Kanker Payudara Bisa Dicegah dengan Olahraga? Dokter Ungkap Kaitannya dengan Lemak Tubuh

Ubaidillah • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 06:07 WIB
Foto: Ilustrasi kanker payudara (Getty Images/iStockphoto/lovelyday12)
Foto: Ilustrasi kanker payudara (Getty Images/iStockphoto/lovelyday12)

 

RadarBangkalan.id - Kanker payudara dipengaruhi berbagai faktor, termasuk usia dan genetika yang tidak dapat dikendalikan. Namun, gaya hidup menjadi salah satu aspek yang masih bisa dikelola, termasuk dengan rutin melakukan aktivitas fisik.

Direktur dan Kepala Klinik Onkologi Radiasi Dharmshila Narayana Superspeciality Hospital, Delhi, India, dr Kanika Sood Sharma, menjelaskan olahraga dapat berperan dalam menjaga kondisi tubuh yang berkaitan dengan risiko kanker payudara, terutama melalui pengendalian berat badan dan lemak tubuh.

Baca Juga: BGN Pecat Karyawan SPPG yang Diduga Ejek Korban Keracunan MBG dari Karo

Kaitan Lemak Tubuh dengan Hormon

Menurut dr Sharma, kanker payudara lebih sering ditemukan pada orang dengan obesitas. Salah satu alasannya berkaitan dengan jaringan lemak yang juga dapat menghasilkan hormon.

"Biasanya, hormon estrogen dan progesteron disekresikan oleh gonad, dengan ovarium sebagai sumber utama, tetapi lemak itu sendiri juga merupakan sumbernya," katanya.

Perhatian khusus perlu diberikan pada penumpukan lemak di sekitar perut. Jaringan lemak dapat berperan dalam aktivitas hormonal sehingga pengelolaan berat badan menjadi salah satu bagian dari gaya hidup sehat.

"Jadi, di mana pun terdapat penumpukan lemak yang besar di sekitar perut Anda, sumber tambahan akan ditambahkan, dan itu merangsang estrogen yang tidak terkendali. Stimulasi estrogen yang tidak terkendali adalah salah satu penyebab kanker payudara," tambahnya.

Baca Juga: Agnes Ngetich Pecahkan Rekor Dunia Half Marathon Wanita, Catat Pace 3:34

Meski demikian, olahraga tidak dapat secara khusus membakar lemak hanya di bagian perut. Pengurangan lemak tubuh perlu dilakukan secara keseluruhan melalui aktivitas fisik rutin yang dikombinasikan dengan pola makan seimbang.

Baca Juga: Guru Yoga 103 Tahun Ungkap 5 Kebiasaan Sederhana yang Membuatnya Tetap Bugar

Tidak Ada Olahraga yang Disebut Paling Ampuh

Dr Sharma mengatakan tidak ada satu jenis olahraga yang dapat dianggap sebagai latihan khusus atau "ajaib" untuk mencegah kanker payudara. Konsistensi dalam menjalani aktivitas fisik justru menjadi hal yang lebih penting.

Jenis latihan dapat disesuaikan dengan usia, kondisi tubuh, tingkat kebugaran, serta kemampuan fisik masing-masing orang. Aktivitas fisik juga tidak harus selalu berupa olahraga dengan intensitas tinggi.

Latihan Kekuatan Penting bagi Wanita

Selain kardio, latihan kekuatan juga disarankan untuk dimasukkan ke dalam rutinitas olahraga wanita. Manfaatnya tidak hanya berkaitan dengan pencegahan kanker payudara, tetapi juga kesehatan tulang dan pemeliharaan massa otot.

"Latihan kekuatan, khususnya bagi wanita, penting tidak hanya untuk pencegahan kanker payudara, tetapi juga untuk kesehatan tulang mereka," katanya.

Seiring bertambahnya usia, pemeliharaan massa otot dan tulang menjadi semakin penting. Karena itu, latihan kekuatan dapat menjadi bagian dari aktivitas fisik selain latihan kardio.

Baca Juga: Bukan Cuma Teka-teki, Ini 7 Aktivitas yang Sering Disukai Orang Ber-IQ Tinggi

Massa otot juga berperan dalam kesehatan metabolisme karena membantu tubuh menggunakan glukosa dan menjaga sensitivitas insulin. Kondisi metabolisme tersebut dapat berkaitan dengan keseimbangan hormon.

Gabungkan Kardio, Peregangan, dan Latihan Kekuatan

Untuk menjaga tubuh tetap aktif, wanita tidak harus terpaku pada satu jenis olahraga. Peregangan, latihan kardio, dan latihan kekuatan dapat dikombinasikan sesuai kemampuan.

"Ketika Anda mulai berkeringat, itu berarti aktivitas kardiovaskular Anda meningkat, dan detak jantung Anda naik," katanya.

Baca Juga: PERDOSKI Buka Suara soal Skin Booster 'Kulit Mayat' dari Korea

Peningkatan aktivitas fisik membuat tubuh bekerja dengan intensitas lebih tinggi dan menggunakan lebih banyak energi. Namun, tingkat latihan tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan tubuh.

Dr Sharma menekankan bahwa olahraga untuk seseorang berusia 80 tahun tidak bisa disamakan dengan latihan bagi orang berusia 40 tahun. Faktor usia, kondisi kesehatan, kemampuan bergerak, dan tingkat kebugaran perlu dipertimbangkan sebelum menentukan jenis serta intensitas latihan.

Jangan Berlebihan Saat Berolahraga

Rutin berolahraga bukan berarti harus memaksakan tubuh melakukan latihan dengan intensitas tinggi. Latihan yang terlalu berat atau melebihi kemampuan fisik justru dapat meningkatkan risiko cedera.

Karena itu, aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan sebaiknya dilakukan secara konsisten dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Pengelolaan berat badan melalui aktivitas fisik dan pola makan seimbang dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan sekaligus mengelola salah satu faktor gaya hidup yang berkaitan dengan risiko kanker payudara.

Baca Juga: Insiden Diare di HYROX Beijing, Joanna Wietrzyk Putuskan Mundur

Editor : Ubaidillah
kesehatan wanita pencegahan kanker olahraga kanker payudara