RadarBangkalan.id - Tidur memang membantu tubuh memulihkan energi. Namun, langsung tidur setelah makan malam sebaiknya dihindari. Dokter jantung menyarankan memberi jeda setidaknya tiga jam antara makan malam dan waktu tidur, terutama bagi orang yang rentan mengalami refluks asam lambung atau gangguan pencernaan.
Spesialis jantung di Narayana Hospital, Jaipur, India, dr Devendra Kr Shrimal, mengatakan tidur segera setelah makan malam umumnya tidak secara langsung menyebabkan serangan jantung atau penyakit jantung. Namun, kebiasaan tersebut dapat memicu masalah pencernaan, mengganggu tidur, dan memperburuk refluks asam lambung.
Baca Juga: Oseltamivir untuk Anak Flu Tak Boleh Sembarangan, Ini Temuan Studi
Baca Juga: 11 Siswa Keracunan MBG, SPPG Gowa Pattallassang Kembali Beroperasi
"Makan tepat sebelum tidur tidak secara langsung menyebabkan serangan jantung atau penyakit jantung. Tetapi tidur segera setelah makan besar atau larut malam dapat memengaruhi pencernaan, tidur, dan refluks asam. Makan sangat larut dan memiliki pola tidur yang tidak teratur juga dapat menyebabkan faktor risiko metabolik dan kardiovaskular seiring waktu," katanya.
Tidur Setelah Makan Bisa Picu Asam Lambung
Salah satu masalah yang paling perlu diperhatikan ketika langsung berbaring setelah makan adalah refluks asam lambung. Kondisi ini lebih mudah terjadi setelah seseorang mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak, berlemak, atau pedas.
Saat tubuh berdiri atau duduk, gravitasi membantu menjaga isi lambung tetap berada di bawah. Kondisi tersebut berubah ketika seseorang langsung berbaring setelah makan.
"Gravitasi tidak ada untuk menahan isi perut agar tetap di bawah saat Anda berbaring sesaat setelah makan. Hal ini dapat menyebabkan asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan, terutama setelah makan makanan yang banyak, berlemak, atau pedas. Mereka yang sudah menderita asam lambung atau penyakit refluks gastroesofageal (GERD) mungkin akan mengalami mulas, rasa asam di mulut, batuk, atau kesulitan tidur di malam hari," jelasnya.
Karena itu, orang yang memiliki riwayat asam lambung atau GERD perlu lebih memperhatikan waktu antara makan malam dan tidur.
Baca Juga: Balita 3 Tahun di Pamekasan Meninggal di ICU, Keluarga Ceritakan 5 Hari Menanti Rujukan
Apakah Makan Larut Malam Berpengaruh pada Jantung?
Dari sisi kesehatan jantung, dr Shrimal mengatakan perhatian tidak hanya tertuju pada kebiasaan tidur setelah makan. Pola makan yang terlalu larut, kualitas tidur yang buruk, serta jadwal makan dan tidur yang tidak teratur juga perlu diperhatikan.
Jika menjadi kebiasaan dalam jangka panjang, pola tersebut dapat berkaitan dengan faktor metabolik dan kardiovaskular, termasuk tekanan darah dan kesehatan metabolisme.
"American Heart Association melaporkan bahwa jadwal tidur dan makan yang tidak teratur mungkin terkait dengan faktor risiko kardiometabolik seperti obesitas, resistensi insulin, dan tekanan darah tinggi. Namun, para ilmuwan masih berupaya menentukan sejauh mana waktu makan benar-benar meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dari waktu ke waktu," kata dr Shrimal.
Artinya, satu kali makan malam terlambat atau tidur setelah makan tidak otomatis menyebabkan penyakit jantung. Yang lebih penting adalah pola makan, tidur, aktivitas fisik, serta rutinitas sehari-hari secara keseluruhan.
Makan dan Tidur Saling Berkaitan
Makanan dan tidur memiliki hubungan dua arah. Makan dalam jumlah besar atau mengonsumsi makanan dengan komposisi yang kurang seimbang menjelang tidur dapat menimbulkan rasa tidak nyaman sehingga kualitas tidur terganggu.
Sebaliknya, kurang tidur juga dapat memengaruhi nafsu makan, pilihan makanan, dan kesehatan metabolik.
Baca Juga: Santri Difabel di Gresik Diduga Disetrika Senior hingga 2 Kali, Kini Trauma ke Ponpes
Karena itu, menjaga jadwal makan dan tidur yang teratur dapat menjadi bagian dari kebiasaan hidup yang mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Kapan Sebaiknya Tidur setelah Makan Malam?
dr Shrimal menyarankan makan malam setidaknya tiga jam sebelum tidur, terutama bagi orang yang mudah mengalami refluks asam lambung atau gangguan pencernaan.
Baca Juga: Diabetes Tak Selalu Harus Minum Obat Seumur Hidup, Dokter Ungkap Peluang Remisinya
"Makan malam setidaknya 3 jam sebelum tidur, terutama jika Anda cenderung mengalami refluks asam atau gangguan pencernaan. Makanlah makanan yang lebih ringan di malam hari dan jangan jadikan makan malam berat dan tinggi lemak sebagai kebiasaan. Tetapi yang lebih penting, pikirkan gambaran keseluruhannya: diet sehat, olahraga teratur, kebiasaan tidur yang baik, dan jadwal makan dan tidur yang teratur lebih penting daripada satu kali makan malam larut malam," katanya.
Jeda sekitar tiga jam sebelum tidur dapat membantu mengurangi kemungkinan refluks yang terjadi pada malam hari. Selain mengatur waktu makan, memilih porsi yang lebih ringan dan tidak terlalu tinggi lemak pada malam hari juga dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
Jangan Abaikan Gejala yang Mirip Gangguan Pencernaan
Rasa tidak nyaman setelah makan malam dalam porsi besar juga tidak selalu berarti asam lambung. Beberapa gejala serangan jantung dapat menyerupai gangguan pencernaan, termasuk ketika muncul pada malam hari.
Jika mengalami nyeri atau tekanan di dada, berkeringat, mual, atau nyeri yang menjalar ke lengan, punggung, leher, maupun rahang, segera cari pertolongan medis darurat.
Baca Juga: Odontektomi Gigi Bungsu Ditanggung BPJS? Ini Syarat dan Alur yang Perlu Diketahui
Editor : Ubaidillah