Bukan Cuma Kurang Minum, Ini Kebiasaan yang Bisa Diam-diam Merusak Ginjal

Ubaidillah • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 08:48 WIB
Foto: Getty Images/SewcreamStudio
Foto: Getty Images/SewcreamStudio

 

RadarBangkalan.id - Menjaga kesehatan biasanya identik dengan rutin berolahraga, memenuhi kebutuhan protein, hingga mencukupi waktu tidur. Namun, pola makan sehari-hari juga memiliki peran penting karena kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam dan makanan ultra-proses dapat menjadi faktor risiko masalah kesehatan yang berkaitan dengan ginjal.

Ginjal merupakan organ vital yang berada di dalam rongga perut. Sepasang organ seukuran kepalan tangan ini bekerja terus-menerus untuk menyaring limbah dan kelebihan cairan dari tubuh.

Baca Juga: Tulungagung Jadi Lokasi Uji Coba Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan Kemenkes

Masalahnya, gangguan pada ginjal kerap tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Kondisi tersebut membuat penyakit ginjal sering disebut sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam.

"Penyakit ginjal adalah pembunuh diam-diam, sehingga banyak orang tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit ginjal sampai mereka berada pada stadium lanjut," ujar dokter spesialis nefrologi dari Cook County Health, dr Kalyani Perumal, MD, dikutip dari Parade.

Pola Makan Buruk Bisa Berdampak pada Ginjal

Menurut dr Perumal, salah satu kebiasaan harian yang perlu diperhatikan adalah pola makan yang buruk, terutama konsumsi makanan cepat saji (fast food), makanan tinggi natrium, serta makanan ultra-proses secara berlebihan.

Kebiasaan tersebut bahkan dapat terbentuk sejak usia muda dan terbawa hingga seseorang dewasa.

"Sebagai anak-anak dan remaja, kita terbiasa mengonsumsi makanan cepat saji karena jadwal sekolah yang sibuk, masa-masa kuliah yang penuh tekanan, banyaknya kegiatan, serta kehidupan sosial yang aktif. Hal ini menjadi kebiasaan yang sulit dilepaskan," terang dr Perumal.

Baca Juga: Ambulans BPJS Watch Bawa Jenazah ke Sampang Diduga Dihalangi Oknum Satpol PP Surabaya

Pola makan yang tidak sehat dapat berkontribusi terhadap berbagai kondisi seperti obesitas, tekanan darah tinggi atau hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Kondisi-kondisi tersebut diketahui sebagai faktor risiko yang dapat berkaitan dengan kerusakan ginjal.

Baca Juga: Diabetes Tak Selalu Harus Minum Obat Seumur Hidup, Dokter Ungkap Peluang Remisinya

Mengapa Kerusakan Ginjal Sering Tidak Disadari?

Ginjal memiliki kapasitas cadangan yang besar. Bahkan ketika fungsi ginjal mulai menurun, organ tersebut masih dapat menjalankan tugasnya menyaring limbah dan cairan tubuh.

Kemampuan tersebut membuat seseorang bisa saja tidak merasakan keluhan berarti ketika fungsi ginjal perlahan mengalami penurunan.

Bahkan, sekitar 9 dari 10 orang dengan penyakit ginjal kronis disebut tidak menyadari kondisi tersebut.

"Tanda-tanda paling awal dari penyakit ginjal hanya dapat dideteksi melalui pemeriksaan darah dan urine," tegas dr Perumal.

Karena itu, tidak munculnya gejala bukan berarti kondisi ginjal pasti baik-baik saja, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko penyakit ginjal.

Bagaimana Garam Berlebih Memengaruhi Ginjal?

Konsumsi makanan tinggi natrium secara terus-menerus dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan. Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.

Tekanan darah tinggi yang berlangsung dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah, termasuk pembuluh darah kecil di ginjal yang berperan dalam proses penyaringan.

Baca Juga: Odontektomi Gigi Bungsu Ditanggung BPJS? Ini Syarat dan Alur yang Perlu Diketahui

Jika fungsi ginjal semakin menurun, sejumlah gejala dapat muncul. Di antaranya pembengkakan pada kaki, wajah sembap, hingga rasa lelah yang berat.

Namun, gejala tersebut dapat muncul ketika kerusakan ginjal sudah cukup lanjut. Karena itu, menjaga pola makan dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan ginjal.

Baca Juga: BGN Pecat Karyawan SPPG yang Diduga Ejek Korban Keracunan MBG dari Karo

Editor : Ubaidillah
pola makan tidak sehat kebiasaan makan obesitas penyakit ginjal kesehatan ginjal