RadarBangkalan.id - Urine umumnya berwarna kuning dengan tingkat kejernihan yang dapat berbeda-beda, tergantung kondisi tubuh dan jumlah cairan yang dikonsumsi. Namun, urine yang tiba-tiba berwarna hijau bisa membuat seseorang bertanya-tanya mengenai penyebabnya.
Belakangan, urine berwarna hijau menjadi perhatian setelah sebuah foto yang menunjukkan kondisi tersebut viral di media sosial Threads. Perubahan warna urine yang tidak biasa kemudian menimbulkan pertanyaan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan penyakit tertentu.
Baca Juga: Guru Yoga 103 Tahun Ungkap 5 Kebiasaan Sederhana yang Membuatnya Tetap Bugar
Spesialis urologi dr Hilman Hadiansyah, SpU, menjelaskan bahwa urine berwarna hijau dapat disebabkan oleh sejumlah faktor. Tidak semuanya menunjukkan kondisi yang berbahaya.
Penyebab Urine Berwarna Hijau
Menurut dr Hilman, perubahan warna urine menjadi hijau dapat berkaitan dengan obat-obatan, pewarna makanan, hingga infeksi saluran kemih.
"Bisa karena obat-obatan, pewarna dari makanan, dan yang perlu diperhatikan adalah infeksi saluran kemih, terutama oleh bakteri tertentu seperti Pseudomonas," kata dr Hilman saat dihubungi detikcom, Minggu (20/9/2026).
Pseudomonas merupakan salah satu jenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran kemih. Karena itu, ketika urine berubah warna menjadi hijau, penyebabnya perlu dipastikan terlebih dahulu, terutama jika perubahan warna tersebut berlangsung terus-menerus.
Baca Juga: Bukan Cuma Teka-teki, Ini 7 Aktivitas yang Sering Disukai Orang Ber-IQ Tinggi
Urine Hijau Tidak Selalu Berbahaya
Dr Hilman menegaskan bahwa urine berwarna hijau tidak otomatis menunjukkan penyakit serius. Jika perubahan warna dipicu oleh obat tertentu atau pewarna dari makanan, kondisi tersebut umumnya tidak berbahaya.
"Kalau karena obat atau pewarna, biasanya tidak berbahaya dan warna urine akan kembali normal dengan sendirinya," katanya.
Baca Juga: PERDOSKI Buka Suara soal Skin Booster 'Kulit Mayat' dari Korea
Warna urine memang dapat berubah akibat berbagai faktor, termasuk makanan, minuman, obat-obatan, serta kondisi kesehatan tertentu. Karena itu, warna saja tidak cukup untuk menentukan diagnosis.
Kapan Urine Hijau Perlu Diperiksakan?
Hal yang perlu diperhatikan adalah apakah perubahan warna urine hanya terjadi sementara atau justru menetap dan disertai gejala lain.
Dr Hilman menyarankan pemeriksaan medis jika urine berwarna hijau tidak kunjung kembali normal, terlebih bila muncul gejala yang mengarah pada infeksi saluran kemih.
"Tapi bila disebabkan oleh infeksi, tentu infeksinya perlu diobati. Jadi, urine berwarna hijau tidak selalu berarti kondisi yang serius, tetapi kalau menetap atau disertai demam, nyeri saat buang air kecil, atau nyeri pinggang, sebaiknya diperiksakan ke dokter," tutupnya.
Baca Juga: Insiden Diare di HYROX Beijing, Joanna Wietrzyk Putuskan Mundur
Dengan demikian, urine berwarna hijau tidak perlu langsung dianggap sebagai tanda penyakit berat. Namun, perubahan warna yang menetap atau disertai demam, nyeri ketika buang air kecil, maupun nyeri pinggang sebaiknya tidak diabaikan dan perlu mendapat pemeriksaan dokter.
Editor : Ubaidillah