RadarBangkalan.id - Seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun berinisial KCL menjadi perhatian peneliti karena memiliki kemampuan mengingat pengalaman pribadi dengan tingkat detail yang sangat tinggi. Ia bahkan mengaku mampu mengingat sejumlah peristiwa dalam hidupnya sejak berusia sekitar tiga bulan.
Kemampuan tersebut berkaitan dengan kondisi langka yang dikenal sebagai Highly Superior Autobiographical Memory (HSAM). Kondisi ini membuat seseorang memiliki kemampuan luar biasa dalam mengingat pengalaman autobiografis atau kejadian yang dialaminya sendiri.
Baca Juga: Bukan Cuma Kurang Minum, Ini Kebiasaan yang Bisa Diam-diam Merusak Ginjal
Jumlah orang yang telah dikonfirmasi memiliki HSAM diperkirakan kurang dari 100 orang di seluruh dunia.
Bisa Mengingat Masa Bayi
Kemampuan KCL diketahui setelah remaja tersebut menghubungi peneliti kognitif Krystian Barzykowski. Kepada peneliti, KCL mengungkapkan bahwa dirinya memiliki ingatan autobiografis yang sangat awal.
"Ia menjelaskan memiliki ingatan autobiografi yang sangat awal, termasuk kenangan saat berusia sekitar tiga bulan (April 2009), serta masa kanak-kanak awal yang telah dikonfirmasi kebenarannya oleh orang tuanya," tulis Barzykowski dan timnya dalam laporan ilmiah yang terbit di jurnal Cortex.
Baca Juga: Tulungagung Jadi Lokasi Uji Coba Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan Kemenkes
KCL mengatakan ingatan tentang perjalanan hidupnya mulai muncul secara berkelanjutan sejak berusia sekitar tiga tahun. Ingatan tersebut juga dapat muncul secara otomatis tanpa sengaja.
Pemicu ingatan itu bisa berasal dari hal-hal sederhana yang ditemuinya sehari-hari, seperti aroma tertentu, lagu, maupun potongan kalimat yang didengar.
Dengan kemampuan tersebut, KCL dapat mengingat berbagai kejadian masa lalu dengan detail yang sangat tinggi dibandingkan kebanyakan orang.
Baca Juga: Ambulans BPJS Watch Bawa Jenazah ke Sampang Diduga Dihalangi Oknum Satpol PP Surabaya
Apakah Otaknya Berbeda?
Meski memiliki kemampuan mengingat pengalaman pribadi yang luar biasa, hasil pemeriksaan menunjukkan kemampuan kognitif KCL lainnya tidak berada di luar rentang normal.
Kemampuan perhatian, memori kerja (working memory), hingga fungsi eksekutifnya berada dalam rentang yang umum ditemukan pada remaja seusianya.
Riwayat perkembangan fisik dan mental KCL sejak bayi hingga remaja juga tercatat normal. Ia tidak memiliki riwayat gangguan psikiatri maupun masalah pendidikan.
"Bukti-bukti yang terkumpul menunjukkan bahwa pemegang HSAM bukanlah 'pahlawan super' kognitif. Sebaliknya, kemampuan mereka dalam mempelajari informasi harian atau menghafal angka sebanding dengan populasi umum," terang tim peneliti.
Artinya, HSAM tidak serta-merta membuat seseorang memiliki kemampuan luar biasa dalam seluruh jenis tugas memori. Keunggulan utamanya lebih spesifik pada kemampuan mengingat pengalaman autobiografis.
Bukan Karena Kemampuan Menghafal
Para peneliti menjelaskan bahwa keunikan orang dengan HSAM bukan terutama terletak pada kemampuan menghafal atau tingkat kecerdasan secara umum.
Baca Juga: Diabetes Tak Selalu Harus Minum Obat Seumur Hidup, Dokter Ungkap Peluang Remisinya
Perbedaannya justru berkaitan dengan bagaimana otak mengambil kembali informasi dari memori atau disebut retrieval dynamics.
Pemilik HSAM diduga memiliki sensitivitas yang sangat tinggi terhadap berbagai isyarat yang dapat memicu munculnya kenangan. Dengan demikian, ambang untuk mengakses kembali memori masa lalu menjadi lebih rendah.
Hal sederhana seperti mendengar lagu, mencium aroma tertentu, atau mendengar sebuah kalimat dapat menjadi pemicu munculnya kenangan.
Kemampuan tersebut dapat dianalogikan seperti memiliki perpustakaan pribadi di dalam kepala. Berbagai pengalaman hidup tersimpan dan dapat diakses kembali ketika ada pemicu tertentu, termasuk kenangan dari masa kanak-kanak yang sangat awal.
Baca Juga: Odontektomi Gigi Bungsu Ditanggung BPJS? Ini Syarat dan Alur yang Perlu Diketahui
Editor : Ubaidillah