BPOM Terbitkan Izin Edar Vaksin Bio-RV, Bisa Diberikan Sejak Bayi Usia 0-5 Hari

Ubaidillah • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 07:00 WIB
Ilustrasi vaksin (Foto: Getty Images/iStockphoto)
Ilustrasi vaksin (Foto: Getty Images/iStockphoto)

 

RadarBangkalan.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menerbitkan Nomor Izin Edar (NIE) untuk vaksin rotavirus terbaru Bio-RV pada 2 September 2026. Vaksin tersebut ditujukan untuk mencegah gastroenteritis atau diare akut yang dapat menyebabkan dehidrasi berat pada bayi dan balita.

Penerbitan izin edar menandakan Bio-RV telah melalui evaluasi terhadap aspek keamanan, khasiat, dan mutu sesuai ketentuan yang berlaku. BPOM menyebut langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat mendapatkan produk biologis yang aman dan berkualitas.

Baca Juga: Wanita Ini Hampir Buta 4 Bulan karena Lensa Kontak, Ternyata Dipicu Kebiasaan Mandi

 

Bio-RV merupakan vaksin rotavirus hidup yang dilemahkan secara alami dan diberikan secara oral. Salah satu karakteristiknya adalah dosis pertama dapat diberikan sejak masa neonatal, yakni pada bayi baru lahir berusia 0-5 hari.

Jadwal pemberian Bio-RV terdiri dari tiga dosis, yaitu:

Pemberian vaksin sejak fase awal kehidupan tersebut ditujukan untuk membentuk perlindungan terhadap infeksi rotavirus sedini mungkin.

Baca Juga: Viral Tambal Gigi Sendiri Pakai Bahan Online, Dokter Ungkap Risiko Infeksi dan Radang

Baca Juga: Ingin Hidup sampai 100 Tahun? Dokter Ungkap 6 Kebiasaan yang Jadi Tandanya

Rotavirus Jadi Penyebab Banyak Kasus Diare Balita

Rotavirus menjadi salah satu penyebab penting gastroenteritis atau diare akut pada anak. Data Kementerian Kesehatan RI melalui Indonesia Rotavirus Surveillance Network periode 2001-2017 menunjukkan rotavirus ditemukan pada sekitar 41-58 persen kasus diare pada balita yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Baca Juga: Dokter Ungkap Hubungan Berat Badan dan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi

Diare akut dapat menyebabkan kehilangan cairan dalam jumlah besar. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat menyebabkan dehidrasi berat yang berpotensi mengancam nyawa.

Diare yang berulang juga dapat mengganggu penyerapan nutrisi. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan pada anak, termasuk stunting.

Karena itu, pencegahan infeksi rotavirus menjadi salah satu bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan bayi dan balita.

Bio Farma Sebut Bio-RV Hasil Kolaborasi Panjang

Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, mengatakan keberhasilan Bio-RV memperoleh Nomor Izin Edar merupakan hasil kolaborasi antara institusi riset, akademisi, industri dan mitra global, termasuk Murdoch Children's Research Institute (MCRI).

Baca Juga: Ribuan Jarum Suntik Bekas Dibuang di Sidoarjo, DLH Surabaya Dorong Proses Hukum

Menurut Shadiq, pengembangan Bio-RV tidak hanya berkaitan dengan pembuatan produk vaksin, tetapi juga mencakup rangkaian penelitian dan pengembangan hingga kesiapan manufaktur.

"Bio-RV bukan hanya tentang hadirnya satu produk vaksin baru. Di balik pencapaian ini terdapat perjalanan panjang pengembangan ilmu pengetahuan, uji praklinis dan klinis, alih teknologi, hingga penyiapan manufaktur," kata Shadiq, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga: Cara Menjaga Berat Badan Tetap Stabil Setelah Diet, Dokter Ungkap 4 Kuncinya

Ia menilai kemampuan Bio-RV untuk diberikan sejak periode neonatal membuka peluang perlindungan terhadap infeksi rotavirus sejak usia sangat dini.

Selain manfaat perlindungan bagi anak, pengembangan vaksin tersebut juga dinilai dapat mendukung kemandirian pasokan vaksin di Indonesia.

"Yang ingin kami hadirkan adalah perlindungan sedini mungkin bagi anak-anak Indonesia, sekaligus memastikan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk menjamin keberlanjutan pasokan vaksin secara mandiri. Ini merupakan bagian dari kontribusi Bio Farma dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan kesehatan nasional," pungkasnya.

Dengan diterbitkannya izin edar BPOM, Bio-RV menjadi salah satu pilihan vaksin rotavirus yang dapat digunakan sesuai ketentuan dan jadwal pemberian yang berlaku.

Baca Juga: Bayi 1 Tahun Didiagnosis Sembelit, Ternyata Idap Kanker Langka dengan Tumor 30 Cm

Editor : Ubaidillah
vaksin rotavirus diare akut keamanan vaksin kesehatan anak bpom