News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Infografis Waspada Peningkatan Kasus COVID-19 Subvarian JN.1 di Indonesia

Azril Arham • Kamis, 28 Desember 2023 | 13:00 WIB
Ilustrasi Covid-19
Ilustrasi Covid-19

RadarBangkalan.id - Seiring dengan perkembangan situasi pandemi COVID-19 di Indonesia, terdapat informasi terbaru mengenai peningkatan kasus yang perlu menjadi perhatian serius.

Subvarian JN.1, yang merupakan turunan dari Omicron BA.2.86, telah terdeteksi di Indonesia dalam dua bulan terakhir.

Perlu dicatat bahwa subvarian JN.1 ini pertama kali terdeteksi di Amerika Serikat pada bulan September 2023.

Sejak saat itu, subvarian JN.1 menunjukkan kecenderungan untuk mendominasi lonjakan kasus COVID-19 di negara-negara tetangga, khususnya di Singapura.

Kementerian Kesehatan atau Kemenkes telah mengonfirmasi bahwa subvarian JN.1 telah masuk ke Indonesia, memberikan peringatan lebih lanjut terkait dengan potensi peningkatan jumlah kasus.

Dirjen P2P Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan bahwa subvarian JN.1 telah teridentifikasi di tiga wilayah di Indonesia, yakni Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Batam, Kepulauan Riau.

Hingga tanggal 19 Desember 2023, telah dilaporkan adanya 41 kasus subvarian JN.1 di Indonesia.

Dinkes DKI Jakarta juga memberikan konfirmasi serupa, dengan Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyampaikan bahwa subvarian JN.1 merupakan turunan atau sublineage dari subvarian Omicron BA.2.86.

Sejak awal tahun 2023, Dinkes DKI Jakarta telah menemukan 38 pasien yang terinfeksi oleh subvarian JN.1 melalui pengurutan genom.

Penting untuk memahami bahwa gejala COVID-19 subvarian JN.1 tidak jauh berbeda dengan varian lainnya.

Namun, ada beberapa ciri khas yang dapat diidentifikasi, seperti perubahan warna lidah menjadi lebih putih pada pasien yang terkena subvarian ini.

Baca Juga: Presiden Jokowi Membangun Optimisme untuk Perekonomian Maju di Tahun 2024

Meskipun tingkat keparahan gejalanya cenderung ringan, penularannya tergolong cepat.

Untuk menghadapi peningkatan kasus subvarian JN.1, perlu adanya upaya penanganan yang tepat.

Oleh karena itu, perlu untuk mengetahui gejala-gejala khas subvarian ini dan mengikuti rekomendasi penanganan yang diberikan oleh otoritas kesehatan. ***
Editor : Azril Arham
#kemenkes #JN1 #Omicron #Subvarian #COVID-19