RadarBangkalan.id - Kabar duka datang dari Malaysia. Siti Hasmah Mohamad Ali, istri mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, meninggal dunia di Institut Jantung Negara, Kuala Lumpur, pada usia 100 tahun.
Siti Hasmah dikenal sebagai sosok yang setia mendampingi Mahathir sejak 1956. Kepergiannya menyisakan duka bagi publik Malaysia, termasuk Raja Malaysia Sultan Ibrahim dan Perdana Menteri Anwar Ibrahim.
Baca Juga: Oseltamivir untuk Anak Flu Tak Boleh Sembarangan, Ini Temuan Studi
Di balik perannya mendampingi sang suami, Siti Hasmah juga dikenal aktif menyuarakan pentingnya kesehatan perempuan. Ia pernah menjadi penyintas kanker payudara setelah didiagnosis mengidap penyakit tersebut saat berusia 93 tahun.
Semasa hidupnya, Siti Hasmah sempat membagikan pengalaman ketika menjalani operasi pengangkatan benjolan di payudara. Kisah tersebut ia sampaikan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan dan deteksi dini kanker payudara.
Sempat Dirahasiakan dari Suami
Siti Hasmah menceritakan bahwa benjolan kecil di payudara kirinya pertama kali diketahui setelah menjalani pemeriksaan mamografi dan biopsi.
Saat mengetahui adanya benjolan tersebut, ia sempat enggan memberi tahu Mahathir. Alasannya, Siti Hasmah tidak ingin mengganggu kesibukan suaminya yang baru kembali dari kunjungan luar negeri.
Baca Juga: 11 Siswa Keracunan MBG, SPPG Gowa Pattallassang Kembali Beroperasi
"Dokter menyarankan saya untuk mengangkat benjolan tersebut dalam waktu seminggu. Awalnya saya tidak mau cerita ke suami karena tidak mau mengganggu kesibukannya. Begitu hasil keluar dan dokter mengonfirmasi itu adalah tumor, baru saya beri tahu dan dia sangat terkejut," ceritanya kala itu, dikutip dari Says.
Baca Juga: Balita 3 Tahun di Pamekasan Meninggal di ICU, Keluarga Ceritakan 5 Hari Menanti Rujukan
Siti Hasmah kemudian menjalani operasi pengangkatan tumor. Prosedur tersebut dilakukan dengan cepat dan kondisinya membaik hingga ia diperbolehkan pulang pada hari berikutnya.
"Saya adalah seorang survivor," ungkapnya bangga.
Pesan Siti Hasmah: Kanker Payudara Tak Pandang Usia
Pengalaman menghadapi kanker payudara membuat Siti Hasmah mendorong perempuan untuk tidak mengabaikan perubahan atau gejala pada tubuh. Ia juga mengingatkan pentingnya melakukan pemeriksaan secara mandiri maupun medis.
Menurutnya, kanker payudara dapat terjadi pada perempuan dari berbagai kelompok usia, termasuk mereka yang sudah lanjut usia.
"Jangan pernah mengira kanker payudara cuma terjadi pada orang lain dan tidak akan menimpa diri sendiri. Kanker payudara bisa menyerang siapa saja, dari yang masih muda sampai yang berusia 90-an seperti saya," tegasnya.
Baca Juga: Santri Difabel di Gresik Diduga Disetrika Senior hingga 2 Kali, Kini Trauma ke Ponpes
Siti Hasmah juga mengimbau perempuan agar tidak merasa malu ataupun takut menjalani pemeriksaan mamografi.
"Jangan pertaruhkan nyawa Anda. Ini jenis kanker yang bisa dicegah kalau dideteksi lebih awal. Makin cepat diobati, pemulihannya juga makin cepat. Memeriksakan kesehatan adalah tanggung jawab kita selagi masih sehat," pungkas Siti Hasmah.
Baca Juga: Diabetes Tak Selalu Harus Minum Obat Seumur Hidup, Dokter Ungkap Peluang Remisinya
Editor : Ubaidillah