RadarBangkalan.id - Pernah tiba-tiba teringat kejadian memalukan di masa lalu saat hendak tidur, padahal sebelumnya tidak memikirkannya sama sekali? Fenomena ini cukup umum terjadi dan dapat membuat seseorang merasa malu, cemas, bahkan kesulitan terlelap karena pikirannya terus mengulang kejadian tersebut.
Dokter neurologi, dr. Oktaviana Niken P, SpN, dari Brain Wellness & Sleep Center Seraphim Medical Center, menjelaskan bahwa kondisi ini berkaitan dengan berkurangnya rangsangan dari lingkungan ketika seseorang mulai beristirahat. Saat suasana menjadi tenang, pikiran internal dan ingatan yang sebelumnya tidak disadari bisa lebih mudah muncul.
Baca Juga: Curhat Masalah Mental ke ChatGPT? Psikiater Ingatkan Hal Penting Ini
Mengapa Ingatan Memalukan Muncul saat Mau Tidur?
Ketika beraktivitas pada siang hari, otak menerima banyak rangsangan dari lingkungan. Pekerjaan, percakapan dengan orang lain, penggunaan ponsel, hingga berbagai kegiatan sehari-hari membuat perhatian lebih banyak tertuju pada hal-hal di luar diri.
Kesibukan tersebut dapat mengalihkan perhatian dari pikiran pribadi, termasuk ingatan lama yang terkadang memicu rasa malu atau penyesalan.
Namun, ketika seseorang masuk ke kamar, berbaring, dan mulai bersiap tidur, rangsangan dari luar berkurang. Dalam suasana yang lebih tenang, perhatian dapat beralih pada pikiran dan ingatan internal.
"Pada saat kita masuk ruangan tidur, tempat tidur kan sebenarnya cukup relax. Nah, pada saat cukup relax itu kan stimulasi eksternal kan sebenarnya sudah mulai kurang," jelas dr Niken kepada detikcom, Kamis (8/10/2026).
Baca Juga: Kemenkes Ungkap Media Sosial Bisa Picu Kecemasan Anak Muda, Ini Penyebabnya
"Nah, jadi pikiran-pikiran internal yang tadinya tertutup oleh aktivitas, oleh kegiatan-kegiatan seharian itu kan secara otomatis seperti tereksplor gitu," ungkapnya.
Baca Juga: Curhat Masalah Mental ke ChatGPT? Psikiater Ingatkan Hal Penting Ini
Mengapa Pikiran Masa Lalu Lebih Mudah Muncul pada Malam Hari?
Menurut dr Niken, perbedaan jumlah distraksi antara siang dan malam turut memengaruhi kemunculan ingatan tersebut.
Pada siang hari, seseorang biasanya memiliki banyak aktivitas yang menyita perhatian. Sebaliknya, menjelang tidur, suasana yang lebih hening memberikan lebih banyak ruang untuk memikirkan pengalaman pribadi.
"Kenapa justru munculnya pada saat mau tidur? Karena saat siang kan kita kerja, bicara, pakai HP, komunikasi sama-sama sini, banyak aktivitas. Jadi distraksinya banyak. Sedangkan pada saat malam itu distraksinya lebih sedikit. Jadi lebih gampang memunculkan ingatan-ingatan atau memori-memori yang lalu gitu," katanya.
Ingatan yang muncul bisa berupa percakapan yang disesali, kesalahan kecil, atau pengalaman yang membuat seseorang merasa malu. Ketika pikiran terus mengulang kejadian tersebut, seseorang bisa terjebak dalam overthinking dan semakin sulit menenangkan diri.
Meski demikian, munculnya ingatan memalukan menjelang tidur tidak otomatis menandakan adanya gangguan kesehatan mental. Frekuensi kemunculan, tingkat kecemasan, dan dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari perlu diperhatikan untuk memahami apakah kondisi tersebut membutuhkan bantuan lebih lanjut.
Baca Juga: Kerja Seharian Cuma Duduk di Depan Laptop, Berapa Kebutuhan Kalori Harian?
Baca Juga: Apel vs Pisang untuk Diet, Mana yang Lebih Ampuh Menurunkan Berat Badan?
Cara Mengatasi Overthinking saat Hendak Tidur
Agar pikiran tidak terus mengganggu waktu istirahat, ada beberapa langkah yang bisa dicoba untuk membantu tubuh dan pikiran lebih rileks sebelum tidur.
-
Lakukan relaksasi sebelum naik ke tempat tidur. Luangkan waktu untuk menenangkan diri melalui aktivitas ringan yang membuat tubuh lebih nyaman.
-
Kurangi penggunaan gawai. Batasi paparan ponsel menjelang tidur agar perhatian tidak terus tersita oleh informasi dan rangsangan baru.
-
Coba latihan pernapasan. Tarik dan embuskan napas secara perlahan untuk membantu tubuh lebih tenang.
-
Tuliskan pikiran yang mengganggu. Jika terus memikirkan kejadian tertentu, catat hal yang terlintas dan hal yang ingin dilakukan esok hari agar tidak terus memutarnya dalam pikiran.
-
Jangan memaksa diri untuk segera tidur. Jika pikiran masih sangat aktif, lakukan aktivitas tenang sejenak di luar tempat tidur, lalu kembali ketika mulai mengantuk.
Jika pikiran berulang disertai kecemasan berat, terus mengganggu tidur, atau berdampak pada kegiatan sehari-hari, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Baca Juga: Kisah Xu Ziting, Blogger 25 Tahun yang Berjuang Melawan Kanker Lambung
Editor : Ubaidillah