Gempur TBC di Desa, Dinas Kesehatan Bangkalan kolaborasi Program FC-SDS Turunkan X-Ray Berbasis AI

Abdul Basri • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 08:43 WIB
Dokter Puskesmas membaca hasil  foto Rontgen (X-ray) dengan teknologi terintegrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Dokter Puskesmas membaca hasil foto Rontgen (X-ray) dengan teknologi terintegrasi Artificial Intelligence/AI).

BANGKALAN — Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan dengan dukungan Kementerian Kesehatan mendeteksi dini penularan Tuberkulosis (TBC) terhadap 15.700 warga masyarakat Bangkalan secara gratis. Langkah jemput bola ini dilakukan melalui kolaborasi dengan program Facility and Community based Service Delivery Support (FC-SDS) dari Stop TB Partnership Indonesia (STPI), dengan memanfaatkan teknologi foto Rontgen (X-ray) terintegrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Program  Tracing TB Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) tersebut berlangsung sejak Agustus hingga November 2026. Pelayanan difokuskan dengan mendekatkan fasilitas medis langsung ke tingkat desa di seluruh wilayah Kabupaten Bangkalan. Hingga 18 September 2026, tim di lapangan telah mengidentifikasi sebanyak 2.128 orang terduga TBC.

Suasana sesi  foto Rontgen (X-ray) berbasis artificial intelligence/AI
Suasana sesi foto Rontgen (X-ray) berbasis artificial intelligence/AI

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2PM) Dinas Kesehatan Bangkalan, dr. Wiwid Mayasari, menyatakan penelusuran difokuskan pada kontak serumah dan kontak erat dari pasien TBC yang terkonfirmasi. Menurut dia, deteksi dini krusial untuk mencegah keterlambatan penanganan medis sekaligus memutus rantai penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Tracing TB Terintegrasi CKG ini sangat penting dalam menemukan kasus TBC sebanyak-banyaknya di masyarakat agar bisa segera ditangani secara cepat dan tepat,” kata dr. Wiwid. “Semakin banyak kasus yang ditemukan sejak dini, semakin cepat dan baik upaya pencegahan penularannya, sehingga masyarakat Bangkalan menjadi sehat, dan eliminasi TBC bisa dicapai.”

Selain kontak erat, kegiatan ini memprioritaskan kelompok rentan dan berisiko tinggi. Target sasaran meliputi terduga TBC dengan hasil Tes Cepat Molekuler (TCM) negatif yang belum difoto Rontgen, pasien TBC Sensitif Obat (SO) maupun Resistan Obat (RO) yang gagal berobat atau putus berobat (loss to follow-up), penyandang diabetes, orang dengan HIV (ODHIV), anak dengan malnutrisi, orang dengan gejala TBC seperti Batuk yang tidak kunjung sembuh, serta penerima Terapi Pencegahan TBC (TPT) yang belum pernah menjalani pemeriksaan X-ray.

Kunjungan Ibu Lutfiana Lukman Hakim selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangkalan saat pelaksanaan skrining TBC
Kunjungan Ibu Lutfiana Lukman Hakim selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangkalan saat pelaksanaan skrining TBC

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan dr. Nunuk Kristiani, Sp. Rad, juga menyatakan "Pelaksanaan penemuan kasus di Bangkalan dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan pemangku kepentingan mulai dari Puskesmas, Kecamatan, Pemerintahan Desa, Kader, Organisasi Masyarakat Sipil, serta stakeholder  lainya, demi mewujudkan Bangkalan sehat, kuat, dan terwujudnya  eliminasi TBC di Kabupaten Bangkalan”.

 

Pelaksaanaan Tracing TBC
Pelaksanaan Tracing TBC

 

Editor : Abdul Basri
eleminasitbc fc-sds pemkab bangkalan bangkalan tbc