Studi Ungkap Cara Otak Menyimpan Ingatan Lama Sambil Merekam Informasi Baru

Ubaidillah • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 06:18 WIB
Foto: Getty Images/saifulasmee chede
Foto: Getty Images/saifulasmee chede

 

RadarBangkalan.id - Sebuah studi gabungan yang dilakukan oleh tiga institusi di Spanyol mengungkap mekanisme neuron tertentu di hipokampus yang membantu otak mempertahankan ingatan yang sudah tersimpan sekaligus menyimpan informasi baru tentang suatu peristiwa.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS Biology tersebut menunjukkan bahwa bagian hipokampus bernama girus dentatus memiliki peran penting dalam mengatur keseimbangan antara pembentukan ingatan baru dan perlindungan terhadap ingatan yang sudah ada.

Baca Juga: Kisah Xu Ziting, Blogger 25 Tahun yang Berjuang Melawan Kanker Lambung

 

Bagaimana Otak Menyimpan Ingatan Tanpa Tertukar?

Untuk membayangkannya, anggap sebuah bangunan di lingkungan tempat tinggal sedang direnovasi. Otak perlu menyimpan ingatan tentang kondisi bangunan sebelum direnovasi, proses pembangunan, hingga hasil akhirnya.

Ketiga informasi tersebut berkaitan dengan tempat yang sama, tetapi tetap harus tersimpan sebagai pengalaman yang berbeda. Pertanyaannya, bagaimana otak dapat mempertahankan ingatan lama sekaligus menerima informasi baru tanpa mencampurkannya?

Institut Ilmu Saraf, pusat penelitian publik yang merupakan kerja sama antara Dewan Riset Nasional Spanyol (CSIC) dan Universitas Miguel Hernández, bersama tim Laboratorium Plastisitas Jaringan Neuronal meneliti mekanisme tersebut.

Baca Juga: Kanker Kolorektal Mulai Banyak Menyerang Anak Muda, Gejalanya Sering Dikira Masalah Pencernaan

Para peneliti menduga girus dentatus memiliki peran dalam proses itu. Bagian hipokampus tersebut diketahui berkaitan dengan pembentukan ingatan baru.

Dalam penelitian, tim mengamati proses penghambatan aktivitas neuron pada tikus dengan meningkatkan maupun mengurangi aktivitas tersebut.

Baca Juga: Usus Bermotif 'Kulit Macan' Akibat Obat Pencahar Bisa Normal Lagi? Ini Kata Dokter

"Ketika tingkat penghambatan lebih rendah dari biasanya, perilaku mereka lebih menunjukkan kemampuan mengingat kembali yang lebih baik dan ingatan yang lebih detail," jelas Encarni Marcos, salah satu penulis utama studi sekaligus kepala bidang penelitian tersebut di IN CSIC-UMH, dikutip dari Euronews.

Tidak Ada Satu Tingkat Penghambatan yang Selalu Optimal

Meski pengurangan aktivitas penghambatan dapat meningkatkan kemampuan mengingat dalam kondisi tertentu, peneliti menemukan bahwa tidak ada satu tingkat penghambatan yang selalu paling baik untuk mempertahankan sebanyak mungkin informasi.

Model komputasi yang digunakan dalam penelitian menunjukkan bahwa ketika jumlah informasi yang harus diingat masih relatif sedikit, berkurangnya aktivitas penghambatan dapat memberikan manfaat.

Namun, kondisi tersebut dapat berubah ketika jumlah informasi meningkat secara tajam. Artinya, mekanisme otak dalam mengatur ingatan tampaknya bergantung pada banyaknya informasi yang harus diproses.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa otak tidak sekadar memiliki mekanisme tetap untuk menyimpan ingatan. Sebaliknya, aktivitas pada girus dentatus dapat menyesuaikan diri berdasarkan jenis dan tuntutan informasi yang sedang diproses.

Baca Juga: Kanker Kolorektal Mulai Banyak Menyerang Anak Muda, Gejalanya Sering Dikira Masalah Pencernaan

Girus Dentatus Bantu Atur Ingatan Lama dan Baru

Berdasarkan hasil penelitian, girus dentatus di hipokampus dapat mendorong masuknya informasi baru atau membantu mempertahankan ingatan yang sudah ada agar tidak mudah dipengaruhi rangsangan baru.

Respons tersebut bergantung pada konteks serta tuntutan dari tugas yang sedang dilakukan.

Baca Juga: Wanita di Gresik Diduga Bacok Tunangan hingga Tewas, Lalu Telepon 110

Dengan mekanisme tersebut, otak dapat menyesuaikan cara kerjanya ketika harus mempelajari pengalaman baru tanpa mengorbankan informasi yang sebelumnya telah tersimpan.

"Kesimpulan yang kami peroleh dari hasil ini adalah adanya mekanisme yang secara dinamis menyesuaikan cara kerja otak melalui proses penghambatan," ujar Marcos.

Temuan ini memberikan gambaran lebih jauh mengenai bagaimana otak mengelola ingatan. Mekanisme tersebut membantu menjelaskan bagaimana informasi baru dapat dipelajari sambil mempertahankan pengalaman yang sudah tersimpan dalam memori.

Editor : Ubaidillah
hipokampus memori otak neuron pembaruan ingatan studi neuroscience