RadarBangkalan.id - Merebaknya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau membuat permintaan masker meningkat di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut bahkan dimanfaatkan oleh oknum pedagang untuk menaikkan harga masker di tengah kepanikan warga.
Dokter spesialis paru dari RSUP Persahabatan, Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), meminta para pedagang tidak memanfaatkan situasi bencana untuk mencari keuntungan berlebihan. Ia mengajak pedagang menjual masker dengan harga yang tetap layak dan terjangkau bagi masyarakat.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, IDAI Ingatkan Orang Tua Lindungi Anak dari Abu Vulkanik
"Ya tentunya marilah sama-sama buat semuanya, ketika kondisi lagi ada bencana seperti ini, teman-teman yang sedang menjual itu tidak memanfaatkan kondisi ini," ujar Prof Agus dalam tayangan detikPagi, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, masker merupakan salah satu perlengkapan penting untuk membantu melindungi saluran pernapasan dari paparan abu vulkanik. Karena itu, masyarakat yang membutuhkan masker seharusnya tetap bisa mendapatkannya dengan harga yang wajar.
"Mari kita bantu juga saudara-saudara kita yang membutuhkan hal tersebut, masker tersebut, dengan menjual dengan harga yang layak," lanjutnya.
Di sisi lain, Prof Agus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau membeli masker secara berlebihan. Kepanikan justru dapat menyebabkan stok masker cepat habis dan memicu kelangkaan di pasaran.
Baca Juga: Benarkah Minum Susu Bikin Gemuk? Dokter Gizi Ungkap Faktanya
"Pada seluruh masyarakat ya tentunya dalam kondisi seperti ini kita tidak perlu panik ya. Yang terpenting adalah melakukan upaya-upaya pencegahan," katanya.
Baca Juga: Masker Dibasahi untuk Tangkal Abu Vulkanik? Dokter Paru Ungkap Risikonya
Cara Melindungi Diri dari Abu Vulkanik
Prof Agus membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Pertama, masyarakat dianjurkan membatasi aktivitas di luar rumah. Langkah ini terutama penting bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki riwayat gangguan atau penyakit pernapasan.
Kedua, jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat disarankan menggunakan masker sebagai perlindungan terhadap saluran pernapasan dari partikel abu vulkanik.
Ketiga, masyarakat yang harus bepergian sebaiknya memilih moda transportasi tertutup. Kendaraan seperti mobil atau transportasi umum yang terlindung dapat mengurangi paparan udara luar secara langsung.
Keempat, kualitas udara di dalam rumah juga perlu diperhatikan. Masyarakat dianjurkan menutup rapat ventilasi, pintu, jendela, serta celah-celah rumah yang memungkinkan abu vulkanik masuk.
Baca Juga: Viral Tambal Gigi Sendiri Pakai Bahan Online, Dokter Ungkap Risiko Infeksi dan Radang
Dengan langkah pencegahan tersebut, masyarakat diharapkan tetap dapat beraktivitas secara aman tanpa harus melakukan pembelian masker secara berlebihan di tengah sebaran abu vulkanik.
Editor : Ubaidillah