Mata Kemasukan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Sebaiknya Dibilas atau Direndam?

Ubaidillah • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 06:18 WIB
Ilustrasi mata kelilipan (Foto: Getty Images/yamasan)
Ilustrasi mata kelilipan (Foto: Getty Images/yamasan)

 

RadarBangkalan.id - Abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau yang beterbangan dapat dengan mudah masuk ke mata dan menimbulkan sejumlah keluhan, seperti rasa perih, sensasi mengganjal hingga mata berair. Jika mengalami kondisi tersebut, mata sebaiknya segera dibilas dengan air mengalir, bukan sekadar direndam.

Dokter spesialis mata dr Rini Sulastiwaty Situmorang, SpM(K), MM dari Mayapada Eye Centre (MEC) menjelaskan, membilas mata menggunakan air mengalir merupakan cara yang efektif untuk membantu mengeluarkan abu atau benda asing yang masuk ke mata.

Baca Juga: Dokter Ungkap 7 Makanan yang Bisa Mengganggu Kesehatan Usus

"Paling efektif ya dengan air mengalir. Karena kalau hanya dengan kedip-kedip kalau dia bendanya nempel, bisa jadi tidak lepas," kata dr Rini saat berbincang dengan detikcom di MEC Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026).

Menurut dr Rini, aliran air dapat membantu membawa benda asing keluar dari mata apabila masih terdapat abu atau partikel yang berada di dalamnya.

"Kalau dengan air mengalir harapannya, dengan aliran air itu dia (benda asing) akan bergerak bersama alirannya misalnya kalau memang ada di dalamnya," lanjutnya.

Kapan Harus Periksa ke Dokter Mata?

Meski mata telah dibilas menggunakan air mengalir, keluhan yang tidak kunjung membaik perlu mendapat perhatian. Terlebih jika mata tetap merah atau masih terasa seperti ada benda asing di dalamnya.

Baca Juga: Jalan 4.000 Langkah Cepat Ternyata Bisa Setara 7.500 Langkah Pelan

dr Rini menyarankan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit atau klinik mata jika kondisi tersebut terus berlangsung.

Baca Juga: Benarkah Minum Susu Bikin Gemuk? Dokter Gizi Ungkap Faktanya

"Kalau ternyata udah terjadi iritasi, masih merah sampai sekarang (tak kunjung hilang), sensasi seperti ada benda asing di dalam mata seperti orang kelilipan walaupun bendanya sudah tidak ada, kami mesti lihat," katanya.

Menurutnya, partikel abu vulkanik yang melekat pada kornea berpotensi menyebabkan proses peradangan sehingga keluhan tidak selalu dapat sembuh hanya dengan membilas mata.

"Karena waktu benda itu melekat ke kornea, mungkin sudah ada proses peradangan di situ yang tidak akan sembuh dengan sendirinya hanya pakai air mengalir saja," sambungnya.

Baca Juga: Masker Dibasahi untuk Tangkal Abu Vulkanik? Dokter Paru Ungkap Risikonya

Jika sudah terjadi iritasi atau infeksi, dokter dapat mempertimbangkan pemberian obat tambahan, seperti antibiotik atau obat untuk mengatasi peradangan. Penggunaan obat tersebut sebaiknya dilakukan berdasarkan pemeriksaan dan pengawasan dokter atau tenaga kesehatan.

Editor : Ubaidillah
gunung anak krakatau iritasi mata perawatan mata abu vulkanik kesehatan mata