5 Kebiasaan Pagi yang Dihindari Dokter Jantung Sebelum Jam 9

Ubaidillah • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 06:07 WIB
Foto: Ilustrasi minum kopi manis (Getty Images/Farknot_Architect)
Foto: Ilustrasi minum kopi manis (Getty Images/Farknot_Architect)

RadarBangkalan.id - Jam-jam awal setelah bangun tidur menjadi periode ketika tubuh beralih dari kondisi istirahat ke kondisi aktif. Pada waktu tersebut, kadar kortisol dan tekanan darah meningkat, sementara variabilitas detak jantung menurun.

Dikutip dari CNBC Make It, spesialis jantung dr Sanjay Bhoraj mengatakan penelitian menunjukkan kejadian kardiovaskular cenderung meningkat dalam beberapa jam pertama setelah seseorang bangun tidur. Salah satu analisis juga menunjukkan adanya peningkatan kejadian serangan jantung dan kematian jantung mendadak pada pagi hari.

Baca Juga: Oseltamivir untuk Anak Flu Tak Boleh Sembarangan, Ini Temuan Studi

Karena itu, menurut dr Sanjay, penting memperhatikan makanan dan aktivitas yang dilakukan pada awal hari.

"Setelah lebih dari 20 tahun sebagai ahli jantung, ada beberapa hal yang tidak akan saya lakukan sebelum jam 9 pagi," katanya.

Berikut lima hal yang dihindari spesialis jantung tersebut pada pagi hari.

1. Minum Kopi Manis

Kopi dengan tambahan gula dalam jumlah banyak menjadi salah satu minuman yang dihindari dr Sanjay pada pagi hari.

Satu porsi besar latte dengan berbagai rasa dapat mengandung sekitar 30-50 gram gula. Konsumsi gula dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan meningkatkan insulin.

Baca Juga: 11 Siswa Keracunan MBG, SPPG Gowa Pattallassang Kembali Beroperasi

"Anda mungkin akan merasa lapar lagi dalam satu jam," katanya.

Karena itu, memperhatikan jumlah gula dalam minuman kopi menjadi salah satu kebiasaan yang perlu dipertimbangkan, terutama jika dilakukan setiap hari.

Baca Juga: Balita 3 Tahun di Pamekasan Meninggal di ICU, Keluarga Ceritakan 5 Hari Menanti Rujukan

2. Makan Pastry

Pastry seperti croissant dan muffin juga masuk dalam daftar makanan yang dihindari pada pagi hari, terutama ketika dikonsumsi saat perut kosong.

Jenis makanan tersebut umumnya mengandung karbohidrat olahan dan lemak jenuh, tetapi relatif rendah serat dan protein. Padahal, serat dan protein dapat membantu memperlambat proses pencernaan.

Akibatnya, kadar gula darah dapat meningkat dengan cepat dan kemudian kembali turun dalam waktu relatif singkat.

"Jantung Anda tidak membutuhkan fluktuasi pada pukul 7:15 pagi," katanya.

Baca Juga: Remaja 16 Tahun Ini Bisa Ingat Detail Hidup Sejak Usia 3 Bulan, Kok Bisa?

Baca Juga: Bukan Cuma Kurang Minum, Ini Kebiasaan yang Bisa Diam-diam Merusak Ginjal

3. Makan Daging Olahan

Daging olahan seperti bacon, sosis, dan ham umumnya mengandung sodium serta lemak jenuh dalam jumlah cukup tinggi. Produk tersebut juga dapat mengandung bahan pengawet seperti nitrat.

Menurut dr Sanjay, konsumsi daging olahan sesekali berbeda dengan menjadikannya menu sarapan setiap hari.

Baca Juga: Pria Bratang Gede Surabaya Ditangkap, Pesan Sabu dari Bangkalan untuk Dijual

"Sesekali tidak masalah. Masalahnya adalah jika Anda memakannya setiap pagi," tambahnya.

4. Minum Minuman Energi

Minuman energi juga menjadi salah satu yang dihindari dr Sanjay pada pagi hari. Minuman jenis ini umumnya mengandung kafein, gula, dan stimulan lainnya.

Kandungan tersebut dapat memberikan tekanan tambahan pada sistem kardiovaskular. Menurut dr Sanjay, minuman energi dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah.

Pada sebagian orang, minuman energi juga berpotensi memicu aritmia, terutama setelah bangun tidur ketika tubuh secara alami sedang bersiap untuk menjalani aktivitas sepanjang hari.

Baca Juga: Demi Biayai Judi Online, 2 Pemuda Tuban Bobol 13 Sekolah di Jatim-Jateng

5. Tidak Sarapan Saat Sedang Stres

Tidak sarapan tidak selalu berarti seseorang menjalani kebiasaan yang tidak sehat. Kondisinya berbeda apabila seseorang memang sengaja menjalani puasa, tetap memenuhi kebutuhan cairan, melakukan aktivitas ringan, dan memulai hari dengan tenang.

Masalahnya, sebagian orang sebenarnya tidak sedang menjalani puasa, tetapi tidak sempat sarapan. dr Sanjay menyebut sejumlah pasiennya hanya mengandalkan adrenalin, minum kopi saat perut kosong, bahkan mengonsumsi obat tanpa makan.

Pada sekitar pukul 10 pagi, kondisi tersebut dapat membuat sistem saraf terlalu terstimulasi dan kadar gula darah mengalami perubahan yang drastis.

"Seiring bertambahnya usia, tubuh menjadi sedikit kurang toleran terhadap perubahan-perubahan tersebut. Rutinitas pagi yang mencakup hidrasi, nutrisi, dan beberapa saat untuk bersantai memulai hari dapat membantu sistem tubuh berfungsi sebagaimana mestinya," katanya.

Dengan demikian, rutinitas pagi tidak hanya berkaitan dengan makanan dan minuman. Memberikan tubuh cukup cairan, asupan nutrisi, serta waktu untuk memulai aktivitas secara tenang juga menjadi bagian penting dari kebiasaan pagi.

Baca Juga: Mantan Kepsek SMPN 18 Malang Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Kekerasan Siswa 

Editor : Ubaidillah
kebiasaan sehat makanan tidak sehat pagi hari kesehatan jantung