Benarkah Minum Susu Bikin Gemuk? Dokter Gizi Ungkap Faktanya

Ubaidillah • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 14:15 WIB
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Phira Phonruewiangphing)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Phira Phonruewiangphing)

 

RadarBangkalan.id - Minum susu sering dihindari oleh orang yang sedang menjaga berat badan karena dianggap mengandung lemak dan kalori yang bisa menyebabkan kegemukan. Padahal, minum susu tidak otomatis membuat berat badan naik.

Spesialis Gizi Klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK menjelaskan kenaikan berat badan lebih berkaitan dengan total asupan energi dalam sehari. Jika jumlah kalori yang masuk melebihi kebutuhan tubuh, berat badan dapat meningkat, terlepas dari apakah seseorang mengonsumsi susu atau tidak.

Baca Juga: Masker Dibasahi untuk Tangkal Abu Vulkanik? Dokter Paru Ungkap Risikonya

 

"Soal minum susu bikin gemuk, itu sebenarnya mitos. Yang bikin berat badan naik itu bukan susunya, tapi total kalori harian kita yang berlebihan," ujar dr Yaze.

Susu Tetap Bisa Dikonsumsi Saat Menjaga Berat Badan

Menurut dr Yaze, susu tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Hal yang perlu diperhatikan adalah porsi serta kontribusi kalorinya terhadap keseluruhan makanan dan minuman yang dikonsumsi.

"Jadi kalau total makan seharian udah kelewat banyak, mau minum susu atau enggak ya tetap bisa nambah BB. Susunya sendiri aman kok," jelasnya.

Baca Juga: Kemarau Panjang, Warga Blitar Antre Air Bersih hingga Bawa Jerigen

Untuk orang dewasa, konsumsi susu sekitar 1-2 gelas sehari atau 250-500 ml dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan protein dan kalsium.

Baca Juga: Motor Pasien Dicuri di Depan Klinik Probolinggo, Aksi Pelaku Terekam CCTV

Kandungan lemak dalam susu juga tidak perlu langsung dianggap sebagai penyebab kegemukan. Lemak tetap dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, membantu pembentukan hormon dan sel, serta mendukung penyerapan vitamin A, D, E, dan K.

Masalahnya muncul ketika total energi yang dikonsumsi sepanjang hari melebihi kebutuhan tubuh. Kalori tersebut tidak hanya berasal dari susu, tetapi juga dari makanan, camilan, serta berbagai minuman lainnya.

Bagaimana dengan Susu Kental Manis?

Susu kental manis (SKM) memiliki karakteristik dan penggunaan yang berbeda dari susu cair. BPOM menjelaskan SKM tidak dianjurkan dikonsumsi sebagai hidangan tunggal berupa minuman susu.

Penggunaan SKM lebih tepat sebagai pelengkap, topping, atau campuran makanan dan minuman. Karena memiliki rasa manis, jumlah yang digunakan juga perlu diperhatikan sebagai bagian dari keseluruhan asupan gula dan energi harian.

Baca Juga: Usai 49 Siswa dan Guru Keracunan MBG, SPPG Begadung 2 Nganjuk Tutup

SKM dapat digunakan sebagai pelengkap roti, makanan penutup, minuman, maupun berbagai sajian lainnya. Namun, tambahan tersebut tetap berkontribusi terhadap jumlah kalori dan gula yang dikonsumsi.

Karena itu, pertanyaan mengenai apakah susu atau SKM bikin gemuk tidak dapat dijawab hanya berdasarkan jenis produknya. Porsi, cara konsumsi, serta keseluruhan pola makan dalam sehari juga menjadi faktor penting.

Batas Konsumsi Gula Perlu Diperhatikan

Hal serupa berlaku untuk gula. Kementerian Kesehatan menganjurkan konsumsi gula maksimal 50 gram per hari atau sekitar empat sendok makan.

Batas tersebut merupakan akumulasi gula yang berasal dari berbagai makanan dan minuman dalam sehari. Artinya, ketika seseorang sudah mengonsumsi banyak makanan atau minuman manis, tambahan produk pemanis perlu diperhitungkan agar asupan gula tidak berlebihan.

Baca Juga: Ustaz di Pasuruan Diamankan, Diduga Cabuli Dua Murid Perempuan Usia 11 Tahun

"Selama minumnya masih dalam porsi ideal dan total kalori harian belum jebol, nggak bakal bikin gemuk kok," kata dr Yaze.

Minum Susu Malam Hari Bikin Gemuk?

Mitos lain yang sering beredar adalah anggapan bahwa minum susu pada malam hari lebih mudah menyebabkan kegemukan. Menurut dr Yaze, waktu mengonsumsi susu tidak secara otomatis menentukan kenaikan berat badan.

"Jam minum susu nggak ngaruh ke BB sama sekali. Mau minum pagi, siang, atau malam, kalorinya diproses sama aja oleh tubuh," ujarnya.

Dengan demikian, minum susu pada malam hari tidak otomatis menyebabkan lemak menumpuk di perut. Faktor yang tetap perlu diperhatikan adalah jumlah energi yang dikonsumsi sepanjang hari.

Baca Juga: Wanita Ini Hampir Buta 4 Bulan karena Lensa Kontak, Ternyata Dipicu Kebiasaan Mandi

Susu juga mengandung protein yang dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Efek tersebut berpotensi membantu seseorang mengurangi keinginan mengonsumsi camilan secara berlebihan.

"Malah, susu itu bisa bantu kita jaga berat badan. Kandungan proteinnya tinggi, jadi bikin perut berasa kenyang lebih lama," jelas dr Yaze.

Baca Juga: Viral Tambal Gigi Sendiri Pakai Bahan Online, Dokter Ungkap Risiko Infeksi dan Radang

Pada akhirnya, anggapan bahwa minum susu otomatis bikin gemuk merupakan mitos. Susu tetap dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang selama porsinya disesuaikan dengan kebutuhan.

Sementara itu, SKM perlu digunakan sesuai peruntukannya sebagai pelengkap, topping, atau campuran makanan dan minuman. Kandungan gula dan jumlah penggunaannya juga perlu diperhitungkan dalam total asupan harian.

Editor : Ubaidillah
gizi kalori mitos susu berat badan susu