penyumbatan usus halus. Dokter awalnya menduga penyumbatan terjadi karena gumpalan serat tumbuhan yang tidak tercerna, tetapi menemukan sesuatu yang jauh lebih mengejutkan saat operasi.
Tim bedah mendapati seekor hewan kecil berbuku-buku masih hidup di dalam gumpalan tersebut. Hewan itu bahkan bergerak keluar setelah gumpalan serat yang menyumbat usus pasien berhasil dikeluarkan.
Baca Juga: Ingin Hidup sampai 100 Tahun? Dokter Ungkap 6 Kebiasaan yang Jadi Tandanya
Dikutip dari Live Science, pasien sebelumnya mengalami sakit perut hebat yang semakin memburuk selama empat hari. Keluhan tersebut disertai mual, muntah, dan konstipasi parah.
Saat menjalani pemeriksaan, perut pasien terlihat membuncit dan terasa sangat sensitif ketika ditekan. Pemeriksaan laboratorium juga menunjukkan peningkatan jumlah sel darah putih yang mengindikasikan adanya respons peradangan atau infeksi.
Gumpalan Serat Tumbuhan Menyumbat Usus
Dokter kemudian melakukan operasi untuk mencari dan mengeluarkan benda yang menyebabkan penyumbatan.
Baca Juga: Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Rahasia Kebugarannya di Usia 39 Tahun
Dalam prosedur tersebut, tim bedah menemukan phytobezoar, yaitu gumpalan material tumbuhan yang sulit dicerna dan kemudian menumpuk di saluran pencernaan.
Gumpalan tersebut berukuran sekitar 5,5 sentimeter dan menjadi penyebab penyumbatan usus halus pasien.
Baca Juga: Nama Tak Muncul di Daftar Bansos? Begini Cara Cek Status dan Desil Pakai NIK
Namun, kejutan terjadi setelah gumpalan itu berhasil diangkat. Dari sela-sela material tumbuhan tersebut, tiba-tiba muncul seekor makhluk kecil yang masih hidup dan kemudian merayap di atas kain steril di area operasi.
Tim medis segera mengamankan hewan tersebut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium.
Ternyata Seekor Kutu Kayu
Hasil analisis menunjukkan hewan tersebut merupakan terrestrial isopod atau isopoda darat. Hewan ini masih termasuk kelompok krustasea sehingga secara kekerabatan lebih dekat dengan udang dan kepiting dibandingkan serangga.
Isopoda darat biasanya hidup di tempat yang lembap dan sering dikenal sebagai kutu kayu atau pill bug. Hewan tersebut juga umumnya memakan bahan tumbuhan yang membusuk.
Berdasarkan temuan itu, dokter menduga hewan tersebut kemungkinan tertelan secara tidak sengaja ketika pasien mengonsumsi buah atau sayuran segar yang sebelumnya tidak dicuci dengan baik.
Baca Juga: Ribuan Jarum Suntik Bekas Dibuang di Sidoarjo, DLH Surabaya Dorong Proses Hukum
Baca Juga: Dokter Ungkap Hubungan Berat Badan dan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi
Bagaimana Hewan Itu Bisa Bertahan di Usus?
Keberadaan hewan yang masih hidup di dalam usus menjadi bagian paling tidak biasa dari kasus tersebut.
Tim medis menduga isopoda itu dapat bertahan karena berada di dalam gumpalan phytobezoar yang cukup padat. Material tumbuhan tersebut kemungkinan memberikan perlindungan sehingga hewan tidak langsung terpapar lingkungan saluran pencernaan secara penuh.
Baca Juga: Cara Menjaga Berat Badan Tetap Stabil Setelah Diet, Dokter Ungkap 4 Kuncinya
Gumpalan itu kemudian bergerak hingga mencapai usus halus dan akhirnya menyebabkan penyumbatan.
Meski demikian, kemampuan hewan tersebut bertahan hidup dalam saluran pencernaan manusia merupakan kondisi yang sangat tidak biasa. Kasus ini juga tidak berarti bahwa mengonsumsi sayuran atau buah secara umum dapat menyebabkan hewan hidup menetap di dalam usus.
Kasus tersebut menjadi pengingat pentingnya mencuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi, terutama bahan pangan yang dimakan dalam kondisi mentah atau segar.
Selain mengurangi kotoran dan residu yang menempel, mencuci bahan pangan secara menyeluruh juga dapat membantu mengurangi kemungkinan tertelannya organisme kecil yang masih berada di permukaan makanan.
Baca Juga: Cara Menjaga Berat Badan Tetap Stabil Setelah Diet, Dokter Ungkap 4 Kuncinya
Editor : Ubaidillah