Studi Ungkap Bahaya Makan Ultra-Processed Food, Risiko Penyakit Jantung Naik

Ubaidillah • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 08:54 WIB
Foto: Getty Images/wildpixel
Foto: Getty Images/wildpixel

 

RadarBangkalan.id - Mengonsumsi makanan ultra-proses atau ultra-processed food (UPF) dalam jumlah tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan. Studi terbaru menemukan kaitan antara konsumsi UPF dengan penyakit jantung, stroke, obesitas, diabetes, depresi, gangguan kecemasan, masalah pencernaan, hingga kanker.

Temuan tersebut berasal dari studi yang diterbitkan dalam Family Medicine and Community Health. Peneliti menganalisis lebih dari 50 studi yang melibatkan hampir 9 juta orang dewasa di berbagai negara.

Baca Juga: Remaja 16 Tahun Ini Bisa Ingat Detail Hidup Sejak Usia 3 Bulan, Kok Bisa?

 

Periode pengamatan dalam studi-studi tersebut berlangsung antara 2 hingga 32 tahun. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi UPF yang lebih tinggi dan meningkatnya risiko sejumlah masalah kesehatan.

Apa Saja yang Termasuk Ultra-Processed Food?

Ultra-processed food merupakan produk makanan yang umumnya telah melalui berbagai proses industri dan dapat mengandung sejumlah besar gula tambahan, garam, serta lemak.

Ahli diet terdaftar Maya Feller mengatakan makanan jenis ini juga dirancang agar memiliki cita rasa yang sangat menarik sehingga mudah mendorong seseorang untuk terus mengonsumsinya.

"Ultra-processed food mengandung "sejumlah besar gula tambahan, garam, dan lemak" serta dapat memiliki cita rasa yang sangat menggugah selera. Makanan tersebut dirancang sedemikian rupa agar terasa sangat menarik untuk dikonsumsi," kata Maya Feller kepada ABC News.

Baca Juga: Bukan Cuma Kurang Minum, Ini Kebiasaan yang Bisa Diam-diam Merusak Ginjal

Beberapa contoh makanan yang termasuk UPF antara lain:

Baca Juga: Ambulans BPJS Watch Bawa Jenazah ke Sampang Diduga Dihalangi Oknum Satpol PP Surabaya

"Ultra-processed food merupakan salah satu masalah utama dalam kesehatan masyarakat," kata Dr Xiao Liu, penulis utama studi, dokter di Sun Yat-Sen Memorial Hospital sekaligus peneliti di Duke-NUS Medical School, kepada ABC News.

Risiko Penyakit Jantung Meningkat

Dalam analisis tersebut, konsumsi UPF dalam jumlah lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 24%.

Peneliti juga menemukan adanya hubungan antara tambahan konsumsi UPF dan peningkatan risiko masalah pada sistem kardiovaskular.

Setiap tambahan konsumsi 100 gram UPF per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah jantung sebesar 14%. Sementara risiko tekanan darah tinggi meningkat 11%.

Penyakit kardiovaskular sendiri merupakan salah satu penyebab utama kematian di Amerika Serikat.

Risiko Diabetes dan Obesitas

Dampak yang dikaitkan dengan konsumsi UPF tidak hanya berkaitan dengan kesehatan jantung. Studi tersebut juga menemukan hubungan dengan sejumlah penyakit metabolik.

Orang yang mengonsumsi UPF lebih banyak memiliki risiko diabetes yang 24% lebih tinggi. Sementara risiko obesitas meningkat 23%.

Baca Juga: Diabetes Tak Selalu Harus Minum Obat Seumur Hidup, Dokter Ungkap Peluang Remisinya

Peneliti juga menemukan bahwa semakin tinggi konsumsi makanan ultra-proses, semakin tinggi pula risiko sejumlah dampak kesehatan yang merugikan.

Baca Juga: Odontektomi Gigi Bungsu Ditanggung BPJS? Ini Syarat dan Alur yang Perlu Diketahui

Temuan tersebut memperkuat perhatian terhadap pola makan yang didominasi makanan ultra-proses. Namun, hasil studi menunjukkan keterkaitan (asosiasi), sehingga angka peningkatan risiko tersebut tidak otomatis berarti UPF menjadi satu-satunya penyebab setiap penyakit.

Editor : Ubaidillah
risiko kematian ultra-processed food kesehatan masyarakat diabetes penyakit jantung